JANGAN MEREMEHKAN YANG MAKRUH-MAKRUH!

Oleh : Abulwafa Romli

Tulisan ini nasehat kepada diri sendiri, keluarga dan anak-anak sendiri, dan saudara seiman dan seperjuangan dari para pengemban dakwah syariah Islam kaffah dan penegakkan khilafah hingga tegak berdiri atau Kita mati meninggalkan anak dan istri. Jangan meremehkan perbuatan / perkara yang hukumnya makruh seperti main GAME & MEROKOK dan semua yang tidak ada manfaat dan faedahnya untuk dunia maupun akherat, tapi justru merugikan dan menjadi tambahan beban di keduanya. Karena meskipun makruh itu sesuatu / perbuatan yang tidak disanksi ketika dikerjakan dan mendapat pahala ketika ditinggalkan, tetapi makruh itu larangan Allah dan Rasulullah yang tidak tegas (نهي غير جازم), dan yang dibenci oleh Allah dan Rasulullah.

Makruh dalam wikipedia.org terkait مكروه :
المكروه في أصول الفقه هو : حكم تكليفي بمعنى: ما يطلب في الشرع تركه من غير إلزام. في الفقه الإسلامي هو العمل الذي يُثاب تاركه - امتثالا - ولا يأثم فاعله، وهو أحد الأحكام الخمسة على الأشياء والأفعال وهي الفرض/ الواجب، والاستحباب، والإباحة / الحِلّ، والكراهة، والتحريم.
"Makruh dalam Ushulul Fiqhi ialah hukum taklif bermakna; sesuatu / perbuatan yang dituntut oleh syara' meninggalkannya dengan tanpa mewajibkannya. Makruh dalam Fiqih Islam ialah perbuatan yang mendapat pahala orang yang meninggalkannya -karena mengikuti perintah- dan tidak berdosa orang yang melakukannya. Dan makruh adalah salah satu dari lima hukum atas sesuatu dan perbuatan. Yaitu; fardhu / wajib, mustahab / sunnah, mubah / halal, makruh dan haram".

•MAKRUH dalam Alqur'an, Allah SWT berfirman :
كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُۥ عِندَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا
"Semua itu keburukannya amat dibenci di sisi Tuhanmu". (Al Israa' 17:38).

Imam Thobari RH dalam Tafsirnya berkata :
فتأويل الكلام إذن: كلّ هذا الذي ذكرنا لك من الأمور التي عددناها عليك كان سيئة مكروها عند ربك يا محمد، يكرهه وينهى عنه ولا يرضاه، فاتق مواقعته والعمل به.
"Tafsir Kalamullah berarti; "Setiap perkara yang telah Kami tuturkan kepada kamu dari perkara-perkara yang telah Kami hitungkan kepada kamu, adalah buruk dan dibenci oleh Tuhanmu, wahai Muhammad. Dia membencinya, melarangnya, dan tidak ridho padanya. Maka takutlah menerjang dan mengamalkannya!".

Dan dalam kitab Almukhtashor fii Tafsiril Qur'anil Kariim oleh Jama'ah Ulama Tafsir : 
كل ما سبق ذكره كان السيئ منه عند ربك -أيها الانسان- ممنوعًا، لا يرضى الله عن مرتكبه، بل يبغضه.
"Semua yang telah dituturkan, yang buruk darinya menurut Tuhanmu, wahai manusia, adalah dilarang. Allah tidak ridho kepada orang yang mengerjakannya, tetapi Allah membencinya".

•MAKRUH dalam Assunnah, Rasulullah SAW bersabda :
عن المغيرة بن شعبة  رضي اللّه عنه قال : سَمِعْتُ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يقولُ: إنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا: قيلَ وقالَ، وإضَاعَةَ المَالِ، وكَثْرَةَ السُّؤَالِ.
Dari Almughiroh bin Syu'bah RA berkata : Aku telah mendengar Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Allah telah membenci tiga perkara pada kalian; qila waqola, menyia-nyiakan harta dan banyaknya bertanya / meminta". (HR Bukhari no. 1477 dan Muslim no. 583).

Penjelasan hadits :
 أنَّ اللهَ سُبحانه وتعالَى كَرِه لعِبادِه الوقوعَ في ثَلاثةِ أشياءَ:
Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala telah membenci hamba-hambaNya melakukan tiga perkara :

أوَّلُها: «قيل وقال»، أي: الإكثارُ مِن الكلامِ بلا ضَرورةٍ، أو حِكايةِ شَيءٍ لا يَعلَمُ صِحَّتَه، أو الكلامُ فيما يضُرُّ ولا يَنفَعُ.
1- qila waqola; yakni banyak berbicara tanpa diperlukan, menceritakan sesuatu yang tidak mengetahui kebenarannya, atau membicarakan sesuatu yang berbahaya dan tidak bermanfaat.

وثانيها: «إضاعةُ المالِ»، ومعناه: الإسرافُ فيه، ووَضْعُه في غيرِ مَوضعِه، وصَرْفُه في غَيرِ وُجوهِه الشَّرعيَّةِ، بإنفاقِهِ في المَعاصي.
2- menghamburkan harta, artinya; berlebihan pada harta, meletakkannya tidak pada tempatnya, tidak menggunakannya di jalan syara' dengan menginfaqkannya pada maksiat.

وثالثها: «كثرةُ السُّؤالِ»، أي: كَثرةُ سُؤالِ النَّاسِ أموالَهُم مِن غيرِ حاجةٍ، أو كَثرةُ السُّؤالِ في العِلمِ عمَّا في الدُّنيا أو الآخِرةِ، بالسُّؤالِ عن المُشكِلاتِ التي تُعبِّدْنا بظاهِرِها، أو عمَّا لا حاجةَ للسَّائلِ به، أو كَثرةُ سُؤالِ الناسِ عن أحوالِهِم حتى يُوقِعَهم في الحرَجِ.
3- banyak sual, yakni banyak meminta harta kepada manusia tanpa adanya hajat; atau banyak bertanya ilmu terkait dunia atau akherat, dengan menanyakan yang musykil-musykil yang kami diperintah ibadah dengan lahirnya, atau sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh sipenanya; atau banyak bertanya terkait kondisi manusia sehingga dapat menjatuhkan mereka pada kesulitan.
('Alawi bin Abdul Qodir Assaqof, al-Mausu'atul Haditsiyyah, Syuruhul Hadits, ad-Durorus Saniyyah).

•APA yang terjadi ketika ALLAH membenci seorang hamba?

Inilah yang terjadi ketika Allah swt. menyintai atau membenci seorang hamba :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ ، قَالَ : فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ ، وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضْهُ ، قَالَ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ، ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلَانًا فَأَبْغِضُوهُ ، قَالَ : فَيُبْغِضُونَهُ ، ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِي الْأَرْضِ .
(صحيح مسلم، كتاب الْبِرِّ وَالصِّلَةِ وَالْآدَابِ، بَابُ إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ عَبْدًا حَبَّبَهُ لِعَبَادِهِ، حديث رقم 4901).

Dari Abu Hurairoh ra., ia berkata; Rasulullah SAW telah bersabda : "Sesungguhnya Allah, ketika Dia menyintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril lalu berfirman; "Sesungguhnya Aku menyintai si fulan, maka cintailah dia". Rasulullah bersabda; "Lalu Jibril menyintainya. Kemudian Jibril berkumandang di langit, ia berkata (kepada malaikat); "Sesungguhnya Allah menyintai si fulan, maka cintailah dia". Lalu penduduk langit (malaikat) sama mencintainya. Rasulullah bersabda; "kemudian diletakkan kepadanya penerimaan di bumi. Dan ketika Allah membenci seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril lalu berfirman; "Sesungguhnya Aku membenci si fulan, maka bencilah dia". Rasulullah bersabda; "Lalu Jibril membencinya. Kemudian Jibril  berkumandang pada penduduk langit, "sesungguhnya Allah membenci si fulan, maka bencilah dia". Rasulullah bersabda; "Lalu penduduk langit sama membencinya. Kemudian diletakkan baginya kebencian di bumi". (HR Muslim).

•Mengerjakan yang makruh-makruh juga bisa menghalangi atau menunda fadhol dari Allah baik berupa rezeki yang datang tidak terduga maupun ilmu laduni atau lainnya. Fadhol Allah adalah bonus dari Allah dan diberikan kepada orang-orang yang disayang Allah, bukan yang dibenci Allah. Sebagaimana bonus dari makhluk Allah sangat sulit diberikan kepada orang-orang yang dibenci oleh pemberi bonus.

Iblis dan setan juga memberikan bonusnya kepada budak-budaknya dari orang-orang kafir, musyrik, zalim dan fasiq, bukan kepada orang-orang yang dibencinya dari golongan muslim, mukmin, muhsin, shalih dan mushlih.

•Terakhir 
Kita sebagai muslim yang baik, lebih-lebih sebagai pengemban dakwah, harus selalu muhasabah dan berusaha agar dicintai oleh Allah dan tidak dibencinya. Seperti diatas, ketika Allah menyintai Kita maka Allah mengumumkan kepada Jibril, lalu Jibrik kepada malaikat, lalu malaikat mempengaruhi penduduk bumi (terutama kepada orang-orang mukminin dan sholihin), sehingga mereka sama menyintai Kita. Begitu pula ketika Allah membenci Kita, maka Allah mengumumkan kepada Jibril, lalu Jibril kepada malaikat, lalu malaikat mempengaruhi penduduk bumi, sehingga penduduk bumi sama membenci Kita. Dimulai dari keluarga Kita, lalu orang-orang dekat Kita, lalu saudara-saudara Kita sesama pengemban dakwah, mereka sama membenci kita. Bagaimana Kita berdakwah, sementara Kita dibenci oleh orang-orang baik. Padahal dakwah itu mencari dan mengajak orang baik yang menginginkan kebaikan, kepada kebaikan dunia dan akherat. Atau mengajak orang-orang buruk agar menjadi orang-orang baik yang menginginkan kebaikan dunia dan akherat. Cukup.

Wallahu A'lam bish shawab 
Semoga bermanfaat, aamiin.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.