PERIHAL PAKAI SARUNG SERTA LARANGAN PAKAI CELANA SAJA

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Tulisan ini adalah nasehat kepada ikhwan dan ikhwah yang selalu memakai celana, baik didalam maupun diluar shalat, serta tidak mau belajar membiasakan memakai sarung. Bagaimana kita bisa melakukan perubahan yang besar dan sulit, ketika untuk melakukan perubahan kecil dan mudah saja tidak mampu dan merasa kesulitan, seperti berubah dari celana ke sarung atau dari makan pakai sendok ke pakai jari-jari tangan.

Bacalah sampai selesai wahai ikhwan dan ikhwah :

Dari Abu Umamah ra :
عن أبي أمامة رضي الله عنه قَالَ: فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَتَسَرْوَلَونَ وَلْا يَأْتَزِرُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَسَرْوَلُوا وَائْتَزِرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ» (أخرجه أحمد في مسنده (36/613)) صححه الأرناؤوط والهيثمي. وحسنه الألباني وابن حجر. حديث حسن).

Dari Abi Umamah ra, ia berkata; Lalu kami berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ahli Kitab itu memakai celana dan tidak memakai sarung", lalu Rasulullah saw bersabda : "Pakailah celana, pakailah sarung, dan selisihilah Ahlil Kitab".

Abu Umamah berkata :
خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَشْيَخَةٍ مِنْ الْأَنْصَارٍ بِيضٌ لِحَاهُمْ ، فَقَالَ : يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ ، حَمِّرُوا وَصَفِّرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ . قَالَ : فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَتَسَرْوَلَونَ وَلَا يَأْتَزِرُونَ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَسَرْوَلُوا وَائْتَزِرُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ . قَالَ : فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَتَخَفَّفُونَ وَلَا يَنْتَعِلُونَ . قَالَ : فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَتَخَفَّفُوا وَانْتَعِلُوا وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ . قَالَ : فَقُلْنَا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَقُصُّونَ عَثَانِينَهُمْ وَيُوَفِّرُونَ سِبَالَهُمْ . قَالَ : فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قُصُّوا سِبَالَكُمْ وَوَفِّرُوا عَثَانِينَكُمْ وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ) والحديث حسنه الألباني في "صحيح الجامع" برقم (13070).

Rasulullah saw pernah keluar kepada orang-orang tua dari sahabat Anshor yang putih-putih jenggotnya, lalu beliau bersabda : "Wahai golongan Anshor, semirlah (jenggot kalian) dengan merah, semirlah dengan kuning, dan selisihilah Ahlil Kitab (yang menyemir dengan hitam)". Abu Umamah berkata; lalu aku berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ahlil Kitab memakai celana dan tidak memakai sarung". Lalu Rasulullah saw bersabda : "Pakailah celana, pakailah sarung, dan selisihilah Ahlil Kitab". Abu Umamah berkata, lalu aku berkata;  "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ahlil Kitab memakai khuff (mujah) dan tidak memakai sandal". Abu Umamah berkata, lalu Rasulullah saw bersabda : "Pakailah khuff, pakailah sandal, dan selisihilah Ahlil Kitab". Abu Umamah berkata, lalu kami berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ahlil Kitab memotong jenggotnya dan memanjangkan kumisnya". Abu Umamah berkata, lalu Nabi saw bersabda : "Potonglah kumis kalian, panjangkan jenggot kalian, dan selisihilah Ahlil Kitab".

Dari Abu Sa'id al-Khudri ra :
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم، قال : لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَن قَبْلَكُمْ شِبْرًا بشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بذِرَاعٍ، حتَّى لو سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ، قُلْنَا: يا رَسُولَ اللَّهِ، اليَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قالَ: فَمَنْ؟

Dari Abu Sa'id al-Khudri ra dari Nabi saw, beliau bersabda : "Sungguh kalian akan mengikuti tuntunan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga meskipun mereka masuk lobang biawak, pasti kalian mengikuti mereka". Kami berkata; Ya Rasulullah, apakah mereka itu orang Yahudi dan Kristen?", beliau bersabda : "Lalu siapa(kalau bukan mereka)?". (HR Bukhari).

عن أبي سعيد الخدري قال: قال رسول الله ﷺ: إزرة المسلم إلى نصف الساق، ولا حرج -أو لا جناح- فيما بينه وبين الكعبين، فما كان أسفل من الكعبين فهو في النار، ومن جر إزاره بطرًا لم ينظر الله إليه. رواه أبو داود بإسناد صحيح.

Dari Abu Sa'id al-Khudry berkata; Rasulullah saw bersabda : "Sarung orang muslim itu sampai setengah betis. Tidak masalah -tidak ada dosa- antara pertengahan betis dan dua mata kaki. Maka sarung yang di bawah dua mata kaki itu di neraka. Dan siapa saja yang menarik sarungnya karena sombong, maka Allah tidak memandangnya (dengan Rahmat)". 

وعن أبي هريرة رضي اللّه عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم، قال : ما أسفل الكعبين من الإزار ففي النار. (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairoh ra dari Nabi saw, beliau bersabda : "Sarung yang di bawah dua mata kaki itu di neraka". (HR Bukhari).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يَجِدْ إِزَارًا فَلْيَلْبَسْ سَرَاوِيلَ وَمَنْ لَمْ يَجِدْ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ. (رواه البخارى).

Dari Ibnu Abbas dari Nabi saw, beliau bersabda : "Siapa saja yang tidak menemukan sarung, maka pakailah celana. Dan siapa saja yang tidak menemukan dua sandal, maka pakailah dua khuff". (HR Bukhari).

 عن ابنِ عمرَ رضي الله عنهما ، قال: مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ! فَرَفَعْتُهُ. ثُمَّ قَالَ: زِدْ! فَزِدْتُ. فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ. فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: إِلَى أَيْنَ؟ فَقَالَ: أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ (رواه مسلم).

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata; Aku pernah berjalan bertemu Rasulullah saw sedang sarungku turun ke bawah. Lalu beliau bersabda : "Wahai Abdullah, angkatlah sarungmu!". Lalu aku mengangkatnya. Kemudian beliau bersabda : "Tambahlah!". Lalu aku menambahnya. Maka sejak itu aku selalu memperhatikannya. Lalu sebagian orang berkata; "Sampai mana?". Lalu Nabi bersabda : "Setengah dari dua betis". (HR Muslim).

عن جابر بن سليم أبو جري الهجيمي، عن النبي صلى الله عليه وسلم، قال : ... ولا تسبن أحدا ، ولا تحقرن من المعروف شيئا ، ولو أن تكلم أخاك وأنت منبسط إليه وجهك ، إن ذلك من المعروف ، وارفع إزارك إلى نصف الساق ، فإن أبيت فإلى الكعبين ، وإياك وإسبال الإزار ؛ فإنه من المخيلة ، وإن الله لا يحب المخيلة . رواه أبو داود (4084) واللفظ له، والنسائي في ((السنن الكبرى)) (10149) 

Dari Jabir bin Salim Abu Juroyyin al-Hujaimy dari Nabi saw, beliau bersabda : "...  janganlah kau caci seseorang, janganlah kau remehkan kebaikan sekecil apapun, meskipun kamu berbicara kepada saudaramu, dan kamu bersenyum kepadanya, sesungguhnya hal itu termasuk kebaikan. Angkatlah sarungmu sampai setengah betis. Apabila kamu menolak, maka sampai dua mata kaki. Dan janganlah kau turunkan sarung, karena hal itu termasuk sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai kesombongan". (HR Abu Daud dan Nasa'i).

KEBOLEHAN MENURUNKAN SARUNG KE BAWAH DUA MATA KAKI

Menurunkan pakaian itu dibolehkan dengan syarat tidak bertujuan untuk kesombongan. Rasulullah saw bersabda : 
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. قَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَحَدَ شِقَّىْ إِزَارِي يَسْتَرْخِى، إِلاَّ أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ. فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم: لَسْتَ مِمَّنْ يَصْنَعُهُ خُيَلاَءَ) رواه البخاري.

Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya ra dari Nabi saw, beliau bersabda : "Siapa saja yang menarik pakaiannya karena kesombongan, maka pada hari kiamat Allah tidak memandang kepadanya (dengan rahmat)". Abu Bakar berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya salah satu belahan sarungku turun ke bawah, kecuali apabila aku memeliharanya agar tidak turun". Lalu Nabi saw bersabda : "Kamu bukan orang yang melakukannya karena kesombongan". (HR Bukhari).

Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarhu Muslim-nya berkata :
وأما قوله صلى الله عليه وسلم: المسبل إزاره، فمعناه: المرخي له الجار طرفه خيلاء كما جاء مفسراً في الحديث الآخر (لا ينظر الله إلى من يجر ثوبه خيلاء) والخيلاء الكبر، وهذا التقييد بالجر خيلاء يخصص عموم المسبل إزاره، ويدل على أن المراد بالوعيد من جره خيلاء، وقد رخص النبي صلى الله عليه وسلم في ذلك لأبي بكر الصديق رضي الله عنه، وقال: لست منهم؛ إذ كان جره لغير الخيلاء، وقال الإمام أبو جعفر محمد بن جرير الطبري وغيره وذكر إسبال الإزار وحده؛ لأنه كان عامة لباسهم، وحكم غيره من القميص وغيره حكمه، قلت: وقد جاء ذلك مبيناً منصوصاً عليه من كلام رسول الله صلى الله عليه وسلم من رواية سالم بن عبد الله عن أبيه رضي الله عنهم عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (الإسبال في الإزار والقميص والعمامة من جر شيئاً خيلاء لم ينظر الله تعالى إليه يوم القيامة) رواه أبو داود والنسائي وابن ماجه بإسناد حسن. والله أعلم" [شرح النووي على مسلم 2/ 116].

"Adapun sabda Nabi saw "Orang yang menurunkan sarungnya", artinya orang yang menurunkan sarungnya, yang menarik ujungnya karena kesombongan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain "Allah tidak memandang kepada orang yang menarik pakaiannya karena khuyala'", sedang khuyala' itu kesombongan. Pembatasan dengan menarik karena kesombongan itu mengkhususkan keumuman term orang yang menarik sarungnya. Dan menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan ancaman kepada orang yang menarik sarungnya itu karena tujuan kesombongan.
Nabi saw benar-benar telah meringankan hal itu kepada Abu Bakar Shiddiq ra dan bersabda : "Kamu bukan dari mereka", karena ia menarik pakaiannya bukan karena kesombongan. Imam Abu Jakfar Muhammad bin Jarir ath-Thobari dan lainnya mengatakan, bahwa penyebutan sarung semata itu karena umumnya pakain sahabat. Sedang hukum bagi selain sarung dari gamis dan lain-lain itu seperti hukumnya sarung. Aku katakan, bahwa hal itu benar-benar telah diterangkan dan dijelaskan dari sabda Rasulullah saw dari riwayat Salim bin Abdullah dari ayahnya, dari Nabi saw, beliau bersabda mengenai menurunkan sarung, gamis, dan serban : "Siapa saja yang menarik sesuatu darinya karena kesombongan, maka pada hari kiamat Allah ta'ala tidak memandangnya".  Hadits riwayat Abu Daud, Nasa'i dan Ibnu Majah dengan isnad hasan. Wallahu A'lam". (Syarhu Muslim, 2/116).

Segera membiasakan pakai sarung.
Wallahu A'lam bish shawab 
Semoga bermanfaat aamiin
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.