MENEGAKKAN KHILAFAH ITU ADA SYARAT DAN RUKUNNYA


Oleh Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Menegakkan khilafah itu wajib dengan menerapkan dan mempraktekkan syarat dan rukunnya, juga wajib khusyuk dan ikhlas karena Allah. Sebagaimana menegakkan shalat wajib menerapkan dan mempraktekkan syarat dan rukunnya, juga wajib khusyuk dan ikhlas karena Allah swt.


Imam Ahmad bin Ruslan dalam Nadzam Zubad berkata :

وكل من بغير علم يعمل  أعماله مردودة لا تقبل

 "Siapa saja yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya tertolak, tidak diterima".


INILAH EMPAT SYARAT TEGAKNYA KHILAFAH DI SUATU NEGARA


EMPAT syarat tegaknya khilafah ini digali dari sunnah Nabi SAW dan sunnah Khulafa Rasyidin berupa fakta daulah nubuwwah bentukan Nabi SAW dan fakta khilafah ala minhajin nubuwwah yang dijalankan oleh Khulafaa Rasyidiin.


Dan empat syarat berikut saya kutip dari kitab Nizhomul Hukmi fil Islam (Sistem Pemerintahan Islam) karya Syaikh Abdul Qodim Zallum RH.


•Syarat Pertama :

أن يكون سلطان ذلك القطر سلطانا ذاتيا، يستند إلى المسلمين وحدهم، لا إلى دولة كافرة، أو نفوذ كافر

kekuasaan di negara itu adalah kekuasaan hakiki yang hanya bersandar kepada kaum muslimin, tidak bersandar kepada negara kafir atau pengaruh orang kafir.


•Syarat Kedua :

أن يكون أمان المسلمين في ذلك القطر بأمان الإسلام، لا بأمان الكفر، أي أن تكون حمايته من الداخل والخارج حماية إسلام من قوة المسلمين، باعتبارها قوة إسلامية بحتة

Keamanan kaum muslimin di negara itu adalah dengan keamanan Islam, tidak dengan keamanan kufur. Yakni perlindungan dari dalam dan luar negeri negara itu adalah dengan perlindungan Islam, dari kekuatan kaum muslimin sebagai kekuatan Islam yang murni.


•Syarat Ketiga :

أن يبدأ حالا بمباشرة تطبيق الإسلام كاملا تطبيقا انقلابيا شاملا، وأن يكون متلبسا بحمل الدعوة الإسلامية

Negara itu langsung mulai menerapkan Islam secara sempurna, revolusioner dan menyeluruh, dan beraktivitas mengemban dakwah Islam.


•Syarat Keempat :

أن يكون الخليفة المبايع مستكملا شروط انعقاد الخلافة، وإن لم يكن مستوفيا شروط الأفضلية، لأن العبرة بشروط الإنعقاد

Khalifah yang dibai'at melengkapi syarat-syarat sahnya khilafah. Meskipun tidak melengkapi syarat-syarat keutamaan. Karena yang dinilai adalah syarat-syarat sahnya.


INILAH RUKUN NEGARA KHILAFAH YANG WAJIB DIPRAKTEKKAN OLEH KHALIFAH


Rukun negara khilafah yang wajib diterapkan dan dipraktikkan oleh khalifah adalah syariah Islam Kaffah yang diantaranya sebagaimana pernyataan ulama di bawah :


Sayyid Husain Afandi rh dalam kitab AlHushûn AlHamîdiyyah, hal. 189-190, beliau menegaskan :

اعلم أنه يجب على المسلمين شرعا نصب إمام يقوم بإقامة الحدود وسد الثغور وتجهيز الجيوش وأخذ الصدقات وقهر المتغلبة والمتلصصة وقطاع الطريق وتزويج الصغار والصغائر الذين لا أولياء لهم وقطع المنازعات الواقعة بين العباد وقبول الشهادات القائمة على الحقوق وإقامة الجمع والأعياد ولا يتم جميع ذلك بين المسلمين إلا بإمام يرجعون إليه فى أمورهم: يدرأ المفاسد ويحفظ المصالح ويمنع مما تتسارع إليه الطباع وتتنازع عليه الأطماع يعول الناس إليه ويصدرون عن رأيه على مقتضى أمره ونهيبه. وقد أجمعت الصحابة رضي الله تعالى عنهم على نصب الإمام بعد وفاته عليه الصلاة والسلام. قال أبو بكر رضي الله تعالى عنه: لا بد لهذا الأمر من يقوم به فانظروا وهاتوا آراءهم، فقالوا من كل جانب: صدقت صدقت، ولم يقل أحد منهم لا حاجة بنا إلى إمام. ويجب طاعة الإمام على جميع الرعايا ظاهرا وباطنا فيما لا يخالف الشرع الشريف لقوله تعالى: {أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولى الأمر منكم} وهم العلماء والأمراء ولقوله عليه الصلاة والسلام: من أطاع أميري فقد أطاعني ومن عصي أميري فقد عصاني. وفى صحيح البخاري عن النبي صلى الله عليه وسلم: من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله ومن يطع الأمير فقد أطاعني وإنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به ...{الحصون الحميدية، ص: 189-190}.

“Ketahuilah bahwasanya secara syara’ wajib atas kaum muslim mengangkat imam yang menegakkan hudûd, menutup perbatasan negara, mempersiapkan tentara, mengambil zakat, mengatasi pemberontak, penyamun dan begal, mengawinkan laki-laki dan perempuan kecil yang tidak memiliki wali, memutuskan persengketaan yang terjadi di antara manusia, menerima kesaksian yang berdiri di atas hak, menegakkan shalat jum’at dan shalat hari raya, dan semuanya itu tidak akan dapat sempurna di antara kaum muslim, kecuali dengan adanya imam (khalifah) yang dibuat rujukan dalam perkara mereka, yaitu imam yang menolak bahaya, menjaga maslahat, mencegah berbagai persengketaan, tempat manusia bersandar kepadanya dan mengikuti perintah dan larangannya. Dan sahabat ra benar-benar telah ijmak atas (kewajiban) mengangkat imam setelah Nabi saw wafat. Abu Bakar ra berkata: “Harus ada orang yang menegakkan perkara (agama) ini, maka berpikirlah dan keluarkan pendapat kalian!” Lalu dari setiap arah sahabat berkata: “Anda benar, anda benar!”, dan tidak ada seorangpun dari mereka yang mengatakan, “Kami tidak membutuhkan imam!”. Dan semua rakyat wajib taat kepada imam, lahir dan batin, pada perkara yang tidak menyelahi syariat yang mulia, karena Allah berfirman: “Taatlah kalian kepada Allah, taatlah kepada Rasulullah dan kepada ulil amri di antara kalian”, dan mereka adalah para ulama dan umara, dan karena Nabi saw bersabda: “Barang siapa yang taat kepada amirku, maka ia taat kepadaku, dan barang siapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku”. Dan dalam shahih al-Bukhari, Nabi saw bersabda: “Barang siapa taat kepadaku, maka ia taat kepada Allah, barang siapa maksiat kepadaku, maka ia maksiat kepada Allah, dan barang siapa taat kepada amir, maka ia taat kepadaku. Sesungguhnya imam adalah perisai yang (tentara) berperang dari belakangnya dan dibuat perlindungan…”.  


Sayyid Muhammad Amin rh dalam Ta'lîq kitab Bulûghul Marôm, beliau  menegaskan :

واتفق الأئمة الأربعة  على أن الإمامة فرض وأنه لا بد للمسلمين من إمام يقيم شعائر الدين وينصف المظلومين من الظالمين، وعلى أنه لا يجوز أن يكون للمسلمين فى وقت واحد فى جميع الدنيا إمامان لا متفقان ولا مفترقان...{بلوغ المرام، ص: 265، وانظر الميزان الكبرى فى باب حكم البغاة، ج 2، ص: 153}.

“Empat imam madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’iy dan Ahmad) telah sepakat bahwa imamah (khilafah) adalah fadhu, dan bahwa kaum muslim wajib memiliki imam yang menegakkan syiar-syiar agama, memberi keadilan kepada orang-orang yang teraniaya dari orang-orang yang menganiaya, dan bahwa kaum muslim dalam satu masa di seluruh dunia tidak boleh memiliki dua orang imam, sama saja yang keduanya sepakat (rukun) atau yang keduanya berselisih…”. 


Khilafah yang tidak memenuhi syarat dan rukunnya, sebagaimana khilafah Khilmus, adalah khilafah palsu. Mereka hanyalah firqoh sesat yang memakai simbol-simbol khilafah dan yang menyeru di pintu-pintu neraka. 


Dengan mengklaim khilafah ala minhajin nubuwwah yang asli, Khilmus adalah fitnah besar terhadap kaum muslimin. Karena sama halnya kaum muslimin telah berdosa dengan tidak  berbaiat, mendengar dan taat kepada khalifah palsunya, dan kaum muslimin adalah bughot.


Kepalsuan Khilmus bukan hanya karena tidak memenuhi syarat dan rukun tegaknya khilafah, tetapi juga Khilmus membiarkan ada khilafah lain seperti ISIS/IS bahkan menyambut dan mengucapkan selamat atas berdirinya khilafah lain. Seharusnya kalau tidak mengajak ISIS bergabung kepada Khilmus, maka Khilmus yang bergabung kepada ISIS. Karena sebagaimana pernyataan ulama di atas, kaum muslimin di seluruh dunia tidak boleh punya dua Imam/khalifah yang asli dalam satu waktu. Tapi semuanya tidak dilakukan. Ini menunjukkan bahwa Khilmus hanyalah firqoh bersimbol khilafah.


#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#janganpalsukanajaranislam
#IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.