(Membongkar kepalsuan Khilafatul Muslimin / Khilmus)
Oleh : *Abulwafa Ramli*
*Bismillaahir Rohmaanir Rohiim*
DENGAN mengklaim sebagai Khilafah 'ala minhajin nubuwwah, kepalsuan khalifah Abdul Qadir Hasan Baraja dan Khilafatul Muslimin sangat jelas dan nyata. Berikut adalah hujjah naqli dan aqlinya :
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
تَكُوْنُ النُّبُوَّة فِيْكُمْ مَا شَاء اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُم يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاء أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا فَيَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُم تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَرِيَّةً فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، ثُمَّ سَكَت
"Sedang ada (daulah) nubuwwah di tengah kalian, dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah ala minhajin nubuwwah, dengan kehendak Allah, ia pun akan tetap ada. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada mulkan 'adhdhon (khilafah umawiyyah, abbasiyyah dan 'utsmaniyah), dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada mulkan jabriyyah (sejak berakhirnya khilafah 'utsmaniyah, 3 Maret 1924), dengan kehendak Allah, ia pun akan tetap ada. Kemudian, Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah ala minhajin nubuwwah, dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada. Kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak untuk mengangkatnya". Kemudian Nabi pun diam". (HR Ahmad).
•IKHTISHAR era kepemimpinan politik umat Islam :
1. Daulah nubuwwah pimpinan Rasulullah SAW.
2. Khilafah ala minhajin nubuwwah dengan Alkhulafaa Arrosyidiinnya.
3. Mulkan 'adhdhon dengan para khalifah khilafah umawiyyah, abbasiyyah dan 'utsmaniyyahnya.
4. Mulkan jabriyyah dengan para raja, presiden dan perdana menterinya.
5. Khilafah ala minhajin nubuwwah dengan Imam Mahdi salah satu khalifahnya.
•ANALISIS FAKTA LIMA FASE KEPEMIMPINAN POLITIK UMAT ISLAM
1. Fakta, hadits itu diawali dan memakai lafadz ُتكون sebagai fi'il mudhorik yang memiliki arti zaman hadhir / sedang dan zaman mustaqbal / akan. Karenanya, nubuwwah di sini dibatasi dengan fase Madinah, yaitu fase berdirinya daulah Islamiyyah yang telah memiliki wilayah kekuasaan otonomi yang berawal dari peristiwa baiat aqobah sebagai puncak dari aktifitas thalabun nushroh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dengan beberapa sahabat secara rahasia. Nubuwwah ini berarti daulah, yakni daulah nubuwwah, bukan dakwah nubuwwah pada fase Mekkah sebelum terjadi peristiwa bai'at aqobah. Karena hadits ini datang (wuruud) di Madinah.
Kalau saja hadits itu diawali dengan lafadz َكان sebagai fi'il madhi yang memiliki arti zaman madhi / telah, maka term nubuwwah bisa memasukkan fase nubuwwah Makkah yang telah terjadi sebelum bai'at aqobah, yaitu fase dakwah dari nol dan tanpa wilayah kekuasaan otonomi.
2. Fakta, khilafah ala minhajin nubuwwah itu diawali dari dibai'atnya Abu Bakar Ashshiddiq menjadi khalifah yang telah memiliki wilayah kekuasaan otonomi sebagai tempat penerapan (tathbiq) dan pelaksanaan (tanfidz) syariat Islam kaffah. Sebagaimana daulah nubuwwah Madinah itu diawali dengan peristiwa bai'at aqobah meskipun secara riilnya baru terjadi setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Fakta ini menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa khilafah ala minhajin nubuwwah itu tidak dari nol dari fase dakwah nubuwwah Makkah sebelum memiliki wilayah kekuasaan otonomi dan sebelum bisa menerapkan dan mempraktekkan syariah Islam kaffah.
Fakta khilafah ala minhajin nubuwwah yang dimulai dari pembai'atan Abu Bakar menjadi khalifah, ini mengokohkan, bahwa nubuwwah dalam hadits diatas adalah daulah nubuwwah fase Madinah, bukan dakwah nubuwwah fase Mekkah. Sebab kalau term khilafah ala minhajin nubuwwah itu dimulai dari dakwah fase Mekkah dan sebelum memiliki wilayah kekuasaan otonomi dan sebelum bisa menerapkan dan mempraktekkan syariah Islam kaffah, maka tentu ada pihak yang berdusta, Rasulullah sebagai pembuat term nubuwwah dan khilafah ala minhajin nubuwwah atau sahabat khulafa rosyidin sebagai pelaksana khilafah ala minhajin nubuwwah, dan kedustaan ini mustahil terjadi pada diri Rasulullah dan sahabat khulafa rosyidin. Maka dapat dipastikan bahwa term nubuwwah adalah daulah nubuwwah, bukan dakwah nubuwwah, dan bahwa khilafah ala minhajin nubuwwah adalah daulah yang telah memiliki wilayah kekuasaan otonomi dan telah menerapkan dan mempraktikkan syariah Islam kaffah sebagaimana daulah nubuwwah, bukan firqoh atau jama'ah seperti halnya khilafatul muslimin pimpinan Abdul Qadir Hasan Baraja.
3. Fakta, mulkan 'adhdhon sebagai khilafah yang telah memiliki wilayah kekuasaan otonomi yang sangat luas dibanding wilayah kekuasaan daulah nubuwwah dan khilafah ala minhajin nubuwwah, dan telah menerapkan dan mempraktikkan syariah Islam kaffah. Dan mulkan adhdhon tidak bisa disebut sebagai khilafah ala minhajin nubuwwah, karena Nabi SAW pun tidak menyebutnya demikian.
4. Fakta, mulkan jabriyyah adalah kepemimpinan politik selain khilafah dan telah memiliki wilayah kekuasaan otonomi yang sangat luas, meskipun terbagi-bagi menjadi negara-negara nasional yang kecil-kecil. Dan telah menerapkan dan mempraktikkan sistem hukum selain syariah Islam, yakni sistem hukum jahiliah.
5. Fakta, khilafah ala minhajin nubuwwah kedua yang akan segera tegak itu terpisah dari mulkan jabriyyah, yakni tidak berdiri di dalam wilayah kekuasaan mulkan jabriyyah, tapi mengambil dan menggantikan kekuasaan mulkan jabriyyah di wilayah kekuasaan yang sama. Nabi SAW tidak membedakan antara khilafah ala minhajin nubuwwah pertama dan kedua. Berarti khilafah ala minhajin nubuwwah kedua itu mengikuti daulah nubuwwah pimpinan Nabi SAW pada fase Madinah, sebagaimana khilafah ala minhajin nubuwwah pertama.
Hal ini dipertegas oleh berulangnya redaksi hadits berupa ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها / kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Redaksi ini menunjukkan adanya pergantian fase dari pese pertama ke fase kedua dan seterusnya setelah fase sebelumnya diangkat oleh Allah. Sehingga datangnya fase khilafah ala minhajin nubuwwah kedua itu terjadi setelah diangkatnya fase mulkan jabriyyah sebelumnya. Jadi tidak ada fase khilafah ala minhajin nubuwwah sebelum diangkatnya fase mulkan jabriyyah dari tempat berdiri tegaknya khilafah ala minhajin nubuwwah. Jadi tidak ada tumpang tindih, tidak ada negara dalam negara. Tidak ada khilafah ala minhajin nubuwwah di dalam negara demokrasi atau republik atau kerajaan, selain khilafah palsu seperti halnya firqoh Khilmus.
•KHILAFAH ala minhajin nubuwwah kedua membutuhkan sosok mujtahid mutlak, bahkan mujaddid.
Dan karena khilafah ala minhajin nubuwwah kedua itu mengikuti daulah nubuwwah Madinah dan harus sama dengan khilafah ala minhajin nubuwwah pertama dari sisi sistem pemerintahan, struktur dan administrasinya, maka membutuhkan seorang mujtahid mutlak, bahkan mujaddid yang benar-benar mampu memetakan dan merumuskan sistem pemerintahan, struktur dan administrasi daulah nubuwwah dan khilafah ala minhajin nubuwwah. Dan sosok mujtahid mutlak dan mujaddid itu telah ada dan tidak ada duanya, yaitu Al-Alamah Asysyaikh Taqiyyuddin Annabhani rahimahullah pendiri Hizbut Tahrir Dunia. Beliau telah menyusun semua yang dibutuhkan oleh khilafah ala minhajin nubuwwah kedua dari proses sebelum dan setelah berdiri tegaknya nanti. Dan meskipun ada terselip sejumlah kekurangan, tapi amir-amir Hizbut Tahrir setelahnya telah berusaha dan mampu memperbaiki dan menyempurnakannya.
•KHILAFAH ala minhajin nubuwwah kedua mengikuti sunnah Nabi SAW dan sunnah khulafa rasyidin.
Khilafah ala minhajin nubuwwah kedua itu wajib mengikuti sunnah Nabi SAW dan sunnah khulafa rosyidiin mahdiyyiin dimana sudah memiliki wilayah kekuasaan otonomi sebagai tempat menerapkan dan mempraktekkan hukum-hukum khalifah yaitu syari'ah Islam kaffah terkait sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem uqubat dan politik dalam dan luar negeri khilafah. Tidak hanya mengikuti sunnah spiritual, ritual dan moral kepausan Vatikan Roma, tanpa memiliki wilayah kekuasaan sama sekali sebagaimana khilafah palsu khilmus.
Rasulullah SAW bersabda :
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى إِخْتِلَافًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فىِ النَّارِ. رواه أحمد وأبو داود والترميذي وابن ماجه.
"Aku wasiatkan kepada kalian dengan bertaqwa kepada Allah azza wajalla, mendengar dan taat (kepada khalifah / amir), meskipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya, karena sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih diberi hidup, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang teguh (meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan) terhadap sunnahku dan sunnah para khalifah yang cerdas dan mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham, dan jauhilah segala perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat adalah di neraka". HR Imam Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majah.
Hadits ini menunjukkan, bahwa selain sistem khilafah adalah sistem kufur dan sistem bid'ah dan bahwa klaim khilafah ala minhajin nubuwwah yang tidak memiliki wilayah kekuasaan otonomi dan tidak menerapkan dan mempraktikkan syariah Islam kaffah atau hukum-hukum khalifah yang terdiri dari sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, sistem uqubat Islam dan politik dalam dan luar negeri Islam, yaitu menyebarkan risalah Islam dengan dakwah dan jihad sebagai pengawal dan pelindung dakwah ketika dipersekusi, bahwa khilafah tersebut adalah khilafah palsu sebagaimana halnya Khilmus.
Wallahu A'lam bish shawab
Semoga bermanfaat, aamiin
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam #IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah
#tintasiyasi
https://t.me/abulwafaromli
abulwafaromli.blogspot.com