Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Memalsukan khilafah apa sesuai Alqur'an dan Assunnah? Jelas tidak!
Ingat semua khalifah yang disebut di dalam Alqur'an dari Nabi Adam AS sampai Nabi Daud AS, semuanya punya wilayah kekuasaan.
Juga semua khalifah yang disebut di dalam Assunnah dari Abu Bakar RA sampai khalifah terakhir Sultan Abdul Majid II meskipun sudah tidak bisa berkuasa karena dalam sandra, semuanya punya wilayah kekuasaan yang membentang.
Wilayah kekuasaan itu wajib adanya, karena bagaimana khalifah bisa berkuasa untuk menerapkan hukum pemerintahan atas rakyatnya, yaitu hukum-hukum yang terkait sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, sistem uqubat Islam, sampai politik dalam dan luar negeri Islam. Kalau cuma shalat ngajak berjamaah, bayar dan mengumpulkan zakat, naik haji dan umror juga jadi perantaranya, maka RT/RW, ustadz dan kiai kampung juga bisa. Kalau cuma pakai baju seragam, maka ludruk dan keroprak juga biasa.
Kalau belum mampu menegakkan khalifah karena belum ada wilayah otonomi tempat menerapkan sistem-sistem tersebut di atas dan sebagai tempat kekuasaan khalifah sebagai penguasa, maka bentuk saja jama'ah dakwah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah SAW pada fase Mekkah, yaitu dakwah pemikiran dan tanpa kekerasan fisik. Bukan malah mendirikan khilafah palsu dan membaiat khalifah palsu dan dengan baiat yang tidak syar'i atau baiat palsu juga (karena semua bai'at yang dipraktekkan oleh Nabi SAW dan sahabat itu setelah tersedia wilayah kekuasaan otinomi), akhirnya semuanya menjadi palsu dan palsu. Menegakkan agama juga palsu, karena faktanya merusak dan merobohkan agama.
Belajarlah mengaji dan mengkaji dalil-dalil tentang jama'ah dan barjamaah. Syukur kalau mau gabung dengan jama'ah dakwah yang sudah menyiapkan semua yang dibutuhkan oleh khilafah ala minhajin nubuwwah ketika berdiri tegak nanti, yaitu Hizbut Tahrir Global.