Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Hadits di bawah sering kali dijadikan "dalil" oleh kaum nasionalis dan aswaja sekular untuk pembenaran terhadap bendera merah-putih :
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ ...
Diriwayatkan dari Tsauban, ia ber: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menghimpun bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai bumi yang telah dihimpunkan untukku. Aku diberi dua harta pusaka; merah dan putih....” (HR. Muslim. 5144).
BENARKAH BENDERA MERAH PUTIH ITU DIAMBIL DARI HADITS INI? TIDAK BENAR, KARENA :
PERTAMA
Merah dan Putih pada hadits di atas adalah emas dan perak, mata uang dinar dan dirham, atau harta kekayaan Kisro (Persia / negeri timur) dan Kaisar (Romawi / negeri barat).
Imam Nawawi rh dalam Syarhu Muslim-nya berkata :
وهذا الحديث فيه معجزات ظاهرة ، وقد وقعت كلها بحمد الله كما أخبر به صلى الله عليه وسلم قال العلماء : المراد بالكنزين الذهب والفضة ، والمراد كنزي كسرى وقيصر ملكي العراق والشام . فيه إشارة إلى أن ملك هذه الأمة يكون معظم امتداده في جهتي المشرق والمغرب ، وهكذا وقع . وأما في جهتي الجنوب والشمال فقليل بالنسبة إلى المشرق والمغرب ، وصلوات الله وسلامه على رسوله الصادق الذي لا ينطق عن الهوى ، إن هو إلا وحي يوحى .
(شرح النووي على مسلم، كتاب الفتن وأشراط الساعة، باب هلاك هذه الأمة بعضهم ببعض).
"Hadits ini adalah mukjizat yang nampak dan alhamdulillah semuanya telah terjadi sebagaimana dikabarkan oleh Nabi SAW. Ulama berkata : "Yang dikehendaki dengan dua harta kekayaan ialah emas dan perak (dinar dan dirham). Yang dikehendaki ialah harta kekayaan Kisro (raja Persia) dan Kaisar (raja Romawi), dua raja wilayah Iraq dan Syam (karena dulu Iraq masuk wilayah Persia dan Syam masuk wilayah Romawi). Ada isyarat pada hadits ini, bahwa kekuasaan umat ini mayoritas perluasannya menuju ke wilayah Timur dan Barat, dan ini telah terjadi. Adapun ke wilayah Selatan dan Utara, maka sedikit dibanding ke wilayah Timur dan Barat. Shalawat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada RasulNya yang jujur yang tidak berkata dari hawa, tiadalah perkataannya melainkan wahyu yang diwahyukan".
Juga dalam Adduror Assanniyyah Almauusu'ah Alhadiitsiyyah bi isyrof 'Alawi bin Abdul Qodir Assqof dan Jaami`us Sunnah wa Syuruuhihaa, dalam Syarah Assuyuthy dinyatakan :
... وَأعْطيت الكنزين الْأَحْمَر والأبيض أَي الذَّهَب وَالْفِضَّة وَالْمرَاد كنزا كسْرَى وَقَيْصَر ملكي الْعرَاق وَالشَّام ...
"... Aku diberi dua harta kekayaan; merah dan putih", yakni emas dan perak. Yang dikehendaki ialah dua harta kekayaan Kisro dan Kaisar, dua raja Iraq dan Syam...".
KEDUA
Bendera merah putih justru kontradiksi dengan maksud hadits diatas. Karena;
1. Umat Islam telah meraih kekuasaan yang membentang dari Timur hingga ke Barat, ketika mereka menerapkan sistem pemerintahan Islam, Khilafah. Dan dengan perintah khalifah lah mereka terus melakukan futuhat dan jihad fi sabilillah ke wilayah Timur dan Barat, sehingga mereka berhasil menaklukkan wilayah Kisro dan Kaisar. Dan dalam naungan khilafah lah umat Islam telah memakai mata uang dinar dan dirham yang terbuat dari emas dan perak. Karena mata uang dinar itu berasal dari Romawi wilayahnya Kaisar, sedang mata uang dirham itu berasal dari Persia wilayahnya Kisro.
2. Sedang Merah Putih adalah bendera nasionalisme. Bendera negara nasional yang menerapkan sistem pemerintahan kufur demokrasi / republik. Negara yang tidak pernah melakukan futuhat dan jihad fi sabilillah ke wilayah negara lain, apalagi menaklukan wilayah Kisro Persia dan wilayah Kaisar Romawi. Dan selama punya bendera merah putih tidak pernah sekalipun memakai mata uang dinar dan dirham yang terbuat dari emas dan perak.
KETIGA
Umat Islam itu telah memiliki bendera sendiri, yaitu bendera warisan Rasulullah SAW, yaitu Ar-Royah/Royatul`uqob (bendera gagak) berwarna dasar hitam dengan beetuliskan dua kalimat tauhid berwarna putih dan karenanya dinamakan bendera tauhid, dan Al-Liwa'/Liwaulhamdi (bendera pujian/kehormatan) berwarna dasar putih bertuliskan dua kalimat tauhid berwarna hitam.
Banyak dalil-dalil sunnah dan atsar yang menjelaskan tentang Al-Liwa dan Ar-Rayah, diantaranya dari Abi Said dan Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
أنا سيد ولد آدم يوم القيامة ولا فخر وبيدي لواء الحمد ولا فخر وما من نبي يومئذٍ آدم فمن سواه إﻻ تحت لوائي ... رواه الترمذي و أحمد
"Aku adalah tuan anak Adam pada hari kiamat tidak ada sombong. Aku pemegang liwaulhamdi tidak ada sombong. Tidak ada seorang nabi pun pada hari itu, Adam lalu yang lainnya, kecuali di bawah liwaku ...".
Dan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu :
كَانَ لِوَاءُ -صلى الله عليه وسلم- أَبْيَضَ، وَرَايَتُهُ سَوْدَاءَ
“Bendera (Liwa) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwarna putih, dan panjinya (Rayah) berwarna hitam.” (HR. Al-Hakim, Al-Baghawi, At-Tirmidzi).
Dan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ’anhu :
كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ، مَكْتُوبٌ عَلَيْه ِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
“Panjinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwarna hitam, dan benderanya (Liwa) berwarna putih, tertulis di dalamnya: “Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasulullah”.” (HR. Ath-Thabrani).
Dan meskipun disana ada riwayat warna merah, tapi hanya satu warna, dan tidak ada riwayat bendera gabungan warna merah-putih.
KEEMPAT
Bendera merah-putih ketika menjadi bendera negara nasional yang menerapkan sistem pemerintahan kufur demokrasi / republik, maka layak disebut bendera 'immiyyah / 'ashobiyyah/ fanatisme.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "مَنْ خَرَجَ مِن الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الجماعةَ فماتَ ماتَ مِيتةً جَاهلية، وَمَنْ قَاتلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ، يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ، أو يَدْعُو إِلى عَصبَةٍ، أو يَنْصُرُ عَصَبَة، فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِليَّةٌ، ...
Dari Abu Hurairoh ra., ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda : "Siapa saja yang keluar dari ta'at (kepada Imam/khalifah) dan meninggalkan Jama'ah (jama'atul muslimin) lalu ia mati, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah. Siapa saja yang berperang di bawah bendera ''immiyyah, ia marah karena fanatik kelompok, mengajak kepada fanatik kelompok, atau menolong kelompok, lalu ia terbunuh, maka mati dalam keadaan mati jahiliyah....". (HR Ahmad, Muslim, Nasai, Ibnu Majah dll).
Dalam riwayat Muslim dengan redaksi ;
ومن قتل تحت راية عمية يغضب للعَصَبة ويقاتل للعَصَبة فليس من أمتي
"Siapa saja yang terbunuh di bawah bendera 'immiyyah, ia marah kerana fanatik kelompok dan berperang karena fanatik kelompok, maka ia bukan termasuk umatku".
KELIMA
Bendera merah-putih ketika dipakai untuk menolak bendera Islam / Liwa dan Royah / bendera tauhid dan untuk menolak dakwah penegakan khilafah, maka bisa disebut bendera khianat.
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻟِﻜُﻞِّ ﻏَﺎﺩِﺭٍ ﻟِﻮَﺍﺀٌ ﻳُﻨْﺼَﺐُ ﺑِﻐَﺪْﺭَﺗِﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔ
Dari Ibnu Umar ra, ia berkata: "Aku pernah mendengar Nabi SAW bersabda: "Pada hari kiamat, setiap pengkhianat itu memiliki bendera yang diangkat sesuai pengkhianatannya". (HR Bukhari, dalam riwayat lain):
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻜُﻞِّ ﻏَﺎﺩِﺭٍ ﻟِﻮَﺍﺀٌ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻳُﻌْﺮَﻑُ ﺑِﻪِ
Dari Abdullah bin Umar ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Pada hari kiamat, setiap pengkhianat memiliki bendera di mana ia dikenal dengannya". (HR Bukhari).
TERAKHIR
Posisikanlah bendera pada posisi asalnya, yaitu hanya sebagai identitas suatu bangsa atau negara untuk membedakannya dari yang lainnya. Jangan berlebihan memperlakukannya dan jangan pula terlalu mensakralkannya. Apalagi dengan mengasih bumbu-bumbu khurafat dan apalagi dikait-kaitkan dengan sabda Nabi atau wahyu. Karena ketika bendera merah-putih itu terlalu ditinggikan, maka ketika direndahkan juga bisa sangat menyakitkan.
Contohnya;
1- merah-putih = darah merah dan darah putih = najis dan suci = negara sekular yang menggabungkan hukum Islam dan hukum jahiliah = darul kufri.
2- merah-putih = bendera Belanda, triwarna merah-putih-biru, lalu disobek birunya maka tinggal merah-putihnya. Seperti negara Indonesia belum sepenuhnya merdeka, baru merdeka dari penjajahan militer, karena benderanya saja masih pakai bendera Belanda baru dikurangi satu warna.
Dan seterusnya...
Itulah cocoklogi, yaitu ilmu di mana seseorang berusaha keras mencocokkan hal A dan hal B, padahal kedua hal tersebut sebenarnya tidak berhubungan sama sekali. Sebagai mana mencocokkan al-ahmar dan al-abyadh dalam hadits di atas dengan merah-putih sebagai warna bendera negara Indonesia. Lebih buruk lagi cocoklogi itu ditambahi bumbu-bumbu agama seperti sabda Nabi dan istikharah ulama atau wali. Dan cocoklogi itu bukan dalil syara'. Jadi posisikan bendera merah-putih itu pada posisinya. Jangan terlalu disanjung dan tinggikan dan jangan terlalu dihina dan direndahkan. Keadilan itu berada ditengah antara keduanya.
Wallohu A'lam bisshowab
Semoga bermanfaat. Aamiin