PUNCAK DAKWAH PENEGAKKAN KHILAFAH ADALAH MEMBUMINYA TAUHID

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Di dalam Alqur'an surat Annur [24 : 55], Allah SWT benar-benar telah berjanji dengan *TIGA* janji berturut-turut, yaitu janji kepada orang-orang yang beriman dari kaum muslimin dan beramal shalih, baik secara umum maupun secara khusus, yaitu amal shalih dalam dakwah menegakkan khilafah, dengan mengikuti dan meneladani sunnah Rasulullah SAW dan sunnah Alkhulafaa Arrosyidiin. Karena merupakan sunnatullah, menjadikan khilafah kepada orang-orang yang berdakwah dan berjuang untuk khilafah, sebagaimana Allah memberikan buah-buahan kepada siapa yang menanam pohon buahnya. Sunnatullah itu tidak berubah, laa tabdiila lahaa, sudah final, kecuali khoriqotul `aadah sebagaimana mu`jizat para nabi dan rasul.


Tidak munkin, bahkan mustahil, Allah memberikan khilafah kepada para pejuang demokrasi, republik, komunis atau kerajaan. Lebih mustahil lagi Allah memberikan khilafah kepada mereka yang selama ini menolak dan menentang dakwah penegakkan khilafah :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang beramal shalih".


*JANJI PERTAMA* :
Allah SWT akan menjadikan mereka para khalifah :
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ
"Bahwasanya, sungguh Allah akan menjadikan mereka (para) khilafah yang berkuasa di muka bumi, sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka (para) khalifah".

Janji pertama ini telah dipertegas oleh Rasulullah SAW :
كَانَتْ بَنُوْإِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ، كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِيْ وَسَتَكُوْنُ خُلَفَاءُ فَتَكْثُرُ. قَالُوْا: فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: فُوْا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ.  وَأَعْطُوْهُمْ حَقَّهُمْ، فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ.
“Dulu Bani Israil selalu diurus oleh para Nabi. Setiap kali seorang Nabi meninggal, ia digantikan oleh nabi yang lain. Sungguh tidak akan ada Nabi setelahku, tetapi akan ada banyak Khalifah.” Para Sahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Penuhilah baiat kepada khalifah yang pertama, lalu khalifah yang pertama (secara berurutan). Beri mereka hak mereka karena Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas urusan yang telah diserahkan kepada mereka.” (HR. Muslim).

Ingat, meskipun khalifah itu berjumlah banyak, tetapi urut satu persatu, sebagaimana ngantri membeli tiket dan lainnya.


*JANJI KEDUA* :
Allah SWT akan menjadikan agama Islam diterapkan secara sempurna (kamilah) dan menyeluruh (syamilah) :
وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ
"Dan sungguh, Allah benar-benar akan mengokohkan bagi mereka agama mereka yang Allah ridho untuk mereka".

Agama mereka yang diridhoi Allah hanyalah Islam sebagaimana Allah berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maaidah: 3).

Islam bisa kokoh dan kuat itu hanya ketika diterapkan secara sempurna dan menyeluruh sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Hai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam agama Islam secara kaffah (total). Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh nyata bagi kalian". (Albaqoroh : 208).

Dalam Attafsiir Almuyassar karya Sejumlah Ulama Pilihan disebutkan :

 يا أيها الذين آمنوا بالله ربًا وبمحمد نبيًا ورسولا وبالإسلام دينًا، ادخلوا في جميع شرائع الإسلام، عاملين بجميع أحكامه، ولا تتركوا منها شيئًا، ولا تتبعوا طرق الشيطان فيما يدعوكم إليه من المعاصي. إنه لكم عدو ظاهر العداوة فاحذروه."

Wahai orang-orang yang mengimani Allah sebagai Robb, Muhammad sebagai Nabi dan Rasul dan Islam sebagai agama, masuklah kalian ke dalam semua syari'at Islam, dengan mengamalkan semua hukum-hukumnya, dan jangan meninggalkan sesuatu pun darinya. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan syetan yang mengajak kalian kepada maksiat. Sesungguhnya syetan itu musuh kalian yang nyata permusuhannya, maka waspadalah terhadapnya".


*JANJI KETIGA* :

Allah akan mengganti kondisi mereka, setelah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa :

وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِخَوْفِهِمْ أَمْنًا 

"Dan sungguh, Allah benar-benar akan mengganti kondisi mereka, setelah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa".

Kondisi aman sentosa ini terjadi setelah syariat Islam diterapkan secara sempurna dan menyeluruh dalam kehidupan, masyarakat dan negara, sebagaimana janji kedua diatas. Yaitu setelah keamanannya menjadi keamanan Islam, yakni dipegang dan dikendalikan oleh kaum muslimin, bukan oleh kaum kafirin dan musyrikin. 

Dengan demikian, khilafah dengan khalifahnya adalah negara Islam (daarul islaam). Yaitu negara yang hukum-hukum yang diterapkannya adalah hukum-hukum Islam dan keamanannya adalah keamanan Islam. 


SETELAH KHILAFAH TEGAK, TAUHID BISA MEMBUMI 

Allah SWT berfirman :

يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا 

"Mereka menyembahku dengan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku".

Hakekat menyembah Allah adalah menerapkan hukum-hukum Allah dengan ikhlas, dengan tidak mengambil dan menyelipkan hukum jahiliah, hukum produk hawa nafsu manusia, terhadap hukum-hukum Allah, sehingga terjadilah syirik dalam penetapan hukum.

Terkait syirik dalam ibadah mahdhoh dan syirik dalam penetapan hukum, Allah SWT berfirman :

 فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (Alkahfi : 110).
قُلِ اللّٰهُ اَعۡلَمُ بِمَا لَبِثُوۡا‌ ۚ لَهٗ غَيۡبُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ ؕ اَبۡصِرۡ بِهٖ وَاَسۡمِعۡ‌ ؕ مَا لَهُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّلِىٍّ وَّلَا يُشۡرِكُ فِىۡ حُكۡمِهٖۤ اَحَدًا.
Katakanlah, "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia; dan *Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum*." (Alkahfi : 26).


Dan Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ , قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيمٍ وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَحُجُّ الْبَيْتَ...
Dari Mu’adz bin Jabal ra., ia berkata : “Aku berkata : "Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepadaku amal perbuatan yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka." Nabi SAW bersabda: "Sungguh, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar, tetapi sesungguhnya itu adalah mudah bagi orang yang Allah mudahkan atasnya: Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, engkau menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan pergi haji ke Baitullah".melainkan dengan sebab lisan mereka.’” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih).


Sungguh hakekat ibadah adalah menerapkan hukum Allah dengan ikhlas (mukhlishiina lahuddiin) dan tidak menyekutukannya dengan hukum jahiliah, baik jahiliah ortodoks maupun moderen. Shalat adalah ibadah dan hukumnya wajib.  Maka menegakkan shalat adalah menerapkan hukum wajib berupa shalat. Karena hukum asal ibadah adalah haram selagi tidak ada perintah dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Juga dengan ibadah puasa, zakat dan haji, semuanya adalah menerapkan hukum Allah. Juga hukum Allah terkait pengaturan kehidupan, masyarakat dan negara, semuanya wajib diterapkan dengan ikhlas dan tidak syirik.


*TERAKHIR* :


Proses menuju tauhid sesuai Alqur'an surat Annuur ayat 55 :

1. Dakwah kepada penegakkan Khilafah dengan benar. Yaitu dengan mengikuti dan meneladani langkah-langkah dakwah Rasulullah  SAW pada fase Mekkah sampai berdirinya Daulah Nubuwwah di Madinah. Dan inilah amal shalih yang diperlukan dan yang dimaksud.
2. Tegaknya khilafah dimulai dari tersedianya wilayah otonomi untuk berdiri tagaknya khilafah dan dibai`atnya seorang khalifah bagi kaum muslimin di seluruh dunia.
3. Penerapan syari'at Islam secara sempurna dan menyeluruh oleh khalifah.
4. Kaum muslimin mendapat keamanan penuh sehingga tidak ada ketakutan terhadap diri, harta dan kehormatannya.
5. Membuminya tauhid, dimana kaum muslimin bisa beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan tidak menyekutukan suatu apapun dan seorang pun dengan Allah SWT.


SIAPA YANG MENGINGKARI PROSES DI ATAS, MAKA MEREKA ADALAH ORANG-ORANG FASIK


Allah SWT telah menutup Annuur ayat 55 dengan firmaNya : 

وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ 

"Dan siapa saja yang kufur (mengingkari) setelah itu (janji Allah), maka mereka adalah orang-orang fasik".


Mari Kita bersatu padu beramal shalih, berdakwah dan berjuang menegakkan khilafah rosyidah, khilafah `alaa minhajin nubuwwah. Bersatu Kita kuat, bercerai Kita runtuh!



Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.