MEMBONGKAR PENYESATAN KHAWARIJ MODEREN

Membongkar Penyesatan Pemikiran Aswaja Semi Khawarij


Oleh : Abulwafa Romli


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Jargon Khawarij itu : "laa hukma illa lillah (tidak ada hukum kecuali milik Allah)" dan "waman lamyahkum bimaa anzalallahu faulaaika humul kaafiruun (siapa saja yang tidak memutuskan perkata dengan hukum yang telah diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir)".

Sedang penyesatan Khawarij itu sebagaimana dikatakan oleh Imam Ali RA :
كَلِمَةُ حَقٍّ أُرِيدَ بهَا بَاطِلٌ
"Perkataan yang haq untuk tujuan bathil". (HR Muslim).


Khawarij itu membawa ayat-ayat Alqur'an dan Hadits untuk tujuan menolak kewajiban Khilafah yang sedang dan terus didakwahkan oleh Hizbut Tahrir bersama umat. Kalau khawarij zaman dulu hanya membunuh khalifah yang sah secara syara` dan tetap membenarkan sistem khilafahnya, maka khawarij sekarang malah anti khilafahnya dan tentu anti khalifahnya. Kalaupun mereka menerima khilafah / khalifah, tapi dengan arti kepemimpinan umum, presiden, raja atau perdana mentri yang jelas-jelas tidak menerapkan hukum Allah. Berarti khawarij sekarang lebih buruk dan lebih jahat dari khawarij zaman dulu. Karena hakekat khawarij adalah kelompok yang menolak penerapan hukum Allah dengan membawa ayat-ayat Allah dan hadits Rasulillah, tetapi untuk tujuan batil.

Di bawah adalah contoh pemikiran khawarij sejati :


====== m u l a i ======
PENYEBAB RUSAKNYA AGAMA DAN AKHLAQ EKSPONEN HT/HTI.
Oleh : Hanannia Zahro
Allah menjadikan agama ini dalam kelapangan, bukan dalam kesempitan seperti persepsi HIZBUTAHRIR (HT)
Sebab Dari sisi Allah tak pernah memaksa kita untuk memperjuangkan khilafah,
Sementara HT mengatakan tidak memperjuangkan itu adalah dosa, sekaligus mengatakan orang orang yang diluar kelompok HT lebih berdosa bahkan anti Syariat, alergi Khilafah, munafiqun, hanya karena tidak sependapat dengan pemahaman Khilafah yang diajarkan oleh HT sungguh miris bukan??!
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Maka apa yang dibebankan HT terhadap pengikutnya adalah hal yang  menyempitkan jiwa, melanggar tabiat fitrah manusia.
Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama ini mudah, tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam agama, melainkan ia akan terkalahkan.” (HR Bukhari)
Karena dengan adanya tambahan tuntutan yang berubapa kewajiban kewajiban yang harus dipikul oleh setiap bahu anggota dan Stempel 'PENGEMBAN DAKWAH DAN PENJAGA ISLAM TERPERCAYA'
Hal demikian sudah pasti bertentangan dengan fitrah seorang muslim, Tak heran ketika kita melihat tindakan Ubnormal eksponen HT,
Karena apa...??? Jiwa yang tertekan tadi meledak, mencari jalan keluar dengan caranya sendiri, Yakni
Gemar Berbohong, mencaci maki, durhaka kepada ortu, suami dsb,
melanggar hal hal yang diharamkan secara pasti dalam Islam.
Sabda Rasulullah SAW
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ ؛ فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ
Artinya: “Wahai manusia, jauhilah berlebih lebihan dalam agama karena sesungguhnya yang menghancurkan orang orang sebelum kalian adalah berlebih lebihan dalam agama.” (HR Ibnu Majah)
Mereka akan hancur karena jiwa manusia tidak mampu menanggung itu.
karena Rasulullah SAW yang berkata "pasti binasa", maka itu akan terjadi, karna Ucapan Nabi SAW pasti qabul.
Yaa Rabbku ...Kami menghiba kepadaMu lindungi dan hindarkan kami dari sikap ghuluw dalam beragama. Aamiin
====== s e l e s a i ======


PADAHAL SESUNGGUHNYA :

PERTAMA :
Menegakkan Khilafah itu mudah. Karena menegakkan Khilafah itu fardhu kifayah. Yakni menjadi tanggung jawab bersama kaum muslimin se-dunia. Menjadi sulit karena kaum musliminnya masih belum mau, bukan karena tidak mampu. Ditambah lagi, kaum musliminnya justru sedang menerapkan sistem pemerintahan kufur republik - demokrasi atau sistem pemerintahan bid`ah kerajaan dan keamiran. Padahal sistem kufur dan bid`ah inilah yang sulit diterapkan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah, sempurna dan menyeluruh, bukan sistem khilafah.

Dalil kewajiban menegakkan khilafah juga sangat lengkap; Alqur'an, Assunnah, Ijmak sahabat dan Qiyas syar`iy. Ini menunjukkan bahwa menegakkan khilafah itu mudah. Karena Allah tidak akan memberi beban yang tidak sanggup  dipikul oleh kaum muslimin. Artinya, Allah tidak akan mewajibkan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan oleh kaum muslimin. Ketika Allah telah mewajibkan sesuatu atas kaum muslimin, berarti Allah sudah tahu, bahwa kaum muslimin mampu untuk melaksanakannya secara bersama. Inilah hakekat fardhu kifayah. Fardhu besar dipikul bersama sehingga menjadi mudah dan ringan.


KEDUA :
Terkait ayat Alqur'an;
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185).
Dan hadits;
إِنَّ هَذَا الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama ini mudah, tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam agama, melainkan ia akan terkalahkan.” (HR Bukhari).
Dan hadits;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّيْنِ ؛ فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ الْغُلُوُّ فِي الدِّيْنِ
Artinya: “Wahai manusia, jauhilah berlebih lebihan dalam agama karena sesungguhnya yang menghancurkan orang-orang sebelum kalian adalah berlebih lebihan dalam agama.” (HR Ibnu Majah).

Ayat dan hadits di atas dan yang lainnya justru menjadi dalil untuk menegakkan khilafah dan meninggalkan sistem pemerintahan selain khilafah. Karena khilafah itu mudah untuk mempermudah segala urusan dan solusi atas semua problem yang menimpa bangsa dan negara. Khilafah itu mudah sebagai metode untuk menerapkan dan menyebarkan keadilan bagi seluruh umat manusia di dunia, baik yang muslim maupun yang kafir dan musyrik.

Justru sikap berlebih-lebihan yang jelas-jelas memiliki daya rusak dan merusak itu ketika kaum muslimin meninggalkan khilafah yang mudah, lalu mereka menerapkan sistem pemerintahan yang sulit; kerajaan, keamiran, republik, demokrasi atau komunis. Kerusakan di daratan dan lautan sudah sangat nyata dan terindra, dan semuanya sangat sulit untuk dapat diperbaiki. Semua kekayaan alam milik bersama kaum muslimin pun diberikan dan dikuasai oleh para kapitalis dan oligarki. Sedang umat sebagai pemiliknya terus diperas melalui pajak yang berlapis. Semua di atas adalah sikap berlebih-lebihan untuk menghalangi penerapan syariat agama Islam secara kaffah melalui penegakkan Khilafah.


KETIGA :
Menegakkan khilafah adalah fardhu kifayah. Artinya menjadi tanggung jawab bersama kaum muslimin se-dunia. Ini berarti menegakkan khilafah itu mudah karena dipikul bersama oleh kaum muslimin. Dan merupakan kewajiban besar yang dosa menolak dan menistakannya juga besar. Karena sesuatu yang harus dipikul bersama adalah sesuatu yang besar. Teknisnya agar menjadi mudah, kaum muslimin harus bersama-sama menegakkan khilafah dan sesuai kemampuan dan kesanggupannya masing-masing.

Karenanya,  Firman Allah ;
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan ia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya." (Albaqoroh ayat 286).
Harus diposisikan pada posisinya yang tepat, yaitu anjuran untuk beraktifitas termasuk aktifitas menegakkan khilafah sesuai kesanggupan masing-masing. Bukan anjuran untuk tidak beraktifitas dan bukan untuk menolak aktifitas dengan alasan tidak ada kemampuan dan kesanggupan. Padahal sesungguhnya hanya tidak ada kemauan. Betapa penipunya Iblis Khawarij itu. 


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.