ULAMA YANG KITA BUTUHKAN SAAT INI

Oleh : Abulwafa Romli


Si fulan yang fanatik buta, ketika ia menolak dakwah syariah dan khilafah, dengan sangat tendensius, berkata :


Alah Dul Dul Romli wes pindaho Kono ae ko Indonesia uwong kok gur dadi benalu n dadi provokator  alim ndi koe Ki mbek Mbah Hasyim Asy'ari, Mbah kyai Wahab Hasbullah, Mbah kyai Bisri Syansuri, mbek Mbah kyai Abdul Karim, mbek Mbah kyai As'ad Syamsul Arifin, sekelas habib Umar bin hafidz Yaman yg beliau mendapat gelar almusnid karena hafal 300.000 lebih hadits, n habib Ali Al Jufri Qatar tidak sedikitpun menyuruh umat Islam mendirikan khilafah la koe Ki sopo Dul bengak bengok khilafah ae belajaro maneh Nang Piro habib n kyai seng alim n cinta NKRI lek ora gelem minggato ko Indonesia


(Walah Abulwafa Romli, pindah saja ke sana (ke luar Indonesia, ke Arab barangkali). Di Indonesia kamu hanya jadi benalu dan provokator. Alim siapa antara kamu dan Mbah Hasyim Asy'ari, Mbah Kyai Wahab Hasbullah, Mbah Kyai Bisyri Syamsuri, Embah Kyai Abdul Karim, Mbah Kyai As'ad Syamsul Arifin? Sekelas Habib Umar bin Hafidz Yaman yang beliau mendapat gelar Almusnid karena hapal 300.000 lebih hadits, dan Habib Ali Al Jufri Qatar, tidak sedikitpun menyuruh umat Islam mendirikan khilafah. Kamu itu siapa bengok-bengok khilafah terus. Belajarlah lagi kepada para habib dan kyai yang alim dan cinta NKRI. Kalau tidak mau, maka keluarlah dari Indonesia).


==============


Qultu ana :


Si fulan dalam perkataannya diatas telah mengumpulkan tiga kesalahan sekali gus, yaitu ;


Pertama; buruk sangka dan bodoh terhadap kondisi sejumlah ulama yang disebut nama-namanya diatas. Seolah ulama tersebut menolak penegakkan khilafah. Padahal diam dari suatu kewajiban itu tidak harus berarti menolak, tapi karena alasan lain seperti terlalu sibuk dengan kewajiban mendidik dan membina santri atau sudah berusaha tapi tidak mampu. Dan terkait penegakkan khilafah, faktanya para ulama itu sebelum berdirinya NU, sebagian mereka sudah berupaya menegakkan kembali khilafah pasca runtuhnya, yaitu melalui pengiriman delegasi ke komite khilafah di sejumlah tempat (sejarahnya bisa dilacak sendiri, tulisan ini bukan tempatnya).


Kedua; menuduh pajuang penegakkan khilafah sebagai benalu dan provokator. Sehingga menurutnya tidak layak tinggal di Indonesia. Ini adalah pembalikan fakta yang biasa dilakukan oleh musuh-musuh Islam dan Kaum Muslim, lebih-lebih oleh kaum komunis / PKI. Karena justru merekalah benalu dan provokator itu, yang telah terbukti merusak negeri tercinta Indonesia ini, baik SDA maupun SDM-nya.


Ketiga; si fulan jahil dengan kondisi negara dan bangsa yang sangat butuh solusi radikal keluar dari lisan dan tulisan ulama ulul albab, ulama berakal cerdas, ulama cendekia ideologis Islami. Negara dan bangsa ini butuh solusi sistemis, yaitu sistem pemerintahan Islam, khilafah. Karena penyebab kerusakannya juga sistemis, yaitu dirusak oleh sistem pemerintahan demokrasi - kapitalis - sekular atau sistem komunis - sosialis - materialis.


ULAMA SEPERTI APA YANG KITA BUTUHKAN?


Sekarang kita tidak butuh ulama menghapal ratusan ribu hadits beserta syarahnya, karena semua hadits dan syarahnya sudah tertulis dan sudah berjejer di maktabah dan sudah ada dimaktabah syamilah. Dan kita tinggal membuka dan membacanya.


Sekarang kita tidak butuh ulama yang hapal Alqur'an serta kitab-kitab tafsirnya, karena hampir semua kitab tafsir ulama mufassir juga sudah tinggal buka dan baca di berbagai maktabah dan maktabah syamilah dimana memuat puluhan ribu kitab berbagai disiplin ilmu.


Sekarang kita tidak butuh ulama fuqoha yang hapal kitab fiqh ini dan kitab fiqh itu, karena seperti diatas, kitab-kitab fiqh sudah tinggal kita buka dan baca.


Jadi mencari tafsir ayat manapun sudah ada di depan kita, tinggal buka dan baca. Mencari hadits dan syarah hadits manapun sama tinggal buka dan baca. Juga mencari masalah fiqh apapun sudah tinggal buka dan baca, semau kita, dan semuanya sudah dimudahkan, hanya dengan modal bisa bahasa Arab fushha, yakni memakai nahwu - shorof dan bisa komputer atau laptop, bahkan pakai henpon android agak mahal sedikit lebih mudah lagi.


Sedang kedudukan ulama-ulama tersebut tidak berbeda jauh dari maktabah kitab-kitab yang berjalan. Ini masih ada baik dan manfaatnya. Tapi justru banyak dari mereka malah memilih menjadi corong-corong rezim zalim atau menjadi kaki tangan penjajah kafir dalam menghalangi dakwah syariah dan khilafah. Buruk sekali kondisi mereka itu. Mereka menjadi ulama salathin (pemerintah), ulama suu' (buruk), ulama lushshun (penyamun) dan ulama fattaan (ahli fitnah) dan kadzdzaab (pendusta). Kita berlindung kepada Allah dari keburukan dan kejahatan mereka.


Lalu siapa ulama yang kita butuhkan sekarang? Sungguh, yang kita butuhkan sekarang adalah ulama plus plus. Yaitu mufassir, muhaddits dan fuqoha yang paham dengan ideologi dunia baik kapitalisme maupun komunisme, yang matang dengan ideologi Islam, dan yang berdakwah (berjuang) untuk menerapkan ideologi Islam.


Ideologi Islam adalah gabungan dari fikroh (syariah Islam kaffah) dan thoriqoh yang bagian dari fikroh untuk menerapkan fikroh, yaitu penegakkan khilafah. Jadi ulama plus plus model ini yang tidak ada di dalam semua maktabah, juga tidak ada di dalam maktabah syamilah.


Hanya ulama plus plus itu yang mampu dan memenangkan perang pemikiran (ghozwul fikri) dengan pemikir-pemikir ideologis kafir orientalis dan penjajah. Dan mampu membimbing umat serta menuntunnya menuju kebangkitan dan kemerdekaan hakiki.


YANG KITA BUTUHKAN ADALAH ULAMA YANG BISA MENUNTUN KITA DALAM MENAPAKI JALAN DAKWAH PENEGAKKAN KHILAFAH ROSYIDAH DENGAN MENGIKUTI METODE RASULULLAH SAW


#KhilafahAjaranIslam
#IslamRahmatanLilAlamin


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.