*SUPAYA KAMU BERTAQWA*

Oleh : Abulwafa Romli


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (Albaqoroh : 183).


Melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangannya itulah taqwa, bukan salah satunya.


Membaca Alqur'an, berdzikir dan berdoa serta dhiror / mengganggu dan menyakiti orang lain, itu bukan taqwa.


Bersedekah dan berinfaq serta mengumpat dan mengundat itu bukan taqwa.


Mengangkat pemimpin / nashbu Imam serta menerapkan hukum dan sistem kufur demokrasi atau komunis itu bukan taqwa.


Cinta tanah air serta menolak, membuang dan mengingkari hukum dan sistem yang datang dari Allah Pemilik hakiki tanah air untuk mengatur tanah air itu bukan taqwa.


Intinya semua ibadah dan klaim ibadah kepada Allah ketika bersamaan dengan semua yang dilarang oleh Allah seperti riya (ingin dilihat orang lain), sum'ah (ingin didengar orang lain), syirik, tidak ikhlas, sombong, 'ujub dan menyakiti diri sendiri dan orang lain, itu semua bukan taqwa. Karena hanya melaksanakan perintah Allah, tapi tidak menjauhi atau meninggalkan larangannya.


Taqwa itu seperti uang kertas asli yang memiliki gambar di dua sisi dan tanda di dalamnya yang bisa diterawang. Dua sisinya melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Sedang tanda di dalamnya yaqin, ikhlas dan khusyuk. Ketika gambarnya hanya di satu sisi atau tidak ada tanda di dalamnya, maka itu uang kertas palsu. Dan kalau taqwa itu taqwa palsu alias nifaq munafiq.


Begitu pula taqwa itu seperti mata uang Islam dinar dan dirham yang memiliki gambar di dua sisinya serta dibuat dari emas dan perak. Meskipun tidak ada tanda di dalamnya yang bisa diterawang, tetapi logamnya sudah asli emas dan perak. Dan nilai nominal dan intrinsik / bendanya sudah seimbang.


Di bulan Romadhon ini, Kita sedang dilatih untuk bisa bertaqwa dan benar-benar bertaqwa. Karenanya, semuanya harus tercermin dari taqwa termasuk aksi dan perjuangannya. Dari aksi dan berjuang ganti presiden dalam demokrasi diganti dengan aksi dan berjuang terapkan syariah Islam kaffah dan tegakkan khilafah. Agar semua ibadah dan klaim ibadahnya, termasuk nashbu iman dan cinta tanah airnya benar-benar bagian dari taqwa.


Dan supaya amal ibadah kita diterima. Karena Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertaqwa :


وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّ ۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَر ِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ ﴿المائدة : ۲۷﴾


"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!” Dia (Habil) berkata, *“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”* (QS. Al-Maidah : 27).


*Penting* :


Sebagaimana Alqur'an surat Al baqoroh ayat 183 diatas, taqwa itu harus lahir dari orang-orang yang beriman. Sedang iman adalah aqidah. Karenanya, dalam bertaqwa juga Kita dituntut supaya mengingkari akidah sekularisme yang melahirkan ideologi kapitalisme, yang melahirkan sistem pemerintahan demokrasi, dan yang melahirkan ide kebebasan, pluralisme dan sinkretisme. Juga dituntut mengingkari aqidah materialisme yang melahirkan ideologi komunisme - sosialisme, yang melahirkan sistem pemerintahan komunis, yang melahirkan berbagai kezaliman, penyimpangan dan kerusakan.


Ya Allah, jadikanlah Kami golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Aamiin


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.