Oleh : Ahmad Agus S Jember
Antara mazhab Asy'ari-Maturidi saja berbeda dalam mendefinisikan konsep Qodlo-Qodar, kok Anda menyalahkan Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani rh?!
Ada oknum santri yang berani mengeluarkan syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani rh dari Ahlussunnah Waljamaah gara-gara beliau rh mendefinisikan ulang makna Qodlo-Qodar berdasarkan pendekatan mashdar talaqqi Abul Hasan al-Asy'ari rh yang lain.
Justru definisi ini membumikan konsep Qodlo-Qodar dan menyederhanakannya.
Definisi ulang ini tidak keluar dari Ahlussunnah Waljamaah / Asy'ari-Maturidi, bahkan bisa memudahkan kita untuk menjawab pertanyaan di bawah :
"Apakah manusia dipaksa melakukan perbuatan baik dan buruk, ataukah diberi kebebasan memilih?"
"Apakah manusia diberi pilihan melakukan suatu pekerjaan atau meninggalkannya, atau sama sekali tidak diberi hak untuk memilih (ikhtiar)?"
Konsep dua area / lingkaran beliau rh sangat memuaskan menjawab pertanyaan ini.
Pendefinisian ulang ini tidak keluar dari Aswaja, karena masih menggunakan pendekatan /metode jumhur Ahlussunnah Waljamaah / jumhur Asy'ari-Maturidi, yaitu tetap menggunakan mashdar talaqqinya Abul Hasan al-Asy'ari rh dan dalil qot'i, sebagaimana Imam Nawawi ra.
Adapun perihal beda definisi, antara Asy'ari dan Maturidi juga berbeda dalam mendefinisikan nya. Pendefinisian ini sifatnya zhonni bukan qot'i, makanya boleh beda. Tradisi klasifikasi dalil sebagai qot'i dan zhonni merupakan tradisi Asy'ari-Maturidi.
Mari Ikuti Syaikh Mahmud Said Mamduh rh yang objektif mengatakan bahwa Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani rh adalah ulama besar dan menonjol dari Ahlussunnah Waljamaah (aswaja) : https://bit.ly/3k9ej5O
Lebih detail konsep Qodlo-Qodar Syaikh Taqiyyuddin an Nabhani rh yang memuaskan tersebut, silakan baca kitab Nizomul Islam dan Syakhshiyyah di channel alfaqir :
https://t.me/SantriGarisLurus
Wallahu A'lam
(Repost status lama)