BERPALING DARI ORANG BODOH

*BANGGA DIKATA GOBLOK*

Abulwafa Romli

Ketika ada yang berkata "GOBLOK" kepada Anda, berarti Anda itu pintar, cerdas dan pandai. Krn kalau Anda benar goblok, maka mereka langsung berpaling dari Anda tanpa berkata-kata. Karena Allah swt telah berfirman : "wa a'ridh 'anil jaahiliin / berpalinglah kamu dari orang-orang bodoh (goblok)".

Sedang orang yang berkata "goblok" kepada Anda, maka hakekatnya dialah orang goblok itu. Karena dia tidak mengerti dan dia goblok bagaimana memperlakukan orang yang benar-benar goblok.

Orang yang pintar, cerdas dan pandai pasti tahu bahwa khilafah adalah sistém pemerintah Islam yang wajib ditegakkan dengan dalil Alqur'an, Asunnah Alijmak dan Alqiyas. Dan demokrasi adalah sistem pemerintahan kufur yang haram didakwahkan dan diterapkan. Lebih dari itu, demokrasi adalah warisan penjajah dan alat penjajah untuk melanggengkan penjajahannya yang lebih mudah dan hasilnya meksimal. Karena penjajahan militer itu mahal biaya dan resiko banyak. Sedang penjajahan non militer itu murah biaya dan hasil maksimal.

Orang yang pintar, cerdas dan pandai pasti mengerti kenapa negeri ini aman dan tidak ada perang yang makan korban dan berdarah-darah? Karena ketika dirampok dan digarong sudah menyerahkan semua harta kekayaan alamnya tanpa perlawanan sedikitpun.

Contohnya begini, Anda punya rumah mewah dengan isinya yang super mewah sampai wah dipandang mata. Emas dan intan berlian ada di dalamnya. Kendaraan yang mewah-mewah terparkir di garasi-garasi. Pembantunya pun berseliwer ganteng dan cantik menawan. Dst.

Tiba-tiba di suatu malam kedatangan tamu tanpa diundang. "Semuanya jangan ada yang melawan. Siapa yang melawan pasti mati. Tunjukkan dimana harta kalian disimpan. Serahkan kunci-kuncinya. Siapa yang membantu kami akan kami kasih hadiah besar!", gertak ketua rombongan perampok.

Lalu kepala keluarga itu menyeru kepada semua rakyat rumahnya; "Semuanya diam. Jangan ada yang melawan. Bantu tamu-tamu kita. Tunjukkan semua simpanan dan serahkan kunci-kuncinya. Kalian juga akan mendapat hadiah seperti saya mendapat hadiah!". Mendapat hadiah dari para perampok.

Nah Anda pasti paham kan, kenapa tidak ada perang berdarah-darah?

Berbeda dengan para pahlawan pejuang kemerdekaan dulu. Mereka melawan dan tentu ada perang dan terjadi kucuran darah. Mereka punya semangat jihad dan mati syahid untuk membela tanah air dan mengusir penjajah yang tentu membutuhkan perang yang berdarah-darah.

Jadi negeri ini aman dan tidak ada perang bukan karena banyak kiai dan walinya, tapi ya karena dirampok malah membantu perampok. Apalagi tempatnya para wali menurut hadits-hadits itu di negeri Syam termasuk Palestina. Dan disana perang tidak kunjung berhenti. Hebat hebat hebat hebat hebat hebat hebat Syam negeri para waliyulloh.

#KhilafahAjaranIslam #IslamRahmatanLilAlamim #KhilafahWarisanRasulullah #DemokrasiWarisanPenjajah #DemokrasiSistemKufur


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.