AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH

Menurut Asysyaikhu Abdul Qodir Al Jailani rodhiyallohu 'anhu

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Menjadi Ahlussunah Waljama’ah itu harus dengan berpegang teguh atau mengikuti kepada Sunnah Nabi Saw dan Sunnah Para Sahabatnya. Nabi Saw bersabda:

  أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى إِخْتِلَافًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فىِ النَّارِ. رواه أحمد وأبو داود والترميذي وابن ماجه. 
"Aku wasiat kepada kalian dengan bertaqwa kepada Allah azza wajalla, dan mendengar dan taat (kepada khalifah / amir), meskipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya, karena sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih diberi hidup, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang teguh (meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan) atau mengikuti terhadap sunnahku dan sunnah para khalifah yang cerdas dan mendapat petunjuk, gigitlah sunnah itu dengan gigi-gigi geraham, dan jauhilah segala perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat adalah di neraka". HR Imam Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majah.

Maka menurut Syaikh Abdul Qadir Aljailany ridhiyallohu 'anhu dalam kitab Alghunyah-nya, bahwa menjadi Ahlussunnah Waljamaah itu harus dengan mengikuti Assunnah dan Aljamaah, beliau berkata :

فعلى المؤمن اتباع السنة والجماعة فالسنة ما سنه رسول الله صلى الله عليه وسلم والجماعة ما اتفق عليه أصحابه رضي الله عنهم أجمعين في خلافة الأئمة الأربعة الخلفاء الراشدين المهديين رضي الله عنهم أجمعين
"Maka orang mukmin wajib mengikuti Assunnah dan Aljama'ah. Assunnah ialah apa saja yang telah digariskan / ditetapkan oleh Rasulullah Saw. Dan Aljama'ah ialah apa saja yang telah disepakati oleh para sahabatnya di dalam khilafah empat imam alkhulafaa' arrosyidiin almahdiyyiin rodliyallahu 'anhum ajma'iin."

Dan menjadi Ahlussunnah Waljamaah juga harus menjauhi bid'ah dengan segala jenisnya, beliau berkata :

وأن لا يكاثر أهل البدع ولا يدانيهم ولا يسلم عليهم لأن الإمام أحمد قال : من سلم على صاحب البدعة فقد أحبه لقوله صلى الله عليه وسلم : أفشوا السلام بينكم تحابوا. ولا يجالسهم ولا يعزيهم ولا يهنئهم في الأعياد وأوقات السرور ولا يصلي عليهم إذا ماتوا ولا يترحم عليهم إذا ذكروا بل يباينهم ويعاديهم فى الله عز وجل معتقدا محتسبا بذالك الثواب الجزيل والأجر الكثير. 
"Dan orang mukmin tidak boleh mendukung ahli bid'ah, tidak mendekati mereka, tidak memberi salam kepada mereka, karena Imam Ahmad telah berkata; "Siapa saja yang memberi salam kepada ahli bid'ah, maka ia benar-benar telah mencintainya, karena Nabi Saw bersabda ; "Sebarkanlah salam diantara kalian, maka kalian akan saling mencintai". Tidak duduk-duduk dengan mereka, tidak takziah kepada mereka, tidak tahniah / mengucapkan selamat kepada mereka di hari raya dan saat-saat bahagia, tidak menyalati mereka ketika mereka mati, dan tidak mengucapkan rahimahullah ketika mereka disebut, tetapi meninggalkan mereka dan memusuhi mereka, semata-mata karena Allah 'azza wajalla, dengan yakin serta mengharap pahala yang besar dan melimpah.
(Dikutip dari kitab Syarhul Majalisis Saniyyah filkalaami 'alal Arba'iinan Nawawiyyah, hal. 88).  

Sedang bid'ah itu mencakup bid'ah ideologi dan bid'ah politik pemerintahan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan lainnya diatas. Seperti ideologi kapitalisme dan ideologi komunisme / sosialisme, serta semua sistem, pemikiran dan ide yang memancar atau berkembang dari kedua ideologi. Yaitu sistem pemerintahan demokrasi dengan semua jenisnya, dan sistem komunis / sosialis. Juga ide liberalisme, pluralisme, sinkretisme, nasionalisme sempit, dialog antar agama, doa bersama lintas agama, islam nusantara, sampai semua agama benar di mata tuhan.

Begitu juga termasuk bid'ah politik pemerintahan adalah penerapan sistem monarki atau kerajaan.

Karena semua idiologi dan sistem pemerintahan, pemikiran dan ide-ide diatas sangat kontradiksi dengan idiologi Islam dan sistem pemerintahan Islam, yaitu khilafah rosyidah mahdiyyah. Juga kontradiksi dengan pemikiran dan ide-ide Islam, dimana kaum muslimin diperintah agar berpegang teguh dengannya. Yakni berpegang teguh dengan Sunnah Nabi Muhammad saw dan Sunnah Sahabat Alkhulafa' Arrosyidiin Almahdiyyiin, serta menjauhi segala jenis bid'ah.

Jadi, eksistensi Ahlussunnah Waljamaah secara sempurna itu bergantung kepada eksistensi sistem pemerintahan Islam, yaitu khilafah rosyidah. Wallahu A'lam. [].


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.