AQWAL ULAMA TENTANG HUKUM BERKURBAN

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Di bawah akan saya jelaskan aqwal ulama terkait hukum syara' terkait berkurban.

Pertama:
Hadits terkait orang kaya yang tidak menyembelih kurban :

Hadits marfu` yang telah dishahihkan oleh Alhakim dengan redaksi;
 من كان له مال فلم يضح فلا يقربن مصلانا 
Man kaana lahuu maalun falam yudhohhi falaa yaqrobanna mushollaanaa
"Siapa saja yang memiliki harta lalu dia tidak menyembelih kurban, maka janganlah ia mendekati musholla kami". Dan dengan redaksi;
من وجد سعة فلم يذبح فلا يقربن مصلانا
Man wajada sa`atan falam yadzbah falaa yaqrobanna mushollaanaa
"Siapa saja yang telah menemukan keluasan rizki lalu ia tidak nyembelih kurban, maka janganlah ia mendekati musholla kami".

Imam Dzahabi telah mendukung Imam Hakim dalam men-shahih-kan hadits tersebut. Imam Baihaqi dalam kitab Sunannya telah men-shahih-kan kemauqufannya, juga Imam Thahawi dalam kitab Mukhtashor Ikhtilafil Ulama, Ibnu Abdil Barr dalam kitab Attamhid, Ibnu Hajar Alasqolani dalam kitab Bulughul Marom. Dan Al Albani dalam kitab Shahihul Jami` telah mengunggulkan ke-shahih-annya.

Kedua :
Hukum berkurban.
Hukum berkurban menurut Jumhur Ulama adalah sunnah muakkadah bagi setiap orang yang mampu, dan diwajibkan oleh sebagian ulama. Rasulullah saw benar-benar telah menganjurkan berkurban, sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah, bahwa Aisyah ra berkata: "Rasulullah saw bersabda:
ما عمل ابن آدم يوم النحر أحب إلى الله من إهراق الدم, وإنه ليؤتى يوم القيامة بقرونها وأشعارها وأظلافها, وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع بالأرض, فطيبوا بها نفسا.
"Tidaklah anak Adam beramal pada hari raya kurban yang lebih dicintai Allah daripada mengalirkan darah. Sungguh pada hari kiamat akan didatangkan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kaki-kakinya. Dan bahwa darahnya itu diterima Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka perbaikilah jiwa (ikhlaskanlah hati kalian) dengan kurban-kurban itu!". (Al Albani dalam kitab Tahqiqu Misykatil Mashobih berkata: (Ini hadits shohih).

Dalil yang menunjukkan tidak wajibnya berkurban, bahwa Abu Bakar ra telah meninggalkan berkurban, begitu pula Umar, Ibnu Abbas dan sejumlah sahabat, karena khawatir orang-orang melihat (dan memahami) bahwa berkurban itu wajib, sebagaimana dikatakan oleh Atthohawi dalam kitab Mukhtashorul Ulama :
وروى الشعبي عن أبي سريحة قال رأيت أبا بكر وعمر ـ رضي الله عنهما ـ وما يضحيان كراهة أن يقتدى بهما.
Asysya`bi telah meriwayatkan bahwa Abu Sarihah berkata: "Aku telah melihat Abu Bakar dan Umar ra dimana keduanya tidak berkurban karena tidak suka diikuti (dipahami sebagai kewajiban)".
وقال عكرمة: كان ابن عباس يبعثني يوم الأضحى بدرهمين أشتري له لحما ويقول من لقيت فقل هذه أضحية ابن عباس.
Ikrimah berkata: "Pada hari idul adhha Ibnu Abbas mengutusku dengan dua dirham agar aku membelikan daging untuknya dan ia berkata; "Siapa saja yang kamu jumpai, maka katakan kepadanya; "Ini adalah kurban Ibnu Abbas".
وقال ابن عمر: ليست بحتم ـ ولكن سنة ومعروف.
Ibnu Umar berkata : "Berkurban itu tidak wajib, tetapi sunnah dan kebaikan".
قال أبو مسعود الأنصاري: إني لأدع الأضحى وأنا موسر مخافة أن يرى جيراني أنه حتم علي. اهـ.
Ibnu Mas'ud Alanshori berkata : "Sungguh aku meninggalkan berkurban padahal aku orang kaya, karena takut tetanggaku melihat (dan memahami) bahwa berkurban itu wajib atasku".

Dalam kitab Sunan Attirmidzi dari Jabalah bin Sahim ;
 أن رجلا سأل ابن عمر عن الأضحية أواجبة هي؟ فقال: ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم والمسلمون فأعادها عليه، فقال أتعقل؟ ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم والمسلمون
"Bahwa seorang lelaki bertanya kepada Ibnu Umar mengenai berkurban, apakah wajib? Lalu Ibnu Umar berkata; "Rasulullah saw dan Kaum Muslim telah berkurban". Lelaki itu mengulangi pertanyaannya, lalu Ibnu Umar berkata; "Apakah kamu sadar?, Rasulullah saw dan kaum Muslim telah berkurban!".

Abu Isa berkata; "Ini hadits hasan shohih. Ulama mengamalkan hadits ini; bahwa berkurban itu tidak wajib, tetapi sunnah diantara sunnah Rasulullah saw, dimana disukai mengamalkan nya. Dan merupakan pendapat Sufyan Atstsauri dan Ibnu Mubarok".

•Imam Nawawi rh dalam kitab Majmu`nya berkata:
مذهبنا أنها سنة مؤكدة في حق الموسر ولا تجب عليه، وبهذا قال أكثر العلماء، وممن قال به أبو بكر الصديق وعمر بن الخطاب وبلال وأبو مسعود البدري وسعيد بن المسيب وعطاء وعلقمة والأسود ومالك وأحمد وأبو يوسف وإسحاق وأبو ثور والمزني وداود وابن المنذر.
"Madzhab kami, bahwa berkurban itu sunnah muakkadah bagi orang kaya dan tidak wajib atasnya, dan dengan ini berkata mayoritas ulama, diantaranya Abu Bakar Asshidiq, Umar ibnul Khaththob, Bilal, Abu Mas`ud Albadri, Sa'id ibnul Musayyab, Atho', Alqomah, Al Aswad, Malik, Ahmad, Abu Yusuf, Ishaq, Abu Tsaur, Almuzani, Dawud dan Ibnul Mundzir.
وقال ربيعة والليث بن سعد وأبو حنيفة والأوزاعي: واجبة على الموسر إلا الحاج بمنى. 
Robi`ah, Allaits bin Sa`ed, Abu Hanifah dan Al Auza`iy berkata; "Berkurban itu wajib atas orang kaya kecuali yang sedang ibadah hajji di Mina".
وقال محمد بن الحسن: هي واجبة على المقيم بالأمصار والمشهور عن أبي حنيفة أنه إنما يوجبها على مقيم يملك نصابا.اهـ .
Muhammad bin Al Hasan berkata; "Berkurban itu wajib atas orang muqim (orang yang berdomisili) di kota-kota. Sedang qoul masyhur dari Abu Hanifah, bahwasanya hanya wajib atas orang yang muqim yang memiliki nishob (zakat mal)".

ketiga :
Kurbannya suami mencukupi istri dan keluarganya.

Sesungguhnya telah sah bahwa Nabi saw dan sahabatnya, salah seorang dari mereka berkurban dengan satu kambing darinya dan dari keluarganya.

  وقال المواز في التاج والإكليل: قال مالك: وإن اشترى رجل أضحية بمال نفسه وذبحها عن نفسه وعن أهل بيته فجائز،
Almawaz dalam kitab Attaju wal Iklil berkata; Imam Malik berkata; "Apabila seorang laki-laki membeli hewan kurban dengan hartanya sendiri dan ia menyembelihnya (dengan niat) dari dirinya dan keluarganya, maka boleh".
قال ابن يونس: لأن النبي صلى الله عليه وسلم فعل ذلك، ولأن ذلك ليس بشركة في ملك اللحم، وإنما هي شركة في الثواب والبركة. اهـ. 
Ibnu Yunus berkata; "Karena Nabi saw telah melakukan hal itu. Karena hal itu bukan syirkah dalam kepemilikan daging. Tetapi hanya syirkah dalam pahala dan berkah".

Dalam kitab Almuntaqo karya Albaji yang bermadzhab maliki disebutkan;
يجوز للإنسان أن يضحي عن نفسه وعن أهل بيته بالشاة الواحدة يعني بأهل بيته ـ أهل نفقته قليلا كانوا، أو كثيرا ـ والأصل في ذلك حديث أبي أيوب: كنا نضحي بالشاة الواحدة يذبحها الرجل عنه وعن أهل بيته زاد ابن المواز عن مالك وولديه الفقيرين، قال ابن حبيب: وله أن يدخل في أضحيته من بلغ من ولده وإن كان غنيا إذا كان في نفقته وبيته وكذلك من ضم إلى نفقته من أخ، أو ابن أخ قريب. انتهى.
"Boleh bagi seseorang berkurban (dengan niat) dari dirinya dan dari keluarganya dengan satu kambing. Yang dimaksud dengan keluarganya ialah ahli nafkahnya, sedikit maupun banyak. Dalil asal dalam hal itu adalah hadits Abi Ayub; "Dulu kami berkurban dengan satu kambing, dimana seorang lelaki menyembelihnya (dengan niat) dari dirinya dan dari keluarganya. Ibnul Mawaz menambahi dari Imam Malik; "Dan dari kedua orang tuanya yang faqir".
Ibnu Habib berkata; "Boleh bagi lelaki itu memasukkan anaknya yang telah baligh meskipun kaya ketika anaknya berada dalam nafkahnya dan didalam rumahnya. Begitu pula orang-orang yang berada dalam nafkahnya seperti saudara laki-laki atau anak saudara laki-laki yang dekat ".

Keempat :
Terkait hadits berkurban diatas, yakni hadits pada poin kesatu.

Ibnu Hajar rh dalam kitab Fathul Bariy dalam syarah bab sunnatul udhhiyyah berkata:
وليس في الآثار ما يدل على وجوبها وأقرب ما يتمسك به للوجوب حديث أبي هريرة رفعه:
"Tidak ada dalam atsar sesuatu yang menunjukkan atas kewajibannya. Dan sesuatu yang lebih dekat dijadikan pegangan bagi kewajibannya adalah hadits marfu` Abu Hurairah ;
من وجد سعة فلم يضح فلا يقربن مصلانا
"Siapa saja telah menemukan kelapangan rezeki lalu tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati musholla kami".
أخرجه بن ماجة وأحمد ورجاله ثقات ـ لكن اختلف في رفعه ووفقه والموقوف أشبه بالصواب قاله الطحاوي وغيره
Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad, rijalnya adalah tsiqot, tetapi diperselisihkan marfu` dan mauqufnya, dan mauquf lebih mendekati kebenaran, sebagaimana dikatakan oleh Aththohawi dan lainnya.

Wallohu A'lam [].

Referen utama :
https://www.islamweb.net/ar/fatwa/144265/


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.