KENAPA MEREKA MELARANG HIZBUT TAHRIR? (2)

Negeri-Negeri Muslim

Yordania.

Didirikan di Yordania, HT mengajukan izin untuk menjadi organisasi legal di Yordania pada 13 Maret 1953, Namun demikian, ketika izin sudah dikantongi, Pemerintah Yordania tiba-tiba membatalkannya pada 22 Maret 1953, dengan alasan mengancam kedaulatan negara. Bahkan lima pemimpin HT yang mengajukan izin malah dipenjarakan.

Di Yordania berbagai kezaliman berulang menimpa para pengemban dakwah HT. Hanya satu alasannya, dianggap mengancam rezim yang sedang berkuasa. Berbagai pemenjaraan kerap menimpa para aktivis HT, termasuk para pimpinannya.

Bahkan dalam merespon isu internasional pun, HT kerap mengalami intimidasi, sebagaimana misalnya yang diungkapkan oleh Juru Bicara HT, Mamduh Abu Sawa. mengenai aksi masîrah (long march) yang ditujukan untuk mendukung tuntutan rakyat Suriah menghadapi pembantaian oleh para penguasa Suriah. Masîrah dihadiri oleh sekitar 2.000 orang aktivis HT. Aksi ini mengalami serangan dari puluhan preman yang membawa tongkat dan batu. Akibatnya, puluhan aktivis menderita luka-luka. Anehnya, aparat keamanan tidak berbuat apa-apa sekalipun mereka berada di wilayah tersebut.

Mesir.

Mesir adalah negara yang menjadi mitra penting Amerika Serikat di Timur Tengah yang sangat bernafsu memerangi bukan hanya HT, tetapi juga gerakan-gerakan Islam lainnya. Sejak Anwar Sadat, Husni Mubarak, hingga Jenderal as-Sisi saat ini, mereka sangat keras terhadap gerakan Islam dan Amerika Serikat tetap mendukung mereka.

Mesir memang dikenal memiliki kejahatan kemanusiaan akibat sikap kejam penguasanya terhadap gerakan Islam. Banyak aktivis Islam yang ditangkap, disiksa di penjara dan dibunuh tanpa melalui proses pengadilan. Sebagian mereka, kalaupun diadili, diperlakukan secara tidak adil di pengadilan militer yang memihak penguasa.

As-Sisi juga bertanggung jawab dalam pembantaian ribuan massa demonstran yang menentang upaya kudeta ilegal yang dia lakukan. Sisi pun membungkam setiap media, menutup channel-channel TV dan melarang setiap yang menyuarakan kebenaran. Sisi menyerukan Islam moderat dengan menyeret ribuan orang ke dalam jeruji besi sambil mengangkat slogan “perang melawan terorisme”.

HT di Mesir dilarang sejak masa pemerintahan Gamal Abdul Nasser (1958-1970). Pada 1974 HT dituduh terlibat dalam usaha kudeta dan penculikan mantan atase Mesir. Tuduhan ini tidak pernah terbukti di Pengadilan.

Semasa pemerintahan Sadat (1970-1981), beberapa kelompok Islam terpaksa bergerak di bawah tanah, termasuk di dalamnya HT. Demikian juga masa Hosni Mobarak. Represi Pemerintah tidak berhenti. Korbannya salah satunya adalah Reza Pankhurst, dosen di London School of Economics, yang merupakan anggota HT London. Pada 2002 ia sempat dipenjara oleh rezim Hosni Mubarak dan mendapat siksaan berat. Kasus ini mendapatkan perhatian dari Amnesty International dengan memberikannya status “Prisoner of Conscience”.

Turki.

Turki adalah pusat Kekhilafahan Islam terakhir. Mestinya gagasan Khilafah yang diusung oleh HT mendapatkan sambutan hangat. Namun, akibat sekularisme yang ditanamkan rezim kepada rakyat Turki, seruan dakwah HT mengalami berbagai halangan dari penguasa.

Turki secara resmi melarang HT, namun HT masih tetap beroperasi hingga kini. Menurut jurnalis Abdullah Bozkurt, HT mulai berkegiatan di Turki sejak akhir 1960-an. Sejak saat itu, dan selama bertahun-tahun sesudahnya hingga kini, HT di Turki terus dipantau secara ketat. HT mulai menegaskan eksistensinya di Turki pada September 2005 ketika mengadakan unjuk rasa di Masjid Fatih, Istanbul. Dalam aksi tersebut, HT menyerukan untuk menegakkan kembali Khilafah dan meneriakkan slogan-slogan melawan pendiri negara sekular Turki, Mustafa Kemal Atatürk.

Pada 19 April 2004, Pengadilan Tinggi Pidana Ankara tanpa bukti yang jelas menyatakan bahwa HT adalah organisasi teroris. Pada 24 April 2008, Majelis Tinggi Mahkamah Agung Turki juga mengeluarkan putusan yang mengklasifikasikan HT sebagai organisasi teroris yang mengancam keberadaan republik dan negara.

Pada 2009, Polisi Turki menahan hampir 200 anggota HT dalam sergapan serentak di 23 provinsi di Turki atas tuduhan menjadi anggota sebuah organisasi yang dilarang. Mereka juga dituding merencanakan serangan berdarah terhadap warga sipil. Kelompok tersebut, menurut Polisi Turki, berencana melakukan serangan besar atau makar di Ýstanbul pada hari peringatan pelepasan Kekhalifahan.

Pada Juni 2011, Jaksa memerintahkan lagi Polisi untuk melakukan operasi terhadap markas HT di lima kota. Dalam operasi tersebut, Polisi berhasil menahan 17 orang, termasuk Serdar Yýlmaz, anggota HT yang dituduh duga bertanggung jawab atas rencana makar di Istanbul.

HT masih eksis di Turki sampai saat ini. Bahkan pada 6 Maret 2016, menggelar Konferensi Khilafah di Ankara yang membuat marah Pemerintah karena merasa kecolongan. Pada Maret 2017, ketika HT hendak mengadakan Konferensi Khilafah, Pemerintah Turki mengambil tindakan tegas. Mahmut Kar selaku Kepala Media HT Wilayah Turki ditangkap. Tiga hari kemudian, 6 Maret 2017, 300 anggota HT yang berkumpul di depan gedung pemerintahan di Distrik Fatih, Istanbul, untuk menuntut pembebasan Mahmut Karr, ikut ditahan Pemerintah Turki.

Suriah.

HT di Suriah dilarang lewat jalur ekstra-yudisial pada 1998. Pasca Arab Spring, dakwah HT kembali menggeliat, namun mengalami tindakan represif dari rezim penguasa.

Salah satunya, dinas keamanan Suriah melakukan serangan penangkapan keji terhadap barisan syabab HT. Jumlah yang ditangkap mencapai 25 syabab. Penangkapan mereka ini menambah jumlah syabab yang sudah lebih dulu ditangkap dan dimasukkan di berbagai kamp kosentrasi, selain yang sudah dijebloskan secara zalim ke Penjara Shidnaya, yang jumlahnya mencapai 50 syabab. Semua itu karena syabab Hizb telah membongkar pengkhianatan, kebohongan dan penyesatan rezim Suriah.

Keberadaan ISIS yang katanya mengusung Khilafah pun ternyata memusuhi HT. Senior HT Suriah, Ustadz Abu Bakar Mustafa Khayalm pun menjadi korban. Dalam konflik Suriah ini, beliau syahid di tangan anggota ISIS.

Berbagai tekanan terhadap dakwah HT diungkapkan oleh Brigadir Jenderal Hussaam Al-‘Awaak (mantan jenderal Suriah yang membelot dari rezim Assad dua tahun lalu). Beliau mengungkapkan, apa yang terjadi pada dua orang saudaranya dari HT yang ditangkap oleh pasukan Assad dan jenggot mereka ditarik hingga lepas sangat menyedihkan. Hal ini hanya karena HT-lah yang telah mengemban dakwah Islam di Suriah.

Uzbekistan.

Keberadaan HT di Uzbekistan mengisi kekosongan spiritual pasca lepasnya negara ini dari Unisovyet yang komunis 1 September 1991. Tak hanya mengisi kebutuhan religius, HT di Uzbekistan pun membawa isu ketimpangan sosial, kritik terhadap tingginya tingkat korupsi Pemerintah dan protes terhadap kerasnya sikap Pemerintah terhadap Muslim di Uzbek.

Pemerintah Uzbekistan lantas menggunakan kebijakan keras terhadap HT. Sejak tahun 1998, Pemerintah sudah mulai menarget beberapa tokoh HT. Apalagi  setelah terjadi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Karimov pada Februari 1999, yang oleh Pemerintah Uzbekistan dituduhkan kepada “Islamic terrorist”.

Dari situ, penangkapan dan tindakan represif dari pihak keamanan Uzbekistan terus meningkat. Tindakan aparat yang agresif memaksa aktivitas HT berpindah ke sebelah selatan Kirgizstan. Anggota HT pun bergerak secara sembunyi-sembunyi.

Beberapa aksi teror seperti ledakan di Kedutaan Besar Israel dan Amerika Serikat tahun 2004 kemudian dituduhkan Pemerintah kepada HT. HT yang anti kekerasan dituduh punya kontribusi besar dalam perkembangan terorisme di Uzbekistan.

Pasukan Pemerintah Uzbekistan membunuh ratusan demonstran damai di kota Andijan pada 13 Mei 2005. Ada 8 ribu aktivis HT di penjara-penjara Uzbekistan yang belum dibebaskan hingga ini. Kematian sang penjagal Karimov di Uzbekistan pada September 2016 tidak menghentikan kejahatan penguasa yang melanjutkan kebengisannya.

Bangladesh.

HT cabang Bangladesh didirikan pada tahun 2000 dan dilarang 9 tahun kemudian. Banyak anggota dan simpatisan HT dikabarkan bekerja di pemerintahan. Pada Januari 2012, HT dituduh terlibat dalam percobaan kudeta yang dilakukan beberapa purnawirawan dan perwira aktif.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh Sahara Khatun mengatakan, organisasi Islam radikal HT tercatat paling atas dalam daftar 10 kelompok yang diduga menjadi dalang tindakan subversif di negara itu. Sahara Khatun mengungkapkan bahwa HT dilarang karena menentang negara, pemerintahan, rakyat dan sejak lama melakukan tindakan anti demokrasi di Bangladesh.

Pakistan.

Pakistan melarang HT pada 2004 melalui proses yudisial. Setahun kemudian larangan itu dicabut, tetapi lantas diberlakukan lagi pada 2012. Belakangan Pemerintah melakukan pembubaran aktivitas-aktivitas HT berikut menahan para aktivisnya secara besar-besaran.

Pemerintah Pakistan lalu menyerbu sebuah seminar damai yang diselenggarakan oleh HT dan menangkap lebih dari 30 orang anggota dan pendukung HT, termasuk Wakil Juru Bicara HT di Pakistan, Imran Yusufzai. Pemerintah Pakistan menganggap bahwa HT adalah pihak yang selama ini dianggap paling getol memobilisasi rakyat untuk mencegah operasi militer terhadap warga sipil tak berdosa di Waziristan dan menolak pasukan Pakistan dijadikan sebagai bahan bakar untuk perang Amerika. Keberadaan Amerika Serikat yang menjadi sorotan dakwah HT yang ditopang oleh Pemerintah Pakistan menjadikan rezim Pakistan sedemikian kerasnya terhadap HT. Apalagi tercatat 1.000 marinir dan tentara bayaran AS melakukan operasi rahasia di Pakistan. Hal ini yang diungkapkan HT kepada publik sebagai bentuk dakwah menyingkap persekongkolan.

Malaysia.

Di Malaysia, pada 17 September 2015 melalui Komite Fatwa Negara Bagian Selangor, Malaysia menyatakan HT sebagai kelompok yang menyimpang. Malaysia menegaskan siapapun yang mengikuti gerakan Pro-Khilafah akan menghadapi hukum.

Malaysia merupakan kerajaan Islam konservatif yang sering melakukan pembungkaman politik demi menjaga eksistensi rezim. Beberapa lawan politik penguasa, seperti Anwar Ibrahim, menjadi korban dari rezim. HT, walau keberadaannya masih ada, tidak bisa leluasa dakwah secara terbuka di negeri bekas jajahan Inggris ini.

Cina

Negara ini juga melarang HT dengan tuduhan teroris. Perlakuan kejam Cina terutama di wilayah Xianjiang sering menjadi sorotan internasional. Bukan saja mendapatkan perilaku brutal seperti penangkapan, penyiksaan, dengan tuduhan teroris, umat Islam juga dipersulit menjalankan ibadah mereka. Rezim komunis Cina ini melarang pegawai negeri, anak-anak pelajar, mahasiswa untuk menunaikan ibadah berpuasa di bulan Ramadhan.

Rezim komunis Cina ini berusaha mencabut identitas Islam dari Muslim Xianjiang. Mereka melarang Muslimah yang berpakaian sesuai syariah Islam dan pria Muslim berjenggot untuk naik bis-bis umum. Pemerintah Cina memaksa imam di Xinjiang menari di jalanan dan bersumpah tidak akan mengajarkan agama yang membahayakan jiwa anak-anak. Seluruh imam di Xinjiang dikumpulkan di lapangan dan dipaksa menari dan bernyanyi sambil mengayunkan pamflet bertuliskan, “Pendapatan kami berasal dari Partai Komunis Cina bukan dari Allah”.

Khatimah

Demikian catatan negara-negara yang menzalimi dakwah Hizbut Tahrir (HT). Banyak negara lain, yang melakukan tindakan serupa. Ini merupakan kealamiahan dalam aktivitas dakwah. Perubahan menuju Islam akan senantiasa mendapatkan perlawanan dari rezim status quo yang nyaman dengan kemaksiatan dan kesenangan duniawi.

WalLâhu a’lam. [Dari berbagai sumber]


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.