KENAPA MEREKA MELARANG HIZBUT TAHRIR? (1)

Penting Untuk Diketahui Kenapa Mereka Melarang Hizbut Tahrir ? :

https://al-waie.id/dunia-islam/kejahatan-negara-negara-yang-melarang-hizbut-tahrir/

KEJAHATAN NEGARA-NEGARA YANG MELARANG HIZBUT TAHRIR

Salah satu alasan yang disampaikan Pemerintah untuk melarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah bahwa di negara lain pun Hizbut Tahrir (HT) dilarang. Menurut rezim Jokowi, HT dilarang di berbagai negara karena ideologi Khilafahnya. Menkopolhukam Wiranto menyatakan bahwa ideologi Khilafah telah dilarang di banyak negara. Sebanyak 20 negara telah melarang kegiatan HTI.

Namun demikian, pelarangan di negara lain tentu tidak bisa dijadikan dasar pelarangan HT di negeri ini. Pasalnya, pelarangan aktivitas dakwah di manapun adalah bentuk kejahatan dan kezaliman negara terhadap hak dan bahkan kewajiban warga negaranya.

Secara umum, tipikal negara-negara yang melarang aktivitas dakwah Islam terbagi menjadi tiga kategori: Pertama, negara-negara Barat sekular. Mereka memang memiliki ideologi yang berseberangan dengan Islam sehingga mereka sangat phobi dengan Islam. Mereka tidak menginginkan Islam menyebar.

Kedua, negeri-negeri Muslim yang pernah menjadi pusat peradaban Islam. Islam sebenarnya menjadi jatidiri mereka. Hanya saja, karena kini mereka ada dibawah cengkeraman Barat, maka rezim yang berkuasa dipastikan menghalangi upaya dakwah Islam.

Ketiga, negeri-negeri Muslim yang memungkinkan Islam dan aktivitas dakwah berkembang di sana. Barat pun berusaha melalui rezim yang berkuasa, mencegah dakwah agar tidak berkembang.


Negeri-Negeri Barat

Amerika Serikat.

Di Amerika Serikat tidak ada rilis resmi yang menyatakan bahwa HT dilarang. Dengan alasan kebebasan warganya, aktivitas dakwah HT berjalan di sana. Namun demikian, sebagaimana juga dialami oleh gerakan dakwah lainnya, aktivitas dakwah Islam di Amerika mengalami tantangan pasca menguatnya islamophobia di sana. Sempat ada tuduhan bahwa HT terkait dengan peristiwa WTC. Karena tidak ada bukti, isu tersebut hilang dengan sendirinya.

Inggris.

Inggris setali tiga uang dengan Amerika Serikat. Di Inggris, upaya untuk melarang HT telah dilakukan oleh dua Perdana Menteri yakni Tony Blair dan David Cameron. Usulan pertama pelarangan HT muncul setelah serangan teror di London pada Juli 2005. Inilah yang mendorong Perdana Menteri Tony Blair berencana melarang semua organisasi radikal. Blair menganggap HT memiliki ikatan dengan para pelaku aksi terror. Pelarangan diurungkan karena Pemerintah akhirnya menyimpulkan tidak ada dasar hukum yang kuat.

Cameron, sebelum menjabat perdana menteri periode 2010 – 2016, dalam kampanyenya dengan tegas berjanji untuk membubarkan HT. Pada 2009, sebelum menjadi perdana menteri, Cameron bahkan sempat harus meminta maaf kepada publik karena kesalahannya menuduh dua sekolah Islam yang dikelola HT menerima dana dari Pemerintah.

Kekhawatiran kalah dalam peradilan menjadi alasan hal tersebut. Namun demikian, bukan berarti aktivitas dakwah di Inggris leluasa. Walau menganut paham penghargaan pada kebebasan warga, dakwah Islam pun menghadapi islamophobia di Inggris.

Jerman.

Di Jerman, sejak 2003 Pemerintah melarang HT melakukan kegiatan. Menteri Dalam Negeri Jerman, Otto Schilly, melarang seluruh aktivitas HT di Jerman lantaran dituduh menyebarkan propaganda kekerasan dan anti semit terhadap Yahudi. HT juga dituding menghasut agar masyarakat melakukan pembunuhan atas orang Yahudi, menyalahgunakan universitas negeri yang ada di Jerman—sebagai  tempat bertukar pikiran dan diskusi—untuk tujuan yang ingin diraih oleh HT. HT juga dituduh sebagai organisasi yang mendukung realisasi tujuan politik dengan menggunakan kekerasan. HT Jerman melalui juru bicaranya, Shaker Assem menolak tuduhan tersebut.

Kasus lain juga pernah dituduhkan kepada HT Jerman, yakni dituding terlibat aksi teror 9/11 di Amerika Serikat. Hal ini membuat seorang pelajar imigran asal Yaman yang juga anggota HT, Nizar al-Saqeb, diusir dari Jerman karena pernah berhubungan dengan Ramzi bin al-Shibh, salah satu perencana aksi 9/11.

Rusia.

Rusia, bekas negara komunis ini, masih menunjukkan sikap anti Islam dan represif terhadap pengembannya. Rusia berusaha keras mengaitkan tuduhan terorisme dengan HT untuk menakut-nakuti kaum Muslim Rusia agar tidak berhubungan dengan HT. Rusia juga terlibat langsung dalam pembantaian umat Islam di Suriah dengan mendukung rezim bengis Bashar Assad.

Di Rusia, Mahkamah Agung Rusia melalui Hakim Ketua N.S. Romanenko, menempatkan HT dan 14 kelompok lainnya dalam daftar organisasi terlarang. Konsekuensinya, Hizbut Tahrir dilarang melakukan kegiatan apapun di Rusia, termasuk dilarang aktif di masjid-masjid di ibukota Rusia. Akibatnya, sudah 60 anggota HT ditahan di Moskow pada saat awal pemberlakuan aturan tersebut. Pada 2005, sembilan orang yang dituduh memiliki hubungan dengan HT di Rusia juga diadili.

Setidaknya enam aktifis HT Rusia ditangkap Polisi pada tahun 2012. Polisi menangkap mereka dengan tuduhan telah mendistribusikan bahan bacaan dan melakukan rekrutmen anggota baru. Lalu pada Oktober 2015 sebanyak 20 pendukung HT juga ditahan di sekitar Moskow.

Pada tanggal 24 November 2017, Dinas Keamanan menangkap istri salah satu tahanan yang dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, yakni Issa Rahimov, anggota HT. Istri Issa adalah keturunan Rusia. Dia masuk Islam dan mengganti namanya dari Alla menjadi Jannat Bespalova. Dia ditangkap karena perjuangannya dengan HT. Ia dilemparkan ke dalam penjara tempat para penjahat ditahan. Dia dipenjara bukan karena kejahatan apapun, hanya karena pernyataan Lâ ilâha illalLâh, seolah-olah kata-kata “Islam” dan “politik” menjadi sebuah kejahatan!

Australia.

HT pada tahun 2014 sempat dilarang oleh Australia. Pemerintahan Perdana Menteri Australia saat itu, Tony Abbott, menganggap HT berbahaya dan berpotensi mengancam keamanan. Pelarangan ini mendapat kritik dari politisi Australia sendiri karena bertentangan dengan prinsip kebebasan dan demokrasi yang dianut di sana.

Salah satu pemicu dari upaya pelarangan ini adalah karena berbagai konferensi dakwah yang dilakukan HT. Dewan Kota Moreland, misalnya, melalui stasiun radio “3 AW” diprotes karena HT dapat menggunakan balai kota. Sejauh ini Kepolisian Federal Australia dan Polisi Victoria, menyatakan bahwa HT bukan merupakan ancaman dan bukan kelompok yang dilarang. Namun demikian, Dewan akan tetap berhati-hati untuk menjamin bahwa fasilitas kota kami tidak digunakan untuk menyerukan pada kekerasan, rasisme, seksisme, atau intoleransi agama.
(Bersambung...) 


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.