Bismillaahir Rohmaanir Rohiem
Oknum dari kaum Aswaja sekular semi Syi'ah Itsnaa 'Asyariyah (Syi'ah Dua Belas Imam dan yang ke dua belas adalah Imam Mahdi yang ghaib dan selalu ditunggu kemunculannya) mengatakan, "bahwa kita tidak perlu capai-capai berjuang menegakkan khilafah karena Imam Mahdi lah yang akan menegakkannya, kita tinggal menunggu kedatangannya saja".
Pandangan tersebut jelas salah, bahkan salah fatal, karena :
●Pertama, menegakkan khilafah itu bukan kewajiban pribadi Imam Mahdi, tetapi kewajiban kolektif kaum Muslim di seluruh dunia. Konotasinya; a) Imam Mahdi tidak akan mampu menegakkan khilafah sendirian, b) sejak runtuhnya khilafah hingga kini kaum muslim di seluruh dunia wajib bersama-sama berjuang menegakkan khilafah, dan tidak perlu menunggu Imam Mahdi, dan c) ketika tidak ada khilafah seperti saat ini seluruh kaum muslim berdosa, kecuali yang telah/sedang berjuang untuk menegakkannya dan yang terkena udzur syar'i. Hingga detik ini daulah khilafah belum berdiri, kecuali khilafah organisasi, khilafah senetron, dan khilafah palsu.
●Kedua, dalam hadis disebutkan bahwa Imam Mahdi adalah khalifah dan laki-laki yang dibai'at oleh kaum Muslim sedang ia tidak menyukainya, tidak disebutkan bahwa ia yang menegakkan khilafah sendirian.
●Ketiga, Imam Mahdi tidak diturunkan dari langit, bukan manusia super sakti, dan bukan Imam Syiah ke dua belas yang ghaib di suatu tempat, sehingga dengan kemunculannya seluruh manusia dan seluruh negara di dunia akan tunduk dan menurut kepada komando dan perintahnya.
● Keempat, Rosulullah SAW saja beserta para sahabat pilihan harus berjuang dan menghadapi bermacam rintangan dan tantangan, juga ujian dan cobaan, tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menegakkan, mempertahankan, melestarikan dan memperluas daulah nubuwwah di Madinah dan selanjutnya daulah khilafah rosyidah mahdiyyah. Inilah hukum kausalitas (sunnatullah) yang juga berlaku bagi Imam Mahdi dan para pejuang khilafah. Bahkan bisa saja ketika Imam Mahdi menjadi khalifah, kaum Aswaja sekular semi Syi'ah Itsnaa 'Asyariyyah masih ngotot mempertahankan NKRI harga mati dan Pancasila finalnya, lalu Imam Mahdi memeranginya.
●Kelima, Imam Mahdi lahir setelah berdirinya Khilafah dan setelah adanya khalifah, bukan sebelumnya.
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda:
ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﺧْﺘِﻼَﻑٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻣَﻮْﺕِ ﺧَﻠِﻴْﻔَﺔٍ ﻓَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﺭَﺟُﻞٌ ...
“Akan terjadi perselisihan ketika wafatnya seorang Khalifah. Lalu seorang laki-laki dari Bani Hasyim (Imam Mahdi) keluar dari Madinah ke Makkah. Lalu orang-orang mendatanginya, lalu mereka membai'atnya di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim, sedangkan ia sendiri tidak menyukainya. Lalu tentara dari Syam diberangkatkan untuk menyerang mereka, tetapi ketika tentara itu sampai di daerah al Baida’, maka tentara itu ditelan bumi. Lalu mereka (Imam Mahdi dan pengikutnya) mendapat dukungan dari golongan penduduk Irak dan para wali abdal dari Syam, dan seorang laki-laki dari Syam yang paman-pamannya dari suku Kalb marah-marah, lalu laki-laki itu mengirimkan tentara kepada mereka (Imam Mahdi dan pengikutnya), lalu tentara itu dihancurkan oleh Allah, dan pada hari Kalb itu mereka mendapat kekalahan telak, dan orang yang rugi adalah orang yang tidak mendapatkan jarahan Kalb. Dan ia (Imam Mahdi) mengeluarkan harta karun yang melimpah dan membagi-bagikannya, dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia dengan sarung pedangnya. Imam Mahdi hidup seperti itu selama tujuh atau enam tahun". (HR Aththabroni, Almu'jam Alkabier, juz 17, hal. 207, Syamilah).
ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﺧْﺘِﻼَﻑٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻣَﻮْﺕِ ﺧَﻠِﻴْﻔَﺔٍ ﻓَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﺭَﺟُﻞٌ ...
“Akan terjadi perselisihan ketika wafatnya seorang Khalifah. Lalu seorang laki-laki dari Bani Hasyim (Imam Mahdi) keluar dari Madinah ke Makkah. Lalu orang-orang mendatanginya, lalu mereka membai'atnya di antara Rukun Yamani dan Maqam Ibrahim, sedangkan ia sendiri tidak menyukainya. Lalu tentara dari Syam diberangkatkan untuk menyerang mereka, tetapi ketika tentara itu sampai di daerah al Baida’, maka tentara itu ditelan bumi. Lalu mereka (Imam Mahdi dan pengikutnya) mendapat dukungan dari golongan penduduk Irak dan para wali abdal dari Syam, dan seorang laki-laki dari Syam yang paman-pamannya dari suku Kalb marah-marah, lalu laki-laki itu mengirimkan tentara kepada mereka (Imam Mahdi dan pengikutnya), lalu tentara itu dihancurkan oleh Allah, dan pada hari Kalb itu mereka mendapat kekalahan telak, dan orang yang rugi adalah orang yang tidak mendapatkan jarahan Kalb. Dan ia (Imam Mahdi) mengeluarkan harta karun yang melimpah dan membagi-bagikannya, dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia dengan sarung pedangnya. Imam Mahdi hidup seperti itu selama tujuh atau enam tahun". (HR Aththabroni, Almu'jam Alkabier, juz 17, hal. 207, Syamilah).
Hadits di atas, dengan jelas menyatakan akan ada Khalifah (Imam Mahdi) setelah wafatnya Khalifah sebelumnya. Seperti yang dinyatakan dalam lafadz hadis :
ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﺧْﺘِﻼَﻑٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻣَﻮْﺕِ ﺧَﻠِﻴْﻔَﺔٍ ﻓَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﺭَﺟُﻞٌ ...
“Akan terjadi perselisihan ketik wafatnya seorang Khalifah, lalu seorang laki-laki keluar...”
ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﺍﺧْﺘِﻼَﻑٌ ﻋِﻨْﺪَ ﻣَﻮْﺕِ ﺧَﻠِﻴْﻔَﺔٍ ﻓَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﺭَﺟُﻞٌ ...
“Akan terjadi perselisihan ketik wafatnya seorang Khalifah, lalu seorang laki-laki keluar...”
Dengan demikian, pandangan yang menyatakan, bahwa hanya Imam Mahdi lah yang akan menegakkan Khilafah Rasyidah jelas merupakan pandangan yang lemah. Demikian juga pandangan yang menyatakan, bahwa tidak perlu berjuang untuk menegakkan Khilafah, karena tugas itu akan diemban oleh Imam Mahdi, sehingga kaum Muslim sekarang tinggal menunggu kedatangannya saja, adalah juga pandangan yang salah fatal dan tidak berdasar.
Jadi jelas sekali, bahwa Imam Mahdi itu bukan orang pertama yang akan mendirikan Khilafah, dan dia bukanlah Khalifah yang pertama dalam Khilafah Rosyidah yang insya Allah akan segera berdiri tidak lama lagi. Wallahu A'lamu bishshawâb. [].
