HIZBUT TAHRIR TIDAK MENGIMANI IMAM MAHDI ?

Dalam vidio yang beredar luas Idrus Ramli banyak berdusta dan memitnah Hizbut Tahrir dan Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani. Belakangan juga vidio lainnya beredar. Dan diantara dusta dan fitnahnya, bahwa Hizbut Tahrir tidak mengimani Imam Mahdi.


BANTAHAN :


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim


1. Hizbut Tahrir hanya menetapkan dan mentabanni akidah Islam, yaitu akidah pokok (ushúlul 'aqôid), yaitu rukun iman yang enam, untuk menjadi asas partainya dan sebagai ikatan (rôbit) diantara anggotanya. Hizbut Tahrir sama sekali tidak menetapkan dan mentabanni rumusan akidah cabang (furû'ul 'aqôid). Terkait akidah cabang semuanya diserahkan kepada masing-masing anggotanya dari latar belakang yang berbeda-beda.


Itu semua telah diisyaratkan oleh Syaikh Taqiyyuddin dalam kitab Syakhshiyyah-nya:


ﻓﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺑﺎﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎ ﻭﺷﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ . ﻭﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﺠﻨﺔ ﻭﺍﻟﻨﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ ﻭﻣﺎ ﺷﺎﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻫﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ . ﻭﺍﻷﻓﻜﺎﺭ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺎ ﻭﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻐﻴﺒﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﻘﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﺤﺲ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ .


"Maka iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya, dan kepada hari akhir, dan kepada qadha’ dan qadar dimana baik dan buruknya dari Allah swt. adalah akidah Islam. Dan iman kepada surga, neraka, malaikat, setan dan sejenisnya adalah akidah Islam. Dan [iman kepada] pemikiran-pemikiran dan yang terkait dengannya, berita-berita dan yang terkait dengannya dari perkara-perkara ghaib yang tidak dapat tersentuh oleh indra semuanya termasuk akidah". (Al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, juz 1, hal. 195) ,


2. Hizbut Tahrir juga terkait akidah cabang hanya menetapkan dan mentabanni rambu-rambunya saja sebagai berikut :


ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻫﻲ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻭﻛﺘﺒﻪ ﻭﺭﺳﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ ﻭﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭ ﺧﻴﺮﻫﻤﺎ ﻭﺷﺮﻫﻤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ . ﻭﻣﻌﻨﻰ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻫﻮ ﺍﻟﺘﺼﺪﻳﻖ ﺍﻟﺠﺎﺯﻡ ﺍﻟﻤﻄﺎﺑﻖ ﻟﻠﻮﺍﻗﻊ ﻋﻦ ﺩﻟﻴﻞ، ﻷﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺘﺼﺪﻳﻖ ﻋﻦ ﻏﻴﺮ ﺩﻟﻴﻞ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎ . ﺇﺫ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺗﺼﺪﻳﻘﺎ ﺟﺎﺯﻣﺎ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻧﺎﺟﻤﺎ ﻋﻦ ﺩﻟﻴﻞ . ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﺩﻟﻴﻞ ﻻ ﻳﺘﺄﺗﻰ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺠﺰﻡ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺗﺼﺪﻳﻘﺎ ﻓﻘﻂ ﻟﺨﺒﺮ ﻣﻦ ﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﻓﻼ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎ ...


"Akidah Islamiyah ialah iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya dan hari akhir, dan iman kepada qadha’ dan qadar di mana baik dan buruknya dari Allah swt. Sedangkan makna iman ialah pembenaran yang teguh, yang sesuai dengan realita, dari dalil, karena ketika pembenaran itu tidak dari dalil, maka tidak ada iman, karena tidak ada pembenaran yang teguh kecuali ketika lahir dari dalil. Lalu ketika pembenaran itu tidak memiliki dalil, maka tidak akan datang keteguhan padanya, maka hanya menjadi pembenaran kepada berita dari sejumlah berita, maka tidak dianggap iman……". (Al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah, juz 1, hal. 29).


Dan pada halaman 193 beliau menegaskan;


"..... ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻓﻼ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺩﻟﻴﻞ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﻳﻘﻴﻨﻴﺎ ﺃﻱ ﺩﻟﻴﻼ ﻗﻄﻌﻴﺎ، ﻷﻥ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﻗﻄﻊ ﻭﻳﻘﻴﻦ ﻭﺟﺰﻡ، ﻭﻻ ﻳﻔﻴﺪ ﺍﻟﻘﻄﻊ ﻭﺍﻟﺠﺰﻡ ﻭﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﺇﻻ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺍﻟﻘﻄﻌﻲ . ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻻ ﺑﺪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺮﺁﻧﺎ ﺃﻭ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻣﺘﻮﺍﺗﺮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻗﻄﻌﻲ ﺍﻟﺪﻻﻟﺔ ...".


"… Atas dasar penjelasan ini, meniscayakan bahwa dalil akidah itu harus bersifat yakin, yakni dalil yang qath'iy, karena akidah itu pasti, yakin dan teguh, dan tidak berfaidah pasti, yakin dan teguh kecuali dalil yang qath'iy. Oleh karena ini, meniscayakan bahwa dalil tersebut harus al-Qur'an atau hadis mutawatir, dengan catatan setiap satu dari keduanya itu qath'iy dilalah [yang pasti maknanya]…". (Ibid, hal. 193).


Jadi menurut Hizbut Tahrir dalil akidah itu harus Alqur'an atau hadis mutawatir dimana keduanya harus qoth'id dilâlah (pasti maknanya).


Sedang dalil Imam Mahdi itu sudah hadis mutawatir, maka sebenaranya Hizbut Tahrir itu sudah menganjurkan anggotanya untuk mengimani akan datangnya Imam Mahdi. Hanya saja Hizbut Tahrir tidak mentabaninya karena sudah mencukupkan diri dengan akidah Islam seperti di atas. Di bawah adalah bukti bahwa dalil Imam Mahdi itu sudah hadis mutawatir :


PERNYATAAN ULAMA TERKAIT IMAM MAHDI


Al-Hafidz Abul Hasan al-Abari berkata: “Sungguh hadis-hadis terkait akan keluarnya Imam Mahdi telah mencapai mutawatir karena banyak yang meriwayatkannya dari Mushthafa SAW di mana beliau termasuk ahli baitnya, berkuasa selama tujuh tahun, memenuhi dunia dengan keadilan, akan keluar bersama Nabi Isa AS, lalu Nabi Isa membantunya membunuh Dajjal di pintu lud wilayah Palestina, dan beliau akan memimpin umat Islam, dan Nabi Isa akan shalat di belakangnya”. (Tahdzib al-Tahdzib, juz 9, hal. 144).


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Hadits-hadits yang dijadikan hujah atas keluarnya Imam Mahdi adalah hadis-hadis shahih riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dll.” (Minhajus Sunnah an-Nabawiyyah, juz 4, hal. 95).


Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Fasal terkait penjelasan Imam Mahdi yang akan keluar pada akhir zaman. Beliau adalah salah seorang dari al-Khulafa’ ar-Rasyidin dan Para Imam Mahdi. Beliau bukan yang ditunggu-tunggu kedatangannya (al-Muntazhar) yang telah diklaim oleh kaum Rafizhah, dan kemunculannya diharap dari sebuah terowongan di Samara, karena tidak ada faktanya sama sekali, baik dari hadis maupun dari atsar. Adapun Imam Mahdi yang akan aku tuturkan, maka benar-benar telah diberitakan oleh hadis-hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau akan keluar pada akhir zaman. Aku berasumsi keluarnya sebelum turunnya Nabi Isa AS sebagaimana telah ditunjukkan oleh beberapa hadits.” (an-Nihayah fil Fitan wa al-Malahim, juz 1, hal. 49).


Dan al-Alamah al-Syaukani (Imam Syaukani) berkata: “Hadis-hadis terkait kemutawatiran kedatangan Imam Mahdi al-Muntazhar, yang dapat dijadikan hujjah di antaranya ada lima puluh hadis, ada yang shahih, hasan, dan dhaif munjabir. Hadis-hadis tersebut adalah mutawatir tanpa keraguan dan tanpa syubhat….” (Al-Taudhih fi Tawaturi ma ja-a fil Mahdi al-Muntazhar wa al-Dajjal wa al-Masih, hal. 4-5). Dll.


Yang harus diperhatikan dari pemaparan di atas adalah:


a. Imam Mahdi sebagai khalifah
b. Sebelum Imam Mahdi sudah ada khalifah
c. Nabi Isa AS turun pada masa Imam Mahdi dan shalat di belakangnya
d. Imam Mahdi meninggal sebelum Nabi Isa AS
e. Nabi Isa AS menjadi penerus Imam Mahdi.


Dengan demikian, terbuktilah dusta dan fitnah dari seseorang yang diklaim sebagai singa aswaja yang sejatinya hanyalah Alkadzdzâb Alfattân Idrus Ramli. 


Wallohu A’lamu Bishshawâb.

Semoga bermanfaat, aamiin


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.