HAKEKAT FIRQAH MU'TAZILAH (6)

Manhaj Muktazilah & Definisi Akal

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Untuk mengetahui hakekat Muktazilah, terlebih dahulu harus mengetahui manhajnya dalam pembahasan akidah maupun syariah, yaitu:

تقديم أو تمجيد العقل على النقل وجعله حاكما على نصوص الشريعة

Taqdîmu aw Tamjîdul 'Aqli 'Alan Naqli Wa Ja'luhû Hâkiman 'Alâ Nushûshisy Syar'iyyati

"Mendahulukan atau Mengagungkan Akal atas Naqel, dan Menjadikan Akal Sebagai Hâkim atas Nash-Nash Syariah".
DEFINISI AKAL

Akal (al'aql, alfikr, alidrok) itu bukan organ tubuh tertentu pada manusia, dan akal juga tidak bertempat pada organ tubuh tertentu seperti kepala, jantung dan yang lainnya.

Akal adalah proses berpikir yang terbentuk dari fakta yang terindra, pengindraan manusia, otak manusia, dan data yang tersimpan didalam otak manusia. Tanpa terkumpulnya empat elemen ini, semuanya, tidak akan bisa terjadi proses berpikir.

Karena itu, akal sebagai proses berpikir tidak bisa terjadi tanpa adanya empat elemennya ; 1) fakta yang terindra, 2) indra, 3) otak, dan 4) data yang tersimpan dalam otak. Maka ketika empat elemen tersebut berkurang satu, tidak akan bisa terjadi proses berpikir apapun.

Sedangkan yang banyak terjadi dari usaha berpikir tanpa terpenuhinya fakta yang terindra dan data yang tersimpan dalam otak, hanyalah imajinasi kosong tanpa wujud (esensi), tidak bisa menjadi pemikiran. Dan menerima hasil imajinasi tanpa adanya fakta dan data bisa menenggelamkan manusia ke dalam lumpur khayalan dan kesesatan, bahkan bisa melumpuhkan otak sehingga terjangkit berbagai penyakit.

Sebelum berlanjut kepada pembahasan manhaj Muktazilah berupa mendahulukan dan mengagungkan akal atas Nash-Nash Syariah, terlebih dahulu alfaqir dahulukan dua contoh akal sebagai proses berpikir produktif.

CONTOH AKAL SEBAGAI PROSES BERPIKIR

Contoh Pertama (dgn satu fakta) :
1. Adanya FAKTA berupa hewan dimana orang-orang menyebutnya babi.
2. INDRA penglihatan manusia melihat fakta hewan babi itu.
3. Lalu fakta hewan babi itu melalui indra penglihatannya dipindah ke OTAK-nya yang sehat.
4. Didalam otaknya terdapat DATA TERSIMPAN berupa ilmu dari Alqur'an, Assunnah, dan pendapat para imam mujtahid.
5. Lalu data itu dipakai untuk menyingkap dan menghukumi fakta babi. Lalu manusia menetapkan bahwa babi itu najis, haram dimakan, haram dijualbelikan, dan lemaknya haram dibuat bahan kosmetik, dst.

Itulah yang dinamakan akal sebagai proses berpikir. Harus benar dan akurat terhadap faktanya, jangan sampai fakta babi dijadikan fakta kambing, atau sebaliknya. Harus benar terhadap datanya, jangan sampai data ilmunya keliru, tidak diambil dari sumber resmi Islam. Harus sehat otaknya, jangan sampai otaknya terjangkit penyakit saraf atau gila. Dan harus sehat indranya, jangan sampai indra penglihatannya sudah rabun akut. Jadi semua elemen akalnya harus benar dan sehat.

Contoh Kedua (dengan multi fakta) :

1. Bang Nasjo memiliki INDRA penglihatan dan pendengaran yang sehat.
2. Ada temannya datang mengajaknya bergabung dengan FAKTA berupa partai politik ANU yang perjuangannya menegakkan ; (a) fakta sistem demokrasi, (b) mengangkat fakta presiden secara demokrasi, (c) fakta menolak hukum-hukum Allah yang mengatur urusan kehidupan, masyarakat dan negara, dan (d) fakta menghalangi dakwah kepada syariah dan khilafah.
3. Lalu fakta partai politik tersebut yang juga menyimpan empat fakta didalamnya; fakta demokrasi, fakta presiden, fakta menolak hukum-hukum Allah, dan fakta menghalangi dakwah kepada syariah dan khilafah, semuanya dipindah (dikirim) ke OTAK-nya.
4. Dan didalam otaknya terdapat DATA tersimpan berupa ajaran Islam kaaffah dari Alqur’an, Assunnah, Al-ijmak dan Al-aqwal dari ulama mujtahid, bahwa menegakkan sistem pemerintahan Islam adalah wajib, bahwa mengangkat khalifah sebagai kepala negara sistem pemerintahan Islam adalah wajib, bahwa hukum-hukum Allah wajib diterapkan, dan bahwa berdakwah kepada syariah dan khilafah adalah wajib. Dimana semua data itu dipakai untuk menafsiri semua fakta yang terkirim ke otak.
5. Lalu Bang Nasjo memutuskan, bahwa hukum bergabung dgn FAKTA partai politik ANU adalah haram. Karena didalamnya ada empat fakta yang diharamkan ; a) fakta demokrasi sebagai sistem pemerintahan kufur yang kontradiksi dengan sistem pemerintahan Islam, b) fakta presiden sebagai kepala negara dalam sistem kufur demokrasi dan yang menjalankan selain hukum-hukum Allah, c) fakta menolak hukum-hukum Allah yang wajib diterapkan, dan d) fakta menghalangi dakwah kepada syariah dan khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam.

Demikiannlah dua contoh akal sebagai proses berpikir produktif yang diperintahkan oleh Allah swt yang diantaranya melalui firman-Nya :


alam a'had ilaikum ...

ألم أعهد إليكم يابني آدم أن لا تعبدوا الشيطان إنه لكم عدو مبين. وأن اعبدوني هذا صراط مستقيم. ولقد أضل منكم جبلا كثيرا أفلم تكونوا تعقلون.

60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan ? Sesunggguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

61. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan ?


(QS Yâsîn, 36/ 60, 61, 62).

Kalimat istifham (tanda tanya) pada ayat diatas, "Apakah kamu tidak berakal, "Apakah kamu tidak memikirkan ?" atau "Apakah kamu tidak berpikir ?", itu berarti perintah menggunakan akal pikiran untuk memahami dan menghindari dari berbagai penyesatan dari syaitan sebagai musuh yang nyata bagi anak cucu Adam AS.


CARA MENAJAMKAN AKAL

Cara menajamkan akal sebagai proses berpikir adalah :

1. Dengan terus menuntut dan menambah ilmu langsung dari sumber Islam yang orisinil, Alqur'an serta tafsirnya, Assunnah serta syarahnya, baik sunnah Nabi SAW maupun sunnah sahabat. Karena sumber Islam yang orisinil itu memiliki daya pembuka dan penghancur (kekebalan dan kegelapan) hati dan akal yang luar biasa.


2. Dengan mengkaji dan mempelajari aqwal ulama mujtahid yang yang bisa mengantarkan kepada sumber Islam yang orisinil, karena aqwal mereka dipenuhi dengan dalil-dalil syar'inya.


3. Dengan memiliki masyâyikh dan asâtidz yang berhati ikhlash dan berakal cerdas.


4. Dengan membuang sifat sombong dan ashobiyyah dari jiwa dan raga sejauh-jauhnya, serta tawadhu dan berpegang teguh kepada sunnah Nabi SAW dan sunnah Alkhulafâ Arrôsyidîn.


Dengan empat cara diatas, InSyaaAlloh Anda menjadi hamba Alloh yang memiliki katajaman akal dan keikhlasan hati. Aamiin


(bersambung ... )
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.