Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Pertanyaan itu muncul ditengah-tengah para pejuang Islam Kaffah, Syariah dan Khilafah, dimana bagi mereka, baik Prabowo maupun Jokowi, keduanya sama-sama calon presiden dalam sistem kufur demokrasi bin ideologi kufur kapitalisme bin akidah kufur sekularisme, yang akan menerapkan hukum-hukum kufur yang jelas-jelas kontradiksi dengan hukum-hukum syariat Islam. Cuma bedanya, kubu Prabowo lebih dekat kepada kelompok muslim yang merindukan kebangkitan Islam dan kaum Muslim, melalui penerapan Islam secara sempurna dalam wadah daulah khilafah rosyidah, sedang kubu Jokowi lebih dekat kepada kelompok Muslim yang tetang-terangan menampakkan sikap sekular dan liberalnya, juga dekat kepada kelompok komunis sosialis materialis dan aliran sesat dan menyimpang lainnya.
Jawaban dari pertanyaan di atas, cukup baca dan pahami firman Allah swt sebagai berikut :
الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang". (QS Arrum [30]: 1-5).
Serta tafsirnya sebagai berikut :
Ibnu Katsir berkata: “Yakni pertolongan Allah kepada bangsa Romawi pasukan Kaisar raja Syam, atas bangsa Persia pasukan raja Kisra yang Majusi. Kemenangan Romawi atas Persia itu terjadi pada hari perang Badar. Ini miturut pendapat kelompok besar ulama, seperti Ibnu Abbas, Atstsauri, Assaddi, dll. Dan benar-benar telah datang dalam hadits riwayat Tirmidzi, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Bazar, dari hadits A’masy, dari ‘Athiyah, dari Abi Sa’id, ia berkata: “Pada hari perang Badar, Romawi mengalahkan Persia, maka hal itu menakjubkan orang-orang mukmin dan mereka bergembira dengannya. Lalu Allah menurunkan“Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, dengan pertolongan Allah”. (Lihat Sunan Tirmidzi [3192] dan Tafsir Thabari [21/16], Tafsir Ibnu Katsir, 6/303-304, Maktabah Syamilah).
"Dahulu ketika bangsa Persia mengalahkan bangsa Romawi, maka hal itu menyusahkan orang-orang beriman. Lalu ketika Romawi mengalahkan Persia, maka dengan itu orang-orang beriman bergembira, karena mayoritas bangsa Romawi adalah ahli kitab dimana mereka lebih dekat kepada orang-orang beriman daripada orang Persia yang Majusi, sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Almaidah ayat 82-83"[1]. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/304, Syamilah).
[1]Surat Almâidah ayat 82 :
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri".
Surat Almâidah ayat 83 :
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad saw)".
Jika Allah swt saja telah membolehkan kepada orang-orang beriman dari kaum Muslim dan dari para sahabat berbangga/ berbahagia/ bersenang dengan kemenangan bangsa Romawi yang jelas-jelas kafir Nasrani atas bangsa Persia yang musyrik Majusi, maka bagaimana mungkin Allah melarang orang-orang beriman diantara Kami berbangga dengan kemenangan Prabowo seorang muslim yang lebih dekat kepada kelompok muslim yang merindukan kebangkitan Islam dan kaum Muslim, melalui penerapan Islam secara sempurna dalam wadah daulah khilafah rosyidah sebagai representasi dari golongan kanan, atas Jokowi yang lebih dekat kepada kelompok Muslim yang tetang-terangan menampakkan sikap sekular dan liberalnya, juga dekat kepada kelompok komunis sosialis materialis, dan kepada aliran sesat dan menyimpang lainnya, sebagai representasi dari golongan kiri ...
Intinya, saya menganalogkan kubu Prabowo dengan bangsa Romawi yang Kristen, dan kubu Jokowi dengan bangsa Persia yang Majusi.
Saya bangga dan bahagia dengan kemenangan Prabowo atas Jokowi. Sebagaimana para sahabat bangga dengan kemenangan Romawi atas Persia ...
Selanjutnya terserah Anda, apa sikap dan perasaan Anda ...
Wallahu A'lamu bishshawâb
Pertanyaan itu muncul ditengah-tengah para pejuang Islam Kaffah, Syariah dan Khilafah, dimana bagi mereka, baik Prabowo maupun Jokowi, keduanya sama-sama calon presiden dalam sistem kufur demokrasi bin ideologi kufur kapitalisme bin akidah kufur sekularisme, yang akan menerapkan hukum-hukum kufur yang jelas-jelas kontradiksi dengan hukum-hukum syariat Islam. Cuma bedanya, kubu Prabowo lebih dekat kepada kelompok muslim yang merindukan kebangkitan Islam dan kaum Muslim, melalui penerapan Islam secara sempurna dalam wadah daulah khilafah rosyidah, sedang kubu Jokowi lebih dekat kepada kelompok Muslim yang tetang-terangan menampakkan sikap sekular dan liberalnya, juga dekat kepada kelompok komunis sosialis materialis dan aliran sesat dan menyimpang lainnya.
Jawaban dari pertanyaan di atas, cukup baca dan pahami firman Allah swt sebagai berikut :
الم (1) غُلِبَتِ الرُّومُ (2) فِي أَدْنَى الأرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ (3) فِي بِضْعِ سِنِينَ لِلَّهِ الأمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ (4) بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang". (QS Arrum [30]: 1-5).
Serta tafsirnya sebagai berikut :
Ibnu Katsir berkata: “Yakni pertolongan Allah kepada bangsa Romawi pasukan Kaisar raja Syam, atas bangsa Persia pasukan raja Kisra yang Majusi. Kemenangan Romawi atas Persia itu terjadi pada hari perang Badar. Ini miturut pendapat kelompok besar ulama, seperti Ibnu Abbas, Atstsauri, Assaddi, dll. Dan benar-benar telah datang dalam hadits riwayat Tirmidzi, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Bazar, dari hadits A’masy, dari ‘Athiyah, dari Abi Sa’id, ia berkata: “Pada hari perang Badar, Romawi mengalahkan Persia, maka hal itu menakjubkan orang-orang mukmin dan mereka bergembira dengannya. Lalu Allah menurunkan“Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, dengan pertolongan Allah”. (Lihat Sunan Tirmidzi [3192] dan Tafsir Thabari [21/16], Tafsir Ibnu Katsir, 6/303-304, Maktabah Syamilah).
"Dahulu ketika bangsa Persia mengalahkan bangsa Romawi, maka hal itu menyusahkan orang-orang beriman. Lalu ketika Romawi mengalahkan Persia, maka dengan itu orang-orang beriman bergembira, karena mayoritas bangsa Romawi adalah ahli kitab dimana mereka lebih dekat kepada orang-orang beriman daripada orang Persia yang Majusi, sebagaimana firman Allah Swt dalam surah Almaidah ayat 82-83"[1]. (Tafsir Ibnu Katsir, 6/304, Syamilah).
[1]Surat Almâidah ayat 82 :
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
"Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.” Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri".
Surat Almâidah ayat 83 :
وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
"Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad saw)".
Jika Allah swt saja telah membolehkan kepada orang-orang beriman dari kaum Muslim dan dari para sahabat berbangga/ berbahagia/ bersenang dengan kemenangan bangsa Romawi yang jelas-jelas kafir Nasrani atas bangsa Persia yang musyrik Majusi, maka bagaimana mungkin Allah melarang orang-orang beriman diantara Kami berbangga dengan kemenangan Prabowo seorang muslim yang lebih dekat kepada kelompok muslim yang merindukan kebangkitan Islam dan kaum Muslim, melalui penerapan Islam secara sempurna dalam wadah daulah khilafah rosyidah sebagai representasi dari golongan kanan, atas Jokowi yang lebih dekat kepada kelompok Muslim yang tetang-terangan menampakkan sikap sekular dan liberalnya, juga dekat kepada kelompok komunis sosialis materialis, dan kepada aliran sesat dan menyimpang lainnya, sebagai representasi dari golongan kiri ...
Intinya, saya menganalogkan kubu Prabowo dengan bangsa Romawi yang Kristen, dan kubu Jokowi dengan bangsa Persia yang Majusi.
Saya bangga dan bahagia dengan kemenangan Prabowo atas Jokowi. Sebagaimana para sahabat bangga dengan kemenangan Romawi atas Persia ...
Selanjutnya terserah Anda, apa sikap dan perasaan Anda ...
Wallahu A'lamu bishshawâb
