Karena NU itu banyak jenisnya:
1. Nurut Umum. Pokoknya yang lagi umum di masyarakat diikuti, dibenarkan dan dilegalkan, tidak memandang halal haramnya, seperti LG8T. Seperti itu tuh tipe orang-orang NU.
2. Numpang Urip. Pokoknya siapa saja, individu maupun kelompok, yang mau ngasih kehidupan pribadi dan keluarganya, ya diikuti, didukung, dijaga, dan dilestarikan, tidak memandang benar salahnya. Yang penting bisa numpang urip (hidup), seperti jaga Greja. Demikian itu karakter orang NU.
3. Nipu Umat. Berbagai cara dilakukan dalam menipu umat agar jauh dari Islam. Mulai dari tambah panjang jenggotnya tambah bodoh otaknya, sampai Nabi SAW selama di Madinah tidak pernah memakai kata KAFIR untuk menyebut warga non muslim. Mulai dari khilafah bukan ajaran Islam, sampai khilafah itu bukan sistem pemerintahan. Mulai dari Indonesia itu bukan negara Islam, ketika diajak menerapkan hudûd, sampai Indonesia ini sudah negara Islam, ketika diajak menegakkan khilafah sebagai negara Islam. Mulai dari Islam Liberal, sampai Islam Nusantara. Mulai dari membolehkan presiden KAFIR, sampai usul tidak menyebut KAFIR kepada non muslim. Seperti ini model tipu-tipu wong NU.
4. Nambah Utang. Gali lubang tutup lubang itu sudah biasa. Nambah hutang juga sudah biasa. Yang penting dibayar sendiri. Yang tidak biasa itu hutang riba ribuan triliun. Kelompoknya ikut menikmati. Sedang yang dibebani untuk bayar adalah orang lain yang akan datang dan yang belum lahir. Nah, negara ini adalah negarane wong NU, bahkan negara NU. Dari wong cilik yang hobi nambah utang, sampai wong gede seperti presiden dan bawahannya adalah wong NU. Karena mereka tidak mau berhenti dari Nambah Utang. Ngutang lagi. Ngutang lagi.
5. Nammamul Ummah. Provokator. Mereka yang hobi memecah belah persatuan kaum muslim adalah orang-orang NU. Seperti HTI dibenturkan dengan Ansor Banser, FPI dibenturkan dengan preman. Termasuk mereka yang suka membuat istilah baru untuk dibenturkan dengan istilah lama yang sudah paten dan sudah final tapi dilabeli dengan istilah baru. Seperti Islam moderat untuk dibenturkan dengan Islam Radikal, Islam Nusantara untuk dibenturkan dengan Islam Transnasional, Islam Toleran dibenturkan dengan Islam Militan. Sampai Wahhabi dibenturkan dengan Aswaja. Sampai kaum kampret dibenturkan dengan kaum cebong. Ya seperti itulah watak adu domba wong NU.
6. Nahdlotul Ulama. Kebangkitan Ulama. Kelompok yang anti penjajahan. Anti imperialisme. Anti kezaliman. Anti kekufuran. Anti kemusyrikan. Anti kemaksiatan. Anti kemungkaran. Mereka adalah kelompok Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Firqoh Najiyah dan Sawad A'zhom. Ushul mereka adalah Alqur’an, Assunnah, Ijmak dan Qiyas. Madzhab panutan utama mereka adalah Hanafî, Mâlikî, Syafi'î, dan Hanbalî. Sistem pemerintahan yang diperjuangkan oleh mereka adalah khilafah, karena NU ini berdiri sebelum ada NKRI. Cukup. Tidak perlu kepanjangan.
Kenapa cuma ada enam jenis NU. Niru rukun iman yang enam yang semuanya baik. Mudah-mudahan NU yang ada enam itu nantinya menjadi baik semua seperti rukum iman.
Ada resep mujarab untuk menjadikan semuanya baik. Yaitu kembalikan kepada NU yang hakiki. Kembalikan kepada istilah Nahdhoh sebagai kebangkitan yang berarti irtifaul fikri, tingginya taraf berpikir. Yaitu berpikir cemerlang, berpikir ideologis, berpikir Islam Kaffah yang menjurus kepada khilafah.
Dan kembalikan kepada istilah Ulama. Yaitu Ulam yang "innamâ yakhsyaLlôha min 'ibâdihil ulamâu", Ulama akherat, bukan ulama dunia, dan bukan ulama salatin yang lushshun. Ulama yang dalam sistem pemerintahan mengikuti empat dalil syara'nya dan empat imam madzhabnya. Yaitu sistem Khilafah Rosyidah Mahdiyyah, atau Khilafah 'alaa Minhajin Nubuwwah. Titik.
Ulama yang menyebut orang-orang di luar agama Islam, dari agama manapun, dengan sebutan KAFIR, KAFIR, KAFIR, meskipun tidak dipakai untuk memanggil tetangganya yang KAFIR.
#HaramPilihPemimpinKafir
#HaramPilihPemimpinAntiIslam #HaramPilihPemimpinIngkarJanji #HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng #JanganPilihPemimpinGagal