Bismilaahir Rohmaanir Rohiim
Dalam sistem kufur demokrasi saat ini kaum Muslim, baik yang awam maupun yang ulama, sedang dipaksa dan digiring menuju pintu-pintu neraka. Sampai-sampai ada tokoh nasionalis sendiri berkata, bahwa malaikat pun ketika masuk ke dalam sistem demokrasi bisa menjadi iblis.
Bayangkan malaikat saja ketika terjun ke dalam sistem demokrasi bisa menjadi iblis yang telah terlaknat dan diputus manjadi ahli neraka secara abadi. Karena demokrasi itu mengajarkan dan memaksa kaum Muslim agar membuang syariat yang datang dari Alloh Tuhan Yang Maha Esa lalu menggantinya dengan syariat buatan manusia.
Sebagaimana iblis menolak syariat berupa sujud tunduk hormat kepada Embah Nabi Adam AS padahal Alloh sendiri, dan dilihat makrifat oleh iblis sendiri, yang telah menyuruh iblis sujud kepada Adam AS.
Dan dalam kitab-kitab fiqih kaffah seperti Fathul Qoriib, Fathul Mu'in sampai Fathul Wahhab terdapat bab Arriddah / murtad, dimana disana diterangkan bahwa siapa saja yang menolak atau mengingkari satu ayat, satu hadits shohih, satu hukum yang mujmak 'alaih, maka ia dihukumi kafir murtad yang ahli neraka, kecuali ketika ia sempat taubat sebelum yughorghir ruhnya sampai tenggorokan.
Kebalikan dari demokrasi, sistem khilafah justru mengajak, menuntun dan memaksa kaum Muslim, bahkan umat manusia, dengan ikatan dan tarikan rantai-rantai sistem uqubatnya, menuju pintu-pintu surga yang terbuka lebar lebar.
Sedikit contohnya, sholat adalah kewajiban besar, dan muslim yang berani meninggalkan sholat karena mengingkari kewajinannya, ia dianggap kafir / murtad yang sanksi akhiratnya adalah masuk neraka selamanya. Tetapi Islam punya sanksi atasnya yaitu dipenggal lehernya, dimana sebelum sanksi dijatuhkan, ia disuruh bersyahadat atau mengucapkan laa ilaaha illalloh ... Padahal dalam hadits shohih bahwa siapa saja yang sebelum mati membaca kalimat tauhid tersebut dengan ikhlas maka ia masuk surga. Demikian pula dengan penerapan sanksi rajam atas pezina muhshon, dan sanksi-sanksi yang lainnya.
Dan dalam hal ini Rosululloh SAW bersabda :
عجب ربنا من قوم يقادون الى الجنة في السلاسل (حم خ د) عن ابي هريرة (صح).
'ajiba robbunaa min qaumin yuqooduuna ilal jannati fis salaasil
"Tuhan Kami takjub kepada suatu kaum yang ditarik ke surga dengan rantai".
(HR Ahmad, Bukhori dan Abu Daud, semuanya dari Abu Hurairah RA, Assuyuti, Aljaamik Ashshoghiir).
Dan Nabi SAW bersabda :
عجبت لاقوام يساقون الى الجنة في السلاسل وهم كارهون (طب) عن ابي امامة (حل) عن ابي هريرة (ح).
'ajibtu liaqwaamin yusaaquuna ilaljannati fissalaasil wahum kaarihuun
"Aku takjub kepada sejumlah kaum, mereka ditarik ke surga dengan rantai, sedang mereka membencinya".
(HR Thobroni dari Abu Umamah dan Abu Nu'aim dalam kitab Alhilyah dari Abu Hurairah, Aljaamik Ashshoghiir).
Kata assalaasil / rantai-rantai pada hadis diatas adalah kinayah dari sistem pemerintahan yang menerapkan sistem uquubat secara sempurna yang meliputi jinayat, huduud, takzir, dan mukholafat, terhadap para pelanggar syariat.
Sekarang Anda dihadapkan kepada dua pilihan :
Khilafah sistem Islam warisan Rasululloh SAW dan para sahabatnya, yang mengajak, menggiring dan memaksa Anda dan anak cucu Anda menuju ke surga?!,
atau
Demokrasi sistem kufur yang mangajak, menggiring dan memaksa Anda dan anak cucu Anda menuju ke neraka?!