MEREKA MENUDUHKU TAKLID BUTA KEPADA HTI
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Jujur saja. Sebenarnya, Kita semua terpengaruh, kita semua taklid, masalah taklid buta (taklid 'aamiy) atau taklid melek (taklid ittiba') bisa dibuktikan secara ilmiah, tidak secara jahiliah. Kalau dengan taklid buta, maka saya juga teman teman tidak akan ikut HTI. Karena kami justru berangkat dari mengkaji segala fitnah dan tuduhan miring yang disebarkan oleh orang orang yang taklid buta, Kami mengkajinya dengan mata melek dan memahaminya dengan mata melotot, lalu kami mendapatkan HTI terdiri dari orang orang yang melek dan melotot.
Tidak ada diantara Kita seorangpun yang dilahirkan sebagai anggota HTI. Semuanya datang dari berbagai latar belakang yang berbeda, semuanya sama sama dalam rangka mencari haq, tidak mencari HTI. Dan semuanya menemukan haq ada pada HTI lalu Kami menjadi bagian darinya, sebagai bagian dari pembawa haq.
Kalau benar Kami taklid buta, maka Kami tidak akan menjadi anggota HTI, karena kiai kiai kami, guru guru kami,
teman teman ustadz kami, bahkan saudara saudara kami mengatakan HTI itu sesat, HTI itu sesat, HTI itu sesat, sesat, sesat dan sesat. Sampai telinga kanan dan kiri Kami penuh dengan kata sesat, sesat dan sesat. Kami tidak mau taklid buta, lalu kami mengkaji dan mempelajarinya dengan mata, akal dan hati yang melek, berpikir dan tadabbur.
Ternyata HTI itu sangat luarbiasa, sangat indah, sangat cemerlang, sangat mencerdaskan, sangat memuaskan akal, menenangkan jiwa dan menentramkan hati, dan sangat sesuai dan diterima oleh fitrah yang bersih dari hawa nafsu dan yang jauh dari sifat sombong, takabbur dan sewenang wenang.
Betul, disana ada orang yang nuduh HTI suka dusta, padahal masalahnya hanya analisa yang tidak terjangkau oleh akal pikiran mereka, lalu mereka menuduhnya dusta. Ada orang orang yang menuduh HTI suka mencatut nama tokoh sebagai pendukung khilafah, lalu tokoh itu menjadi munafik yang mudzabdzabin, bilang ke HTI ya, lalu bilang ke temannya tidak. Akhirnya HTI yang dituduh dusta, dan HTI tidak mau memperpanjang dan wempertajamnya. Dan ada orang orang yang menuduh HTI suka menebarkan berita dusta, padahal yang dibuat menyanggah HTI sama sama beritanya yang mengandung dua kemungkinan, benar atau dusta.
HTI sangat indah dan cantik dengan alunan irama musiknya di sela sela perhelatan acara akbar seperti konferensi dan sejenisnya, membuat jiwa seniman para musisi berdebar tergoncang karenanya, meskipun orang orang di sebelah sana sama membid'ahkan dan menyalahkannya.
Kalaupun musik islami itu salah dan dosa sebagaimana klaim mereka, tetapi bagi Kita, adalah setitik noda hitam tahi lalat menghiasi wajah yang sudah cantik, lalu wajah itu semakin indah dan cantik.
Lebih dari itu, ternya HTI sangat menyeru kepada tauhid dengan semua jenisnya, tauhid yang jauh dari syirik juga dengan semua jenisnya. Sampai liwa'dan royahnya pun memancarkan kalimat tauhid, Laa Ilaaha Illalloh Muhammadur Rosululloh.
Lebih dari itu pula, HTI adalah wadah bagi perjuangan fikih Islam Kâffah yang Kami pelajari mulai dari kitab Fathul Qorîb, Fathul Mu'în, Fathul Wahhâb, Fiqhus Sunnah dan sejenisnya, dimana kitab kitab tersebut dikaji dan dipelajari di berbagai pondok pesantren di Nusantara dan manca negara. Karena buat apa mengaji dan mengkaji kitab kitab tersebut kalau tidak untuk diterapkan, setidaknya diperjuangkan lewat dakwah syariah dan khilafah. Dan buat apa mengaji dan mengkaji setumpuk kitab fikih Islam kâffah kalau akhirnya harus mendukung sepenuh hati penerapan sistem kufur demokrasi warisan penjajah ?!
#DemokrasiWarisanPenjajah
#DemokrasiSistemKufur
#KhilafahAjaranIslam
#KhilafahAjaranAhlussunnah
#KhilafahAjaranAswaja
#ReturnTheKhilafah