INDONESIA GELAP


Oleh : Abulwafa Romli 

Memang Indonesia itu Gelap.
Bukan baru sekarang, setelah Prabowo Subianto menjadi presiden, Indonesia sejak berdirinya memang gelap dan kegelapan selalu menyelimuti Indonesia. Dan saking gelapnya Indonesia ada warganya yang KABUR DULU, mungkin setelah Indonesia terang ia akan kembali. 

Kenapa Indonesia Gelap? Karena diatur dengan sistem (hukum) jahiliah atau sistem dari thaghut, setan dalam jenis manusia.

Bumi Indonesia, baik daratan, hutan dan lautannya, secara hakiki adalah milik Allah Tuhan Yang Maha Esa dan akan diambil lagi oleh Allah. Sedang sebagai milik Kita hanyalah majazi dan dengan ketentuan kepemilikan yang ditetapkan oleh Allah. Karena milik Allah, maka harus diatur oleh Allah, yakni dengan sistem dari Allah, baik sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem sanksi hukum dan sistem politik dalam dan luar negeri. 

Alam semesta yang begitu luas, yang kita lihat dan yang tidak kita lihat, yang di dalamnya ada milyaran planet dan bintang, semuanya beredar pada porosnya masing-masing dengan sangat teratur dan disiplin. Karena semuanya diatur oleh Allah, dengan sistem dari Allah, dimana tidak ada sistem produk hawa nafsu dan akal bulus manusia ikut mengaturnya. Begitupun ketika bumi Indonesia semuanya diatur dengan sistem dari Allah, Indonesia pasti teratur dengan penuh ketertiban dan keadilan, sehingga bisa keluar dari kegelapan yang hitam pekat menuju cahaya emas yang kemilau.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya semua yang di langit dan di bumi..." (QS Al-Baqarah ayat 255)

Sistem dari Allah itu hanya satu, yaitu Khilafah yang mencakup sistem ekonomi, pendidikan, pergaulan, sanksi hukum serta politik dalam dan luar negerinya. Sedang sistem dari selain Allah, dari manusia sebagai thoghut tandingan Allah, yang disebut sebagai sistem jahiliah, itu banyak, terdiri dari sistem bid'ah dan kufur; kerajaan, keamiran, teokrasi, republik, demokrasi dan komunis.

Allah itu Maha Esa yang menyuruh dan mengajak kepada tauhid, baik tauhid dalam ibadah mahdhoh seperti shalat puasa maupun dalam ibadah ghairu mahdhoh seperti dalam berbangsa dan bernegara. Sedang thaghut itu banyak jenisnya dan semuanya mengajak kepada kegelapan kekufuran dan kesyirikan dalam ibadah, berbangsa dan bernegara. 

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

"Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al-Baqarah ayat 257)

Mari Kita keluar dari Indonesia Gelap menuju Indonesia Emas. Yaitu dengan menjemput cahaya dari Allah sebagai sumber semua cahaya.

اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌۙ 

"Allah (pemberi) cahaya (pada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang (pada dinding) yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang (yang berkilauan seperti) mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). Allah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An-Nur ayat 35).

Mari Kita jemput cahaya Khilafah yang dakwahnya dimulai dari negeri tempat pohon dan buah zaitun, dari Masjidil Aqsho Palestina. Mari sambut dakwah Hizbut Tahrir Global. Insyaallah Indonesia Gelap berubah menjadi Indonesia Emas dan yang Kabur Dulu bisa pulang disambut keadilan.


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.