AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH ADALAH ALMUTTAQÛN

Oleh : Abulwafa Romli 


Bismilaahir Rohmaanir Rohiim


Sesungguhnya Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Sawad A'zhom yang Firqah Nâjiyah, kelompok yang pada hari kiamat selamat, ketika melintas diatas shiroth mustaqim, tidak tergelincir ke dalam neraka Jahanam, adalah Almuttaqûn, orang-orang yang bertakwa. Bukan orang-orang kafir,  zhalim dan fasiq, apalagi munafiq.


Definisi Taqwa :
Definisi taqwa yang sangat populer, karena biasa disampaikan oleh setiap khotib Jum'at, ialah :


امتثال أوامر الله واجتناب نواهيه

Imtitsâlu awâmirillâhi wajtinâbu nawâhihi


"Melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangan-Nya".


Dari definisi taqwa diatas, tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan melaksanakan perintah Allah, tanpa menjauhi larangan-Nya. Tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan mengejar pahala dan fadhilah, tanpa menjauhi dosa dan sia-sia. Tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan mengejar surga, tanpa menjauhi neraka. Tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan menyembah Allah, tanpa menjauhi thaghut tandingan Allah.


Taqwa yang demikian itu harus ada di dalam kehidupan, masyarakat dan negara. Taqwa ini tidak cukup hanya di dalam kehidupan privat, tanpa ada di kehidupan publik. Taqwa ini tidak cukup hanya di dalam kehidupan publik masyarakat, tanpa ada di kehidupan negara. Rasululloh SAW sendiri ketika menyuruh sahabat agar bertakwa, dengan taqwa yang mencakup semua lini kehidupan.


Beliau SAW bersabda :
اتق الله حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن
Ittaqillâha haitsumâ kunta, wa atbi'is sayyiatal hasanata tamhuhâ, wa khôliqin nâsa bi khuluqin hasanin

"Bartaqwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan maka menghapusnya, dan perlakukan manusia dengan khuluq (akhlak) yang baik". (Hadits Arba'în Nawawi ).


Maksud hadits :


1- Bertaqwalah, di zaman manapun kamu ada, di tempat manapun kamu ada, dan dalam kondisi apapun kamu ada.

 
2- Di zaman manapun ada keburukan, gantilah dengan kebaikan. Di tempat manapun ada keburukan, gantilah dengan kebaikan. Dan dalam kondisi apapun ada keburukan, gantilah dengan kebaikan.


3- Di zaman manapun, di tempat manapun, dan dalam kondisi apapun, perlakukan manusia dengan khuluq (akhlak) yang baik.
Sedang khuluq yang baik adalah Alqur'an. Aisyah ra berkata :


كان خلق رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ القرآن

 
Kâna khuluqu rosûlillahi shollallôhu 'alaihi wasallama alqur'ana
"Khuluq Rasulullah SAW adalah Alqur'an".


Jadi Rasulullah SAW telah menyuruh agar manusia di zaman manapun, di tempat manapun dan dalam kondisi apapun diperlakukan dengan Alqur'an. Itulah hakekat taqwa harus menjadikan Alqur'an sebagai pedoman dan aturan kehidupan, masyarakat dan negara.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.