WASPADA IMAN KEPADA AZAB KUBUR PALSU
Oleh : Abulwafa Romli
Orang yang iman kepada azab kubur pasti takut dan pasti beramal shaleh dan tidak menolak dakwah penegakkan syariat Islam kaffah melalui penegakkan khilafah.
Orang yang ngaku iman kepada azab kubur, tapi menolak dakwah penegakkan syariat Islam kaffah melalui penegakkan khilafah serta beramal buruk dengan menjadi tukang dusta dan fitnah, maka imannya kepada azab kubur terindikasi dusta, sedang dusta adalah palsu.
Endingnya, jangan percaya kepada siapapun yang ngaku beriman kepada azab kubur, tapi amalnya buruk dan menolak dakwah penegakkan syariat Islam kaffah melalui penegakkan khilafah.
Karena hanya dengan khilafah syariat Islam kaffah bisa ditegakkan, Islam rahmatan lil'alamiin bisa diwujudkan, ukhuwah islamiyah bisa dibuktikan. Dan faktanya telah berjalan selama 13 abad lebih. Sedang sistem pemerintahan selain khilafah seperti kerajaan, teokrasi, republik, demokrasi dan komunis, hanyalah nasionalisme yang tidak bisa menegakkan syariat Islam kaffah, tidak bisa mewujudkan Islam rahmatan lil'alamiin, dan tidak bisa membuktikan ukhuwwah islamiyyah. Dan faktanya hanya menjadi negara-negara nasional.
Sedang nasionalisme itu 'ashobiyyah dan bukan ajaran Islam:
ليس منا من دعا إلى عصبية وليس منا من قاتل على عصبية وليس منا من مات على عصبية. رواه أبو داود عن جبير بن مطعم
Laysa minnâ man da'â ilâ 'ashobiyyatin walaysa minnâ man qótala 'alâ 'ashobiyyatin walaysa minnâ man mâta 'alâ 'ashobiyyatin. Rowâhu abû dâwud 'an jubayr bin muth'im
"Bukan golongan kami, orang / kelompok yang mengajak kepada 'ashobiyyah (fanatisme negara nasional, golongan atau suku). Bukan golongan kami, orang / kelompok yang berperang atas dasar 'ashobiyyah. Dan bukan golongan kami, orang / kelompok yang mati diatas 'ashobiyyah". (HR Abu Daud dari Jubair bin Muth'im ra)
Dan sistem pemerintahan selain khilafah adalah tasyabuh (meniru kaum kuffar) :
Rasulullah saw telah mengeluarkan orang / kelompok yang meniru-niru perilaku umat non muslim dari golongannya :
ليس منا من تشبه بغيرنا ولا تشبهوا باليهود ولا بالنصارى. رواه الترميذي عن ابن عمرو
Laysa minnâ man tasyabbaha bighainâ walâ tasyabbahû bilyahûdi walâ binnashôrô. Rowâhu attirmîdzi 'anibni 'amrin
"Bukan golongan kami, orang / kelompok yang meniru-niru sunnah selain golongan kami. Janganlah kalian meniru-niru kaum Yahudi dan jangan pula meniru-niru kaum Nasrani". (HR. Tirmidzi dari Ibnu Amru ra. Dan hadits-hadits yang lainnya).
Dan waspada kepada orang / kelompok yang mengklaim iman kepada azab kubur, tapi menempatkan dirinya menjadi musuh pengemban dakwah penegakkan syariat Islam kaffah melalui penegakkan khilafah, serta berperilaku aladdul khishom. Dia mengaku telah istikhiroh kepada Allah, mengaku ikhlas karena Allah, padahal perbuatannya adalah yang dibenci dan dilarang oleh Allah. Allah azza wajalla berfirman :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلى ما فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصامِ
“Di antara manusia ada orang yang ucapanya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada allah ( atas kebenaran ) isi hatinya, padahal dia adalah penantang paling keras". (QS Albaqoroh [2] : 204).
Jadi siapa saja yang mengklaim iman kepada azab kubur, maka harus takut kepadanya. Yaitu dengan menjauhi amal-amal yang menyebabkan ia diazab di kuburnya. Bukan malah melakukan amal-amal yang menyebabkan ia diazab di kuburnya.
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin