NKRI SUDAH KHILAFAH?

Ahmad Maulana Prasetyo (di grup fb Alumni Lirboyo, 30 Januari 2022) berkata :


====== m u l a i ======
Muhammad Romli Abulwafa
Assalamualaikum pak romli.
Apakah benar Khilafah didefinisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Orang yang memimpinnya disebut Khalifah...??


Jika benar demikian, maka qur'an dan hadist adalah suatu khilafah. Qur'an sendiri kan ibaratnya huda lil muttaqin. Maka bisa juga di sebut sebuah sistem yg di pakai untuk memimpin umat islam dalam menegakkan syariat / aturan hukum2 islam. Ingat pak quran dan hadist adalah wasiat nabi. Jadi keberadaan quran dan hadits itu sebagai sistem yg memimpin / menuntun umat islam di seluruh dunia agar tegaklah syariat. Al qur'an dan al hadits itu ibaratnya pengganti nabi. Sepeninggal beliau.


Kita liat negara kita nkri, presidennya muslim wakil presidennya ulama. Negara kita sudah memakai khilafah dalam undang2 negara. Lalu khilafah seperti apa yang ingin anda sampaikan...??
Coba berikan aku 1 contoh sistem hukum negara kita yang tidak khilafah...??
Monggo pak kita diskusi.
===== s e l e s a i =====


*JAWABAN SAYA* :


*Bismillaahir Rohmaanir Rohiim*

Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh


*Jawaban spontan* :
Wong sudah menamakan dirinya sebagai negara republik kok dibilang khilafah? Sama saja ada babi dibilang lembu. Anda gelindur apa ngawur?!


*Sedang jawaban ilmiahnya setidaknya terdiri dari EMPAT bagian* :


PERTAMA :


Alqur'an dan Assunnah (hadits) itu bukan khilafah. Tetapi keduanya wajib diterapkan oleh khalifah dalam sistem pemerintahan khilafah.


Diantara dalilnya ialah hadits :
عن أم الحصين قالت: حججت مع رسول الله صـلى الله عليه وسلم فسمعته يقول: (إن أمر عليكم عبد مجدع أسود [يقودكم بكتاب الله]  فاسمعوا له وأطيعوا). رواه الإمام مسلم
Dari Ummul Hushain, Ia berkata : "Aku pernah haji bersama Rasulullah saw. Lalu aku mendengar beliau bersabda : "Apabila kalian dipimpin oleh budak hitam yang keriting yang memimpin kalian dengan kitabullah, maka mendengar dan taatlah kalian (kepadanya)". HR Imam Muslim .


Dalam riwayat lain memakai redaksi :
ما أقام لكم كتاب الله
Selagi pemimpin itu menegakkan kitabullah kepada kalian
ما أقام فيكم كتـاب الله
Selagi ia menegakkan kitabullah pada kalian
ما أقام لكم ديــن الله
Selagi ia menegakkan agama Allah kepada kalian
ما أقـام بكم كتــاب الله
Selagi ia menegakkan kitabullah pada kalian
ما قادكـم بكتـاب الله
Selagi ia memimpin kalian dengan kitabullah
ما قادكم من كتـاب الله
Selagi ia memimpin kalian dari kitabullah
يـأخـذكم بكتــاب الله
Ia menuntun kalian dengan kitabullah
يقيـم فيكم كتـــاب الله
Ia menegakkan kitabullah pada kalian
ما قرأ بكم كتاب الله
Selagi ia membaca kitabullah pada kalian
فأقام فيكم كتـــاب الله
Lalu ia menegakkan kitabullah pada kalian.


Semua redaksi hadits diatas mudah dilacak melalui Maktabah Syamilah atau google.


Dan dengan memperhatikan redaksi-redaksi hadits diatas, Qadhi `Iyadh rh dalam kitab Ikmalul Mu`allim berkata :
(عبدا حبشيا يقودكم بكتاب الله) أي: بالإسلام وحكم كتاب الله وإن جار
Yakni ia memimpin kalian dengan Islam dan berhukum dengan kitabullah, meskipun ia menyimpang (zalim).


Imam Nawawi rh dalam kitab Alminhaj-nya juga berkata :
(يقودكم بكتاب الله فاسمعوا وأطيعوا): فأمر صلى الله عليه وسلم بطاعة ولي الأمر، ولو كان بهذه الخساسة [ما دام يقودنا بكتاب الله تعالى]
"Ia memimpin kalian dengan Kitabullah, maka mendengar dan taatlah kalian". Jadi Rasulullah telah menyuruh ta'at kepada ulil amri meskipun banyak keburukannya, selagi masih memimpin kalian dengan kitabullah.

قال العلماء معناه [ما دامـوا متمسكين بالإسلام والدعاء إلى كتاب الله تعالى] على أي حال كانوا في أنفسهم وأديانهم وأخـلاقهم ولا يشق عليهم العصا بل إذا ظهرت منهم المنكرات وعظوا وذكروا. أهـ
Para Ulama berkata; Maknanya, selagi mereka masih berpegang teguh dengan Islam dan mengajak kepada kitabullah, atas kondisi apapun pada diri mereka, agama mereka dan akhlak mereka. Dan tidak boleh memecah tongkat (melawan) terhadap mereka. Bahkan ketika telah nampak kemunkaran dari mereka, maka mereka dinasehati dan diingatkan saja".


Dan hadits :
عن عوف بن مالك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: " خيار أئمتكم: الذين تحبونهم ويحبونكم ،ويصلون عليكم وتصلون عليهم، وشرار أئمتكم: الذين تبغضونهم ويبغضونكم، وتلعنونهم ويلعنونكم قيل: يا رسول الله أفلا ننابذهم بالسيف؟ فقال:" لا ما أقاموا فيكم الصلاة، وإذا رأيتم من ولاتكم شيئا تكرهونه فاكرهوا عمله ولا تنزعوا يدا من طاعة" رواه مسلم
Dari Auf bin Malim, dari Rasulullah saw, beliau bersabda : "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Sedang seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian."
Dikatakan : "Wahai Rasulullah! Apakah kami tidak melawan mereka dengan pedang?". Maka beliau bersabda : "Tidak. Selagi mereka masih menegakkan shalat pada kalian. Dan ketika kalian telah melihat sesuatu yang dibenci dari pemimpin kalian, maka bencilah perbuatannya saja dan janganlah kalian mencabut tangan dari ta'at (menarik bai'at dari pemimpin yang sah dengan baiat, yaitu khalifah)".


Dr. Muhammad Na`im Muhammad Hani Assa`iy berkata :
وإنما المعنى : ما أقاموا فيكم معالم الإسلام وشعائر الدين، وذكر الصلاة من باب ذكر الجزء وإرادة الكل، وقد أجمع العلماء على أن الحاكم المسلم الذي انعقدت له البيعة صحيحةً ،تنخرم بيعته ويجوز خلعه إذا غيَّر شيئا من معالم الإسلام أو شعائر الدين ، وأن إقامة الصلاة وحدها بمعنى تمكين المسلمين من أدائها فرادى وجماعات ، أن هذا وحده لا يكفي لمنع الخروج عليه إلا إذا صاحبه شئ من تغيير المعالم والشعائر، ومن أعظم هذه المعالم والشعائر: تحكيم الشرع ونبذ ما سواه،
"Maknanya; Selama mereka masih menegakkan pada kalian tanda-tanda Islam dan syiar-syiar agama. Sedang penyebutan shalat termasuk bab menyebut sebagian dan menghendaki keseluruhan. Ulama benar-benar telah ijmak, bahwa penguasa muslim yang telah sah baiatnya, maka baiatnya bisa rusak dan boleh dipecat, ketika ia telah merubah sesuatu dari tanda-tanda Islam atau syiar-syiar agama. Dan bahwa menegakkan shalat semata, dengan arti memberi kesempatan kepada kaum muslimin melaksanakan shalat sendiri-sendiri dan jamaah-jamaah, hanya ini saja, tidaklah cukup untuk larangan khuruj (memberontak) terhadapnya, kecuali ketika bersamaan sesuatu yang lain dari merubah tanda-tanda Islam dan syiar-syiar agama.
Dan termasuk tanda-tanda Islam dan syiar-syiar agama terbesar adalah berhukum dengan syariat Islam serta membuang hukum yang lainnya...".
(https://islamsyria.com/site/show_consult/536).


•KEDUA :


Redaksi bai'at sebagai metode pengangkatan khalifah harus memenuhi dua unsur; (1) kaum muslimin berbaiat atas dasar mendengar dan ta'at kepada khalifah, (2) khalifah dibaiat atas dasar menerapkan Kitabullah dan Sunnah Rasulillah saw atas kaum muslimin.


Kedua unsur tersebut diambil dari pidoto Abu Bakar ra. setelah dibaiatnya :
أطيعوني ما أطعت الله ورسوله، فإن عصيت الله ورسوله فلا طاعة لي عليكم
"Ta'atlah kalian kepadaku selagi aku ta'at kepada Allah dan Rasulallah. Lali apabila aku maksiat kepada Allah dan Rasulullah, maka tidak ada ta'at kepadaku atas kalian". (Ibnu Katsir, Assiiroh, 4/492-493, Darul Ma'rifah, Libanon, 1976).


Dan dipahami dari bai'atnya Abdullah bin Umar ra kepada khalifah Abdul Malik bin Marwan, dimana Abdullah berkata kepada Abdul Malik melalui tulisan :
وأقر لك بالسمع والطاعة على سنة الله وسنة رسوله فيما استطعت
"Aku ikrar kepadamu dengan mendengar dan ta'at atas dasar sunnah Allah dan sunnah Rasulullah pada perkara yang aku mampu". (Tanwirul Hawalik Syarah kitab Muwaththo Imam Malik, 2/250).


Dalam riwayat lain, terkait bai'at dengan tulisan, Abdullah bin Dinar berkata : "Aku menyaksikan Ibnu Umar ketika orang-orang berkumpul kepada Abdul Malik. Ibnu Umar menulis :
إني أقر بالسمع والطاعة لعبد الله عبد المالك أمير المؤمنين على سنة الله وسنة رسوله ما استطعت
"Sesungguhnya aku ikrar mendengar dan ta'at kepada Abdullah Abdul Malik Amirul mu'minin atas dasar sunnah Allah dan sunnah Rasulullah selagi aku mampu". (Taqiyyuddin Annabhani, Alkhilafah, hal. 26, min mansyuroti hizbit tahrir).


•KETIGA :


*NKRI dengan UUD dan Pancasila-nya bukan khilafah. Tapi justru kontradiksi dengan Khilafah.*


*DEFINISI KHILAFAH*:


Dr. Mahmud Al-Khalidi (1980) dalam kitabnya, Qawa'idu Nizhamil Hukmi fil Islam, telah menghimpun sepuluh definisi khilafah yang telah dirumuskan oleh para ulama, lalu mendatangkan definisi khilafah versi Hizbut Tahrir, sebagai berikut:


Pertama, definisi Mushtofa Shobri Syaikhul Islam Daulah 'Utsmaniyah :
الخلافة عن رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تنفيذ ما آتى به من شرعة الإسلام 
"Pengganti dari Rasulullah saw dalam melaksanakan syariat Islam yang telah dibawanya". (Mauqiful 'aqli wal ilmi wal 'alim, juz 4, hal. 262).


Kedua, definisi Albaidhowi :
خلافة شخص من الأشخاص للرسول صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إقامة القوانين الشرعية وحفظ حوزة الملة على وجه يجب اتباعه على كافة الأمة
"Khilafahnya seseorang diantara orang-orang bagi Rasulullah saw dalam menegakkan undang-undang syariat dan menjaga kesatuan agama dimana wajib diikuti oleh seluruh umat". (Hasyiyah Syarah Aththowali', hal. 228).


Ketiga, definisi Al-Kamal ibn Al-Hammam : 
هي استحقاق تصرف عام على المسلمين 
"Khilafah adalah otoritas pengaturan umum atas kaum Muslimin". (Al-Musâmarah fî Syarh al-Musâyarah, hlm. 141).


Keempat, definisi Al-Qalqasyandi : 
هي الولاية العامة على كافة الأمة
"Khilafah adalah kekuasaan umum atas seluruh umat". (Ma‘âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8).


Kelima, definisi 'Adhuddin Al Ijiy:
رياسة عامة في أمور الدنيا والدين لشخص من الأشخاص
"Khilafah adalah kepemimpinan umum dalam urusan agama dan dunia bagi seseorang diantara banyak orang", atau :
خلافة الرسول في إقامة الدين وحفظ حوزة الملة بحيث يجب اتباعه على كافة الأمة
"Pengganti Rasulullah dalam menegakkan agama dan menjaga kesatuan agama, dimana wajib diikuti oleh seluruh umat". (Al-Iji, Al-Mawâqîf, III/603).


Keenam, definisi Ba'dhu Ulama Syafi'iyah:
الإمام الأعظم القائم بخلافة النبوة في حراسة الدين وسياسة الدنيا 
"Imam Agung yang menegakkan khilafah nubuwwah dalam menjaga agama dan mengatur dunia". (Nihayatul Muhtaj 'ala Syarhil Minhaj, juz 7, hal. 289).


Ketujuh, definisi salah satu firqah Syiah yang berlebihan dalam memberikan hak kepada para imamnya sehingga mengeluarkannya dari batas-batas makhluk:
محض الحكومة وإجراء الأحكام والأوامر والنواهي وشأن من شؤون الإلهية
"Murni pemerintahan dan menjalankan hukum-hukum, perintah-perintah, larangan-larangan, dan urusan dari urusan-urusan ketuhanan". (Mukhtashar Attuhfah Al itsna 'Asyariyyah, hal. 189).


Kedelapan, definisi Imam Al-Mawardi:
الإمامة موضوعة لخلافة النبوة في حراسة الدين وسياسة الدنيا 
"Imamah (khilafah) diletakkan untuk pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Al-Ahkâm as-Sulthâniyah, hlm. 3).


Kesembilan, definisi Ibnu Khaldun: 
حمل الكافة على مقتضى النظر الشرعي في مصالحهم الأخروية والدنيوية 
"(Khilafah adalah) memikul seluruh urusan umat sesuai ketetapan pandangan syariat dalam kemaslahatan mereka, baik ukhrawi maupun duniawi". Atau:
خلافة عن صاحب الشرع في حراسة الدين وسياسة الدنيا به
"Pengganti dari pemilik syariat dalam menjaga agama dan mengatur dunia dengan agama". (Al-Muqaddimah, hal. 159).


Kesepuluh, definisi Syaikhul Islam Ibrahim Albaijuri:
هي النيابة عن النبي صلى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عموم مصالح المسلمين 
"Khilafah ialah pengganti dari Nabi saw dalam keumuman kemaslahatan kaum muslimin ". (Tuhfatul Murid Ala Jauharotit Tauhid, juz 2, hal. 45).


Kesimpulan :
Kesimpulan dari semua definisi diatas ialah, bahwa khilafah / khalifah adalah jabatan atau kepemimpinan tertinggi pengganti Nabi saw dalam menjaga agama Islam dan mengatur dunia dengan agama Islam, dimana wajib diikuti / ditaati oleh seluruh umat Islam di dunia. 


•KEEMPAT :


*DEFINISI KHILAFAH VERSI HIZBUT TAHRIR* 


Sebagai pengantar, Alkholidi berkata: "Yang benar, bahwa membuat definisi khilafah atau khalifah itu harus melihat pada tujuan menegakkan daulah yang telah diwajibkan oleh Allah swt, agar umat memiliki struktur pemerintahan, yaitu untuk menjaga agama Islam dan mengatur dunia dengan agama Islam, sebagaimana pada definisi-definisi tersebut diatas). 


ketika kita benar-benar mengamati dan meneliti fakta daulah islamiyyah sejak masa Nabi saw, maka menemukan bahwa daulah islamiyyah telah menjalankan dua perkara :


Pertama, beraktivitas menerapkan hukum-hukum syariat atas seluruh rakyat. Daulah mengumpulkan zakat dan membagikannya, menegakkan hudud, mengatur urusan rakyat dengan syariat Islam, dan mengatur sistem kehidupan Islam secara umum. 


Kedua, beraktivitas mengemban dakwah Islam keluar batas-batas daulah sampai keseluruh penjuru dunia (yang terjangkau), menyingkirkan semua penghalang dan rintangan dari depan dakwah Islam, melalui metode jihad fi sabilillah. 


Atas dasar itu, termasuk definisi khilafah yang paling detil dan paling mendekati kebenaran (juga yang jaami' dan maani'), ialah :
ﺍﻟﺨﻼﻓﺔ ﻫﻲ ﺭﺋﺎﺳﺔ ﻋﺎﻣﺔ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺟﻤﻴﻌﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ , ﻻﻗﺎﻣﺔ ﺍﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺍﻻﺳﻼﻣﻲ , ﻭﺣﻤﻞ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ
"Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi semua kaum Muslimin di dunia untuk menegakkan hukum-hukum agama Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia".


Definisi inilah yang telah dirumuskan oleh Syaikh Taqiyyuddin an-Nabhani dalam kitab-kitab yang ditabanni oleh Hizbut Tahrir, seperti kitab Al-Khilâfah (hlm. 1), Muqaddimah ad-Dustûr (bab Khilafah hlm. 128), dan Asy-Syakshiyyah al-Islâmiyah (Juz II, hlm. 9), dll. 


Kepemimpinan umum bagi kaum muslimin, menegakkan hukum-hukum agama Islam, dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia (yang terjangkau), semuanya telah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad saw, maka sudah mencukupi dari penyebutan pengganti Nabi saw dalam menjaga agama dan mengatur dunia dengan agama, karena mengatur dunia dengan agama itu harus melalui dakwah Islam. 


Dengan demikian, sepuluh definisi khilafah diatas dan yang lainnya telah tercakup dalam definisi khilafah versi Hizbut Tahrir. Lebih dari itu, definisi khilafah Hizbut Tahrir menolak masuknya definisi khilafah kaum liberal yang sesat dan menyesatkan, yang tujuannya hanya menjual agama dengan duit dunia yang sedikit, dimana definisi mereka itu mencakup semua bentuk pemerintahan dan semua kepala negara yang ada di dunia, baik yang muslim maupun yang kafir dan musyrik. Wallahu A'lam...


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.