Dimana HTI ⁉️
Antum tidak akan menemukan sosoknya dalam barisan para Pengemban Dakwah pada ilustrasi kartun tersebut, kenapa ⁉️
Karena HTI itu universal, gak bisa diidentifikasi dengan pakaian atau penampilan.
Pengemban Dakwah HTI adalah semua umat Islam, yang mungkin saja berafiliasi dengan harokah Jihadiyyun, Salafiyyun, Ikhwaniyyun, Azhariyyun, Tablighiyyun, Muhammadiyyun atau Nahdiyyun yang bercita² mengembalikan kehidupan Islam di tengah² umat (Syariah Islam diterapkan secara KAFFAH dalam bingkai Khilafah Alaa Minhajin-Nubuwah). Akan tampak sosoknya dari dakwah pemikirannya yang mencerahkan dan membangkitkan umat dengan kesadaran aqidah yang cemerlang
.
Takbir ‼️
RAHASIA KEKUATAN PEMIKIRAN SYABAB HIZBUT TAHRIR.
Mengapa syabab Hizbut Tahrir diakui pemikirannya sangat kuat dan mencerahkan ?
Cerdas, kuat dalilnya, jernih laksana mata air, terkonsep dan paripurna.
Boleh dikatakan seluruh persoalan dapat dijawab dengan argumen yang kuat dan diterima akal sehat, sangat logis dan ideologis.
Sampai-sampai setiap orang mau tak mau menyebut syabab Hizbut Tahrir sebagai ustadz. Padahal profesinya pengusaha, dokter, insinyur, buruh, mahasiswa, petani dst.
Boleh dikata sempat bikin kikuk dan sedikit risih bagi ustadz yang sudah lama ustadz.
Bukan cuma itu, pemikiran Hizbut Tahrir mampu menggerakkan dengan luar biasa ikhlas tanpa bayaran, dan mampu bertengger dipuncak opini masyarakat maupun di dunia Maya.
Sampai bikin gerah penguasa dan bahkan rezim sempat mengeluh seolah ditindih gunung pemikiran.
Apa rahasia semua itu ?
Rahasianya adalah karena seluruh pemikiran syabab Hizbut Tahrir adalah MUTABANAT.
Apa itu mutabanat ?
Ibarat sales rumah, syabab itu menjual rumah jadi, yang sudah lengkap dengan perabot dan hiasan eksterior dan interiornya bahkan pekarangannya sudah tertata.
Dengan kata lain, pemikiran syabab itu sudah produk jadi.
Biarpun tidak pernah nyantri, tidak begitu dalam ilmu bahasa arabnya, tidak lancar baca kitab gundul, mereka semua sudah fasih menyampaikan pemikiran Islam.
Dan nyatanya baik syabab yang ustadz tulen dan yang berprofesi dokter misalnya, pemahaman, pemikiran dan perasaan nya sama tak berbeda sedikitpun.
Itulah yang disebut mutabanat.
Artinya pemikiran Hizbut Tahrir sudah tinggal pake. Tinggal ambil saja dan sampaikan.
Satu-satunya yang membedakan adalah bakat penyampaian atau seni menyampaikan yang tidak sama setiap orang.
Pemikiran sama, gaya dan cara penyampaian yang berbeda-beda. Itu saja.
Karenanya, siapapun yang berminat untuk cerdas dan memiliki pemikiran yang kuat, realistis dan ideologis, ikutlah ngaji di Hizbut Tahrir.
Hizbut Tahrir adalah lembaga pemikiran.
Islam adalah nyawa pemikirannya dan ideologi Islam adalah pimpinan pemikirannya.
Seluruh pemikiran yang ditabanni (ditetapkan) oleh Hizbut Tahrir adalah pemikiran Islam yang disusun oleh pendiri dan ulama Mujtahid.
Tidak ada sedikitpun pemikiran cetengan, abal-abal, dangkal dari penggunaan dalil dan pengamatan fakta secara mendalam.
Kalau disebut dari mana sanad, sanad pemikiran Hizbut Tahrir terhubung langsung ke Mujtahid Mutlaq Al Allamah Syeikh Taqiyuddin An Nabhani.
Lalu dari beliau tersanadkan kepada para ulama pendahulunya sampai kepada Rasulullah Saw.
Syabab Hizbut Tahrir itu seumpama sales rumah jadi. Bukan tukang bangun rumah.
Jadi rumah yang dipromosikan adalah rumah cantik dan indah yang dibangun oleh Mujtahid Mutlaq dengan keahlian dan kedalam ilmunya serta kepeduliannya terhadap kebangkitan Islam melawan kekufuran pemikiran barat.
Jadi sebaiknya urungkan niat bila sekedar untuk adu ilmu. Karena ilmu syabab itu adalah ilmunya level mujtahid, bukan level akademisi ataupun cuma level santri, yang kadang baru mengandalkan timbangan istilahy dan lughowy dalam ilmu shoraf.
Ilmu yang dirampungkan Hizbut Tahrir menjadi pemikiran Islam yang mutabanat, sudah terbungkus rapi dengan keikhlasan dan kecintaan terhadap islam, serta permusuhan abadi terhadap kekufuran.
Dari situlah para kapitalis barat sangat dendam dengan pemikiran Khilafah yang diemban oleh Hizbut Tahrir.
Sampai dibanyak negara, Hizbut Tahrir selalu ditolak oleh rezim antek barat.
Ditolak bukan karena takut tertular virus Corona.
Tapi ditolak karena sangat mungkin membangkitkan umat Islam untuk sadar menggapai syariat Allah SWT dengan melalui tegaknya Khilafah Alaa Minhajin Nubuwah.