Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
10 (sepuluh) Butir Nasihat kepada Kaum Aswaja :
1. Kita harus memposisikan Hizbut Tahrir pada posisinya yang sebenar, yaitu sebagai partai politik Islam ideologis, tidak sebagai organisasi keagamaan seperti halnya NU, Persis, Muhammadiyyah dlll. Oleh karena Hizbut Tahrir adalah partai politik, maka warga NU, Persis, Muhammadiyyah dll. bisa menjadi anggotanya, sebagaimana menjadi anggota dari partai-partai politik yang lain.
2. Kita harus membandingkan Hizbut Tahrir sebagai partai politik dengan partai politik juga, seperti dengan PPP, PKB, PDIP, GOLKAR, PKS dll., tidak dengan organisasi keagamaan seperti NU, Persis, Muhammadiyyah dll. Dengan demikian kita akan mengerti bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik Islam yang paling lurus dan berada di atas jalan yang lurus, dan kita akan mengerti kenapa banyak oknum dari ulama dan tokoh-tokoh organisasi di atas melarang warganya ikut Hizbut Tahrir dan tidak melarang ikut PPP, PKB, PDIP, GOLKAR, PKS dll. Karena mereka bagian dari partai-partai tersebut.
3. Kita tidak boleh membenturkan Hizbut Tahrir sebagai partai politik dengan NU, Persis, Muhammadiyyah dll. sebagai organisasi keagamaan, sebab kalau ini terjadi, maka akan terjadi kezaliman, yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, karena akan terjadi menempatkan Hizbut Tahrir di tempat / sebagai organisasi, dan menempatkan organisasi di tempat / sebagai partai politik.
4. Dalam mengkaji berbagai pendapat Syaikh Taqiyyuddin dan Hizbut Tahrir-nya, kita harus kembali kepada dalil-dalilnya yang telah disepakati oleh para ulama Aswaja, yaitu ; Alqur’an, Assunnah, Al-Ijmak dan Alqiyas. Dan kepada ushul fiqihnya. Tidak kepada murni pendapatnya.
5. Kalau kita melihat sejumlah perbedaan di antara pendapat Syaikh Taqiyyuddin dan Hizbut Tahrir-nya dengan pendapat para ulama mujtahid yang lain, maka tidak boleh menyalahkan dan menyesatkannya selagi masih pendapat islami yang digali dari dalil-dalilnya seperti pada poin ke 4, karena kalau kita menyalahkan dan menyesatkannya hanya karena tidak sama dengan pendapat ulama yang lain, maka semua pendapat ulama yang lain juga salah dan sesat, karena berbeda dengan pendapat ulama sebelumnya. Pendapat imam Malik bin Anas salah dan sesat karena berbeda dengan pendapat imam Abu Hanifah, pendapat imam Syafi’iy juga salah dan sesat karena berbeda dengan pendapat imam Malik, pendapat imam Ahmad bin Hanbal juga salah dan sesat karena berbeda dengan pendapat imam Syafi’iy, pendapat imam Dawud al-Dhahiri juga salah dan sesat karena berbeda dengan pendapat imam Ahmad, dan seterusnya. Maka harus kembali kepada dalil-dalilnya, islami apa tidak, dan disepakati apa tidak. Sedang cara istinbat serta hasilnya boleh berbeda sesuai kedalaman ilmu dan kecerdasan akalnya.
6. Kalau kita tidak bisa menarjih di antara berbagai pendapat para ulama mujtahid karena tidak menguasai Alqur’an, tafsir dan ilmu Alqur’an-nya; hadis, syarah dan ilmu hadisnya; fiqih dan ushul fiqihnya; nahwu, sharaf balaghah dan ma’aninya, maka kita harus bersikap seperti halnya Syaikh Abdul Wahab al-Sya’roni dalam kitab Almizan Alkubro-nya bahwa semua pendapat ulama mujtahid itu benar dan menuntun ke surga, meskipun saling berbeda, dan meskipun yang harus kita tabanni untuk dipraktekkan hanya satu pendapat.
7. Kalau kita ingin mengerti kakekat (substansi) Ahlussunnah Waljama’ah dalam terminologi syariat, maka harus kembali kepada dalil-dalil syariatnya, tidak kembali kepada qiila wa qaala (katanya begini dan katanya begitu). Hal ini harus dilakukan supaya kita tidak buruk sangka kepada sesama muslim dan sesama Aswaja, dan tidak mudah ditipu dan disesatkan oleh orang-orang yang selama ini suka mengklaim Aswaja, padahal hakekatnya mereka bukan Aswaja, karena hakekat Aswaja adalah ahli surga, sedang menipu, berdusta, memitnah dan memprovokasi yang diperankan oleh mereka adalah perangai ahli neraka.
8. Kita harus memahami bahwa yang sedang dihadapi oleh Hizbut Tahrir adalah kekuatan ideologi kapitalisme beserta seperangkat pemikiran dan sistemnya, yaitu akidah sekularisme beserta seperangkat syariatnya, bukan organisasi seperti NU, Persis, Muhammadiyyah dll. Kalau kita membenci Syi’ah, Khawarij, Jabariyyah dan Muktazilah, maka kita harus lebih membenci ideologi kapitalisme dan ideologi komunisme, karena kedua ideologi inilah yang sekarang sedang mencengkeram dan merusak akidah, syariat dan moral kaum muslim. Realitanya juga sekarang kaum muslimin telah dirusak dan disesatkan, dan SDA-nya digarong dan dirampok oleh para pengusung kedua ideologi tersebut. Lalu kenapa malah yang diwaspadai, dihina, dibenci, dicaci dan dikambing hitamkan oleh oknum-oknum ulama dan tokoh organisasi-organisasi diatas justru Hizbut Tahrir, bukan para pengusung ideologi kapitalisme dan komunisme dengan seperangkat pemikiran dan sistemnya yang nyata-nyata menjadi penyebab kerusakan alam dan dekadensi moral kaum muslim?!
9. Kalau kita sebagai ulama dan tokoh sudah tidak mampu mendidik umat dan santrinya agar terikat dengan syariat Islam, maka solusinya mudah, yaitu libatkan Hizbut Tahrir dalam mendidik mereka. Karena telah terbukti bahwa di sana terdapat ribuan orang non muslim telah menjadi muslim, ribuan perempuan yang biasa membuka dan mempertontonkan auratnya telah menutup rapat-rapat auratnya, ribuan orang yang membenci Islam telah menjadi pejuang Islam, ribuan orang yang membenci Islam telah menjadi pejuang Islam, ribuan orang yang keblinger telah menjadi bener, dan seterusnya. Dan Hizbut Tahrir tidak akan menggeser posisi kalian, kalian tetap menjadi ulama dan tokoh, bahkan posisi kalian di tengah-tengah umat akan semakin kokoh.
10. Hizbut Tahrir berdakwah untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui penegakkan khilafah rosyidah, dimana kaum muslimin bisa menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan privat, masyarakat dan negara. Khilafah adalah sistem pemerintahan Islam, dimana kefardhuan menegakkannya sudah ma'lumun minaddiin bidhdhorury. Dan dalil kewajiban menegakkan khilafah adalah Alqur'an, Assunnah, Al-ijma' dan Alqiyas.
Karena itu, bertanya dan belajarlah tentang khilafah kepada para pejuangnya, jangan kepada para pembenci dan penghalangnya. Bertanya dan belajarlah tantang khilafah kepada para aktivis Hizbut Tahrir di manapun Anda berada! Karena Hizbut Tahrir telah memiliki semuanya, yakni semua yang dibutuhkan oleh khilafah ketika berdiri tegaknya. InSyaaAllah dalam waktu dekat. Wallahu A'lam.
Semoga bermanfaat dari dunia sampai akherat. Aamiin.