IBLIS MAMPU MEMBUAT GAMBAR LAUH MAHFUDZ, ARASY, KURSI DAN QOLAM, UNTUK MENIPU MANUSIA
Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Kita wajib berpegang teguh kepada sunnah Nabi Muhammad shollallohu `alaihi wasallam dan sunnah Alkhulafa Arrosyidin Almahdiyyin. Kita wajib berpegang teguh kepada syareat yang bersumber dari Alqur'an dan Assunnah, dan dengan mengikuti para Imam mujtahid yang muktabar dan masyhur. Jangan mudah tertipu oleh klaim seseorang yang dikenal sebagai kyai khas atau wali, bahwa ia telah melihat, baik melalui mimpi atau dengan mata hati(kasyaf)-nya, bahwa partai politik yang sekular dan leberal itu partai yang baik dan maslahat; bahwa sipulan yang menolak dan mengingkari syariat Islam untuk diterapkan dalam kehidupan, masyarakat dan negara, adalah orang baik dan layak menjadi pemimpin partai, presiden atau pejabat pemerintahan yang lain; bahwa khilafah itu tidak layak diterapkan di Indonesia; bahwa NKRI itu sudah final dan seterussnya. Karena bisa saja yang telah dilihatnya adalah gambar buatan Iblis nenek moyang setan. Dalam hal ini Syaikh Abdul Wahhab Sya’roni rh berkata:
Faqod yakuunu ...
ﻓﻘﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺩﺧﻞ ﻛﺸﻔﻪ ﺍﻟﺘﻠﺒﻴﺲ ﻣﻦ ﺇﺑﻠﻴﺲ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺪ ﺃﻗﺪﺭ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻳﻘﻴﻢ ﻟﻠﻤﻜﺎﺷﻒ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﻤﺤﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺄﺧﺬ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﻨﻪ ﻣﻦ ﺳﻤﺎﺀ ﺃﻭ ﻋﺮﺵ ﺃﻭ ﻛﺮﺳﻲ ﺃﻭ ﻗﻠﻢ ﺃﻭ ﻟﻮﺡ ﻓﺮﺑﻤﺎ ﻇﻦ ﺍﻟﻤﻜﺎﺷﻒ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺄﺧﺬ ﺑﻪ ﻓﻀﻞ ﻭﺃﺿﻞ، ﻓﻤﻦ ﻫﻨﺎ ﺃﻭﺟﺒﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻜﺎﺷﻒ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﺽ ﻣﺎ ﺃﺧﺬﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻛﺸﻔﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻓﺈﻥ ﻭﺍﻓﻖ ﻓﺬﺍﻙ ﻭﺇﻻ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ . ( ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ، ﺝ 1 ، ﺹ 12 ).
“Bisa saja tipuan Iblis memasuki dunia kasyafnya (sesingga seseorang mengklaim bisa melihat perkara ghaib), karena Alloh SWT telah memberikan kemampuan kepada Iblis –sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ghazali dan lainnya- untuk membuat bagi mukasyif (orang yang melihat perkara ghaib) gambar tempat dimana ia mengambil ilmu dari tempat itu, seperti langit, ‘Arasy, Kursi, Qalam, atau Lauh Mahfudz. Sehingga terkadang mukasyif menyangka bahwa ilmu itu dari Alloh SWT, lalu ia mengambilnya, lalu ia tersesat dan menyesatkan. Oleh karenanya, para ulama telah mewajibkan atas mukasyif supaya menghadapkan ilmu yang telah diambilnya melalui kasyafnya kepada al-Kitab (Qur’an) dan Sunnah. Ketika sesuai dengan al-Kitab dan Sunnah, maka diamalkan. Dan ketika tidak sesuai, maka haram mengamalkannya (apalagi mengajarkannya kepada orang lain”. (al-Mizan al-Kubro, 1/12).
Jadi ketika Iblis mampu membuat gambar Arasy sebagai makhlunya Alloh yang terbesar dan tertinggi, maka membuat gambar sipulan sebagai caleg, cagub atau capres, tentu lebih mudah bagi Iblis, juga dengan memasukkan gambar itu ke dalam dunia mimpi seorang ulama atau kyai khash yang daya akalnya lemah dan rapuh.
Iblis bisa membuat gambar orang-orang sholeh yang sudah wafat, atau gambar sesuatu yang kontradiksi dengan perintah dan larangan Allah di dalam Alqur'an maupun melalui Sabda Nabi Muhammad saw, yaitu Assunnah, lalu Iblis memasukkan gambar tersebut ke alam mimpi atau alam bawah sadar seseorang yang dikliam sebagai wali atau ulama khosh.
Bahkan Iblis sendiri yang terjun langsung dengan menjelma menjadi seseorang yang sudah wafat, lalu jelmaan Iblis
itu berkata begini dan begitu, lalu perkataannya diikuti, diamalkan dan diajarkan oleh orang-orang yang tertipu Iblis, lalu mereka sesat menyesatkan umat Islam.
Iblis menjelma kepada seseorang dan mengaku sebagai habib fulan, ulama fulan, kiai fulan yang sudah wafat, lalu menunjukkan ke suatu tempat dan mengaku si fulan fulan itu dikubur disitu, lalu seseorang itu mengajak masyarakat untuk membangun kuburan di tempat tersebut, padahal di dalamnya hanyalah tulang babi hutan, maka jadilah maqobir wahmiyyah, kuburan tidak jelas, sebagaimana diterangkan oleh Imam Suyuthi rh dalam kitab Alittibaknya.
Dan sangat banyak tipuan tipuan Iblis. Bagi Anda yang mau mengetahui berapa banyak tipuan Iblis, hendaknya membaca kitab Talbisu Iblis karya Ibnul Juzi yang populer itu.
Semoga sekelumit tulisan diatas menginspirasi Anda untuk berfikir dan waspada terhadap berbagai statemen tokoh-tokoh yang sesat dan menyesatkan.
Dan ini adalah dua pusaka untuk menangkis penyesatan Iblis melalui tokoh-tokoh yang sesat menyesatkan. Rasulullah saw bersabda:
تركتُ فيكم أمريْنِ لن تضلُّوا ما تمسَّكْتُم بهما : كتابَ اللهِ وسُنَّةَ رسولِه
Taroktu fiikum amroeni lan tadhilluu maa tamasaktum bihimaa kitaaballahi wa sunnata rosuulihi
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang membuat kalian tidak akan sesat jika berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya” (HR. Malik 2/889)
Wallohu A`lamu bish Showwab
Semoga bermanfaat aamiin