IKHLAS JUGA PERLU DIUJI

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Ikhlas shalat, zakat, puasa dan haji Anda, juga ibadah ritual yang lainnya, semuanya tidak akan berarti :

1.Sebelum Anda ikhlas menerima dengan sepenuh jiwa dien Islam yang apa adanya, yang telah datang dari Allah swt, dengan tidak mengurangi sebagaimana perilaku kaum sekular dan tidak menambahi sebagaimana perilaku ahli bid'ah.

2.Sebelum Anda masuk kedalam dien Islam secara kaffah, tanpa ada perilaku sekuler.

3.Sebelum Anda meyakini bahwa khilafah itu ajaran Islam dan warisan Rasulullah saw., dan sunnah Alkhulafa' Arrosyidin yang harus digigit dengan gigi-gigi geraham. 

4.Dan sebelum Anda ikut berjuang menegakkan khilafah meskipun hanya dengan diam berdoa, dan tidak menjadi penghalang dakwah menegakkannya. 

Silahkan tadabburi ayat-ayat-NYA :

Allah swt berfirman :
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim atas perkara apa saja yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka atas putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya". (TQS an-Nisa’ [4]: 65

Dan firmanNYA :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kalian". (TQS al-Baqarah [2]: 208).

Dan firmanNYA :
فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
"Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya)". (QS Ghofir ayat 14).

Assa'diy dalam tafsirnya berkata :
وهذا شامل لدعاء العبادة ودعاء المسألة، والإخلاص معناه: تخليص القصد للّه تعالى في جميع العبادات الواجبه والمستحبة، حقوق الله وحقوق عباده. أي: أخلصوا للّه تعالى في كل ما تدينونه به وتتقربون به إليه.
"Ini mencakup doa ibadah dan doa memohon. Makna Ikhlas ialah memurnikan tujuan karena Allah dalam semua ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah, baik terkait hak-hak Allah maupun hak-hak hamba Allah. Yakni ikhlaslah kamu dalam setiap perihal beragama dan beribadah kepada Allah, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya... ".

Dan Rasulullah SAW bersabda:
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى إِخْتِلَافًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسَنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِى النَّارِ. رواه أحمد وأبو داود والترميذي وابن ماجه عن العرباض بن سارية رضي الله عنه.
"Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah SWT, mendengar dan taat (kepada khalifah atau amir), meskipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya, karena sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih diberi hidup, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang teguh (meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan) kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang cerdas dan mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham, dan jauhilah segala perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat itu di neraka". (HR Imam Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majah dari Irbadl bin Sariyah ra.).

Perintah untuk terikat dengan sunnah Para Khalifah Rasyidin adalah perintah untuk mempertahankan Khilafah, sebagaimana yang diwariskan oleh Rasulullah saw. dan menegakkannya kembali, jika ia tidak ada.  Lalu Nabi SAW melarang kaum muslim dari segala bid’ah, termasuk bid’ah yang menyalahi sunnah para khalifah rasyidin, yaitu bid’ah dalam urusan politik pemerintahan dan ketatanegaraan seperti sistem demokrasi, komunis dan monarki. 

Dan beliau bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam". (HR. Bukhari dan Muslim).

Wallahu A'lam bish shawab 

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.