AZAB BAGI KAUM SEKULAR

Ternyata Azab Kaum Sekular Sama Dengan Azab Kaum Munafik Dan Raja Fir'aun Beserta Keluarga Dan Tentaranya. Gak Percaya? Baca Sampai Tuntas!

Bismillaahir Rahmaanir Rohiim
Berangkat dari melihat dan merasakan berbagai fakta kerusakan interaksi kaum muslimin dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara karena ulah yang ditimbulkan oleh kaum sekular, tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa orang-orang sekular kelak diakhirat akan dikembalikan kepada siksa yang amat berat. Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang paling bawah, karena hakekat orang-orang sekuler adalah orang-orang munafik dimana karakter kemunafikannya telah ada, nyata dan melekat pada keyakinan dan perilakunya. Mereka berkeyakinan bahwa agama tidak boleh ikut campur mengatur urusan manusia dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara. Agamaharus diimani sebagian dan dikufuri sebagian, harus diambil sebagian dan ditolak sebagian, harus diterapkan sebagian dan dibuang sebagian. Itulah akidah kaum sekular.

Dan bagi siapa saja perilaku mereka sudah sangat jelas, yaitu membuang syariah Islam dan menerapkan syariah kufur dalam kehidupan, masyarakat dan negara. Mereka menolak dan membuang sistem pemerintahan Islam khilafah warisan Rasulullah saw, serta mengambil dan menerapkan sistem pemerintahan kufur demokrasi warisan penjajah. Mereka juga selalu melakukan penghadangan terhadap para pengemban dakwah yang mukhlish yang tidak punya tujuan kecuali agar syariat [agama] Islam dapat diterapkan dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara, dengan demikian Allah swt ridha kepada mereka, maka tujuan hakiki mereka hanyalah menggapai ridha-Nya. Kaum sekular selalu membuat ide dan slogan tandingan terhadap ide dan slogan para pengemban dakwah, baik secara terang-terangan maupun samar-samar, baik dilakukan sendiri atau menyuruh pihak lain. Tujuan mereka adalah menggagalkan cita-cita para pengemban dakwah, atau memperlambat terealisasinya cita-cita itu, yakni diterapkannya syariat Islam dalam semua lini kehidupan.

Dalam kaitannya dengan kaum munafik Allah swt berfirman;  

اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ فِى الدَّرۡكِ الۡاَسۡفَلِ مِنَ النَّارِ​ ۚ وَلَنۡ تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيۡرًا ۙ‏، اِلَّا الَّذِيۡنَ تَابُوۡا وَاَصۡلَحُوۡا وَاعۡتَصَمُوۡا بِاللّٰهِ وَاَخۡلَصُوۡا دِيۡنَهُمۡ لِلّٰهِ فَاُولٰٓـئِكَ مَعَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ​ ؕ وَسَوۡفَ يُـؤۡتِ اللّٰهُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ اَجۡرًا عَظِيۡمًا‏.

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar". QS. An-Nisa [4]:145-146.  

Tingkatan neraka yang paling bawah adalah yang paling panas. Neraka itu memiliki tuju tingkatan; Pertama, yang paling atas, adalah neraka Jahannam diperuntukkan bagi orang Islam yang mengerjakan maksiat. Kedua neraka Lazha bagi orang Kristen. Ketiga neraka Huthamah bagi orang Yahudi. Keempat neraka Sa'ir bagi orang Shabiin. Kelima neraka Saqar bagi orang Majusi. Keenam neraka Jahim bagi orang Musyrik. Dan ketujuh neraka Hawiyah bagi orang munafik dan bagi Fir'aun beserta tentaranya, karena Allah swt. telah berfirman;  

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ

"Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam siksa yang sangat berat [asyaddil 'adzaab]".QS. Al-Mu'min [40]:46. Ini sesuai dengan siksa bagi kaum sekular seperti pada ayat ;

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

"Apakah kalian beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripada kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat [asyaddil 'adzaab]. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat" QS. Al-Baq|arah [2]:85.  

Jadi orang-orang sekular itu kalau mereka tidak tergolong dari kaum munafik, maka mereka tergolong pengikut Fir'aun. Inilah hubungan antara Ahlu Fir'aun dan ahlu demokrasi-sekular.

Siksa yang akan mereka rasakan berat sekali sesuai keyakinan dan perilaku mereka di dunia, dimana mereka suka menggunting dalam lipatan dan bermacam penggembosan mereka lancarkan terhadap dakwah penerapan syariat secara total. Mereka bekerja sama dengan kaum kuffar dan musyrikiin, dan mereka menerima konpensasi berupa dolar yang cukup banyak dan menggiurkan. Siksa yang sangat berat layak mereka terima, kecuali kalau mereka bertaubat secara nashuha, melakukan perbaikan, berpegang kepada agama Allah, dan ikhlas dalam beragama.

Mereka harus bertaubat dengan meninggalkan keyakinan dan perilaku yang merugikan dirinya, Islam dan kaum muslimin pengemban dakwah. Segala bentuk penggembosan harus mereka hentikan, juga aliran dolar dari kaum kuffar, setelah sebelumnya merobah keyakinannya bahwa syariat Islam sudah sangat sempurna dan mampu menjadi solusi atas berbagai problem umat manusia, bahkan problematika Dunia, dan bahwa sekularisme adalah akidah produk manusia dari belahan dunia Barat yang kafir dan sangat kontradiksi dengan akidah Islam.

Mereka harus melakukan perbaikan terhadap semua yang telah mereka lakukan. Mereka harus mengembalikan nama baik serta kehormatan individu, jama'ah atau partai yang pernah mereka fitnah dan mereka gembosi. Mereka harus menulis buku-buku yang pro dakwah dan pro syariat sebagai ganti dari buku-buku yang telah mereka tulis dengan penuh rekayasa, dusta, fitnah dan profokatif terhadap para pengemban dakwah.

Dan mereka harus berpegang teguh dengan tali [agama] Allah dan ikut berdakwah bersama para pengemban dakwah, sebagai ganti dari berpegang teguh mereka kepada sekularisme dan dakwah mereka kepadanya. Dan mereka harus ikhlas mengerjakan agamanya hanya karena Allah swt.  

Jadi taubat, melakukan perbaikan, berpegang teguh kepada agama Islam, dan ikhlas, semuanya wajib dilakukan oleh kaum sekular muslim agar mereka terhindar dari siksa yang sangat berat [asyaddil 'adzaab] bersama kaum munafik dan kaum Fir'aun di neraka Hawiyah. Maka ketika mereka telah melakukan semuanya, mereka baru layak menjadi Ahlussunnah Waljama'ah, dan layak mengklaim paling ASWAJA.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.