TARGET UTAMA KAUM LIBERAL

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

LIBERALISME ITU BUKAN PEMIKIRAN ASWAJA DAN KAUM LIBERAL ITU BUKAN KAUM ASWAJA

Sungguh liberalisme itu fakta yang nyata dan adanya kaum liberal juga fakta dan nyata. Akan tetapi banyak dari kaum Muslim yang tidak mengerti, karena kaum liberal sendiri mengingkari keliberalannya, bahkan mengklaim sedang berhadapan dengan orang-orang liberal hanya karena membantah satu dua cabang pemikiran liberal. Sedang induk pemikiran liberalnya tidak tersentuh sama sekali, yaitu liberalisme sebagai karakter ideologi kapitalisme dari akidah sekularisme. Kaum liberal adalah agen dari kapitalisme sekularisme ini. Yaitu dengan menolak dakwah kepada sistem pemerintahan Islam khilafah, kemana lagi larinya kalau bukan kepada sistem pemerintahan yang lahir dari rahim kapitalisme, atau malah terjerumus kepada ideologi komunisme.

Sesungguhnya target utama kaum liberal (sekular) sebagai agen kaum kuffar penganut ideologi kapitalisme untuk menghancurkan syariat Islam dan kaum Muslim adalah meruntuhkan pemerintahan Islam, yaitu khilafah, ketika masih berdiri tegaknya dan menghalangi kembali berdiri tegaknya ketika khilafah telah hancur dan tiada. Karena dengan runtuh dan lenyapnya khilafah, syariat Islam yang lainnya mudah dilenyapkan dari kehidupan, masyarakat dan negara.

Maka untuk saat ini sesuatu yang mudah, benar dan tepat untuk memisahkan dan membedakan antara kaum liberal sekular dan bukan, dan antara ide dan pemikiran liberal dan bukan, adalah cukup dengan indikasi keyakinan dan aktivitas mereka yang "Pro dakwah penegakkan khilafah atau kontra dakwah penegakkan khilafah". Karena khilafah adalah satu-satunya bentuk pemerintahan Islam yang tidak diragukan lagi kekuatan dalil-dalilnya. Sehingga lenyap dan tidak kembalinya khilafah adalah target utama kaum liberal sebagai agen kaum kuffar penganut ideologi kapitalisme.

Dalam hal ini, Imam Ahmad r.h. telah meriwayatkan hadis dari Abu Umamah Albahiliy, bahwa Rasulullah saw bersabda:
ﻻ تنقضن عرى الإسلام عروة عروة فكلما انتقضت عروة تشبث الناس بالتي تليها فأولهن نقضا الحكم وآخرهن الصلاة . رواه أحمد وغيره وصححه الحاكم وقال الهيثمي في مجمع الزوائد : رجاله رجال الصحيح . وصححه الألباني في صحيح الترغيب والترهيب .
"Sungguh tali (syariat) Islam akan terlepas satu demi satu. Ketika satu tali terlepas, maka manusia berpegang dengan tali berikutnya. Dan yang pertama terlepas adalah pemerintahan (khilafah) dan yang terakhir terlepas adalah shalat". (HR Ahmad dan lainnya dan disahihkan oleh Al Hakim. Alhaitsami dalam Majmak Alzawaid berkata: "Rijalnya adalah Rijal hadits shahih. Dan disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Attarghib wa Attarhib).

Dengan demikian, merobohkan khilafah ketika berdirinya dan menghalangi berdirinya ketika telah roboh adalah target utama kaum liberal, dan bisa menjadi pemisah antara pemikiran liberal dan pemikiran Ahlussunnah Waljama'ah, disadari atau tidak disadari.

MAKA PASTIKAN DIRI ANDA TERMASUK ORANG LIBERAL ATAU ASWAJA. PASTIKAN PEMIKIRAN ANDA APAKAH TERMASUK PEMIKIRAN LIBERAL ATAU PEMIKIRAN ASWAJA. PASTIKAN BHW ANDA PENDUKUNG DAKWAH PENEGAKKAN KHILAFAH ROSYIDAH ATAU PENOLAK DAKWAH PENEGAKKAN KHILAFAH ROSYIDAH!

Dengan ketiadaan khilafah, hukum-hukum Islam terkait sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan, sistem 'uqûbât (jinâyât, hudûd, ta'zîr dan mukhâlafát) dan politik luar negeri berupa dakwah dan jihad untuk menyebarkan Islam tidak dapat diterapkan dalam kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagaimana hudûd bagian dari sistem 'uqûbât yang berpungsi untuk mencegah manusia dari tindak kriminal, pengrusakan, kezaliman, maksiat dan munkar, untuk ketenangan, kenyamanan dan keamanan seluruh umat manusia, tidak dapat diterapkan.

Padahal mengenai hudûd, Rasululloh SAW benar-benar telah bersabda :
إن الله تعالى فرض الفرائض فلا تضيعوها وحد حدودا فلا تعتدوها وحرم أشياء فلا تنتهكوها وسكت عن أشياء رحمة لكم غير نسيان فلا تبحثوا عنها .
"Sesungguhnya Alloh SWT telah mewajibkan sejumlah kewajiban maka kamu jangan menyia-nyiakannya, telah menetapkan sejumlah hudûd maka kamu jangan melanggarnya, telah mengharamkan sejumlah perkara maka kamu jangan menerjangnya, dan telah diam dari sejumlah perkara karena rahmat kepada kamu bukan karena lupa maka kamu jangan menelitinya". (Hadis hasan riwayat Daruquthni dan lainnya dari Abu Tsa'labah Alkhusyani, Arba'ien Nawawi, hadis ke 30).

Faktanya, dengan tiadanya khilafah hukum hudûd tidak dapat diterapkan atas seluruh kaum muslim (dan non muslim) di dunia. Dan dengan tidak diterapkannya hudûd, sejumlah kewajiban disia-siakan, banyak keharaman dilanggar dan diterjang, dan hal-hal yang didiamkan oleh Alloh diteliti dan dibahas.

Contoh yang paling mudah diterima dan dipahami adalah apa yang telah terjadi di Turki setelah runtuhnya Khilafah 'Utsmaniyyah, bahasa Arab dilarang, azan harus pakai bahasa Turki, jilbab dipaksa untuk ditanggalkan, masjid peninggalan Sultan Muhammad II atau Al Fatih dijadikan musium, riba dan zina merajalela, maksiat dan munkar terlihat dan terdengar di mana-mana merata di negeri-negeri Islam.

DENGAN TIADANYA KHILAFAH, HUDÛD TIDAK DAPAT DITERAPKAN. DENGAN TIDAK DITERAPKANNYA HUDUD, KEWAJIBAN DISIA-SIAKAN DAN DITINGGALKAN, KEHARAMAN DILANGGAR DAN DIKERJAKAN, HAL-HAL YANG DIDIAMKAN OLEH ALLAH DITELITI DAN DIBAHAS.

MAKA DENGAN TIADANYA KHILAFAH KEMAKSIATAN DAN KEMUNKARAN MERAJALELA SEHINGGA MANUSIA TIDAK BISA MERASAKAN DAN MENIKMATI KEAMANAN, KENYAMANAN, KEAMANAN DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPANNYA.

INI BARU DI DUNIA, LALU BAGAIMANA DI AKHIRAT NANTI?

Padahal kita selalu berdo'a siang dan malam ;
"ROBBANAA AATINAA FIDDUNYAA HASANATAN WAFIL AAKHIROTI HASANATAN WAQINAA 'ADZAABANNAAR / YA TUHAN KAMI, LIMPAHKAN KEPADA KAMI KEBAIKAN DI DUNIA DAN KEBAIKAN DI AKHIRAT, DAN PELIHARALAH KAMI DARI AZAB NERAKA".

Setelah sistem pemerintahan Islam, khilafah, adalah yang pertama kali terlepas dari tali-tali syariat Islam yang lainnya yang satu persatu dan susul menyusul ikut terlepas, maka untuk mengembalikan semua tali-tali syariat Islam itu agar terikat kembali pada asalnya dan pada posisinya, tidak ada cara lain selain mengembalikan sistem pemerintahan Islam khilafah kembali berdiri tegak diatas asasnya yang kokoh sebagaimana pada awal berdirinya.

Karena dengan mengembalikan sistem pemerintahan Islam khilafah berdiri tegak kembali, maka sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, sistem 'uqûbât Islam, dan politik dalam dan luar negeri Islam, semuanya bisa diterapkan dengan mudah, dan semuanya bisa terikat kembali pada posisinya masing-masing. Wallahu A'lamu bishshowâb.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.