Membedah Pakaian Wanita
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Wanita Dipaksa Menjadi Ahli Neraka
Ketika (ideologi) Islam tidak diterapkan dalam kehidupan, masyarakat dan negara seperti terjadi saat ini, maka kehidupan pun tidak berarti kosong dari aturan, tetapi diatur dengan ideologi kapitalisme atau komunisme yang menjauhkan umat Islam, terutama muslimatnya, dari aturan (syariah) Islam.
Dulu ketika (ideologi) Islam diterapkan dalam kehidupan, bukan hanya muslimat yang menutup aurat dan memakai jilbab dan kerudung, tetapi wanita non Islam pun ikut menutup aurat dan memakai jilbab dan kerudung. Sebagaimana sekarang wanita-wanita muslimat tanpa malu-malu menanggalkan jilbab dan kerudungnya dan membuka bagian-bagian auratnya di kehidupan umum, karena terpengaruh dan mengikuti wanita non Islam.
Padahal posisi aurat wanita muslimat itu berada di antara surga dan neraka. Surga ketika menutupnya sesuai aturan syariah dan neraka ketika membukanya dengan melanggar aturan syariah. Sehingga wanita-wanita ahli neraka itu bisa diketahui dengan mudah. Bahkan wanita-wanita itu pun bisa menarik para suaminya ke neraka juga. Karena dengan membiarkan istrinya membuka aurat di kehidupan umum, suami menjadi dayyûts yang diharamkan masuk surga.
Kalau Anda tidak percaya, baca sampai selesai tulisan ini :
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : " صنفان من أهل النار لم أرهما بعد : رجال معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ، ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات على رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ، لا يدخلن الجنة ولا يجد ريحها ، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا " رواه أحمد ومسلم في الصحيح .
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW, bahwa beliau pernah bersabda : "Ada dua kelompok ahli neraka dimana Aku belum melihatnya. (kelompok pertama) Kaum laki-laki yang selalu membawa cambuk seperti ekor sapi, dimana mereka memukuli manusia dengannya. Dan (kelompok kedua) kaum wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang lenggak lenggok dan memikat, rambut kepalanya seperti punuk unta yang condong. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mencium bau surga. Sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian". HR Ahmad dan Muslim.
Hadits tersebut memberitakan dua kelompok manusia yang belum dilihat oleh Nabi SAW, mereka akan muncul setelah berlalunya zaman Nabi SAW, dan tempat mereka kelak di neraka karena kemaksiatannya. Dan munculnya dua kelompok tersebut termasuk tanda-tanda kecil hari Kiamat.
Fokus pada kelompok kedua, yaitu wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, yang lenggak lenggok memikat, dan yang kepalanya seperti punuk unta yang condong.
Imam Nawawi menjelaskan hadits diatas : "Adapun wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, maksudnya adalah wanita yang membuka sesuatu (aurat) dari tubuhnya untuk menampakkan kecantikannya, maka hakekatnya mereka berpakaian tapi telanjang. Ada yang mengatakan, bahwa mereka mengenakan pakaian yang tipis yang memperlihatkan bagian dalamnya, maka itulah arti wanita yang berpakaian tapi telanjang.
Adapun wanita yang lenggak lenggok memikat, maka dikatakan, yaitu wanita yang menyimpang dari taat kepada Allah SWT, dan meninggalkan perkara yang wajib atasnya seperti menjaga kemaluan dll, dan yang mengajarkan kepada yang lainnya seperti perbuatannya.
Dikatakan, yaitu wanita yang berjalan lenggak lenggok sambil memiringkan pundaknya dengan sombong. Dan dikatakan, yaitu wanita yang condong kepada laki-laki dan menyondongkan kepada laki-laki sesuatu yang ditampakkannya, yakni perhiasan dan lainnya.
Adapun wanita yang kepalanya seperti punuk unta, ialah wanita yang membesarkan kepalanya dengan kerudung, serban atau yang lainnya dari sesuatu yang dilipat pada kepala sehingga menyerupai punuk unta. Inilah tafsir yang populer. Dan Almaziriy berkata, boleh diartikan, bahwa wanita tersebut mendekati laki-laki, tidak menundukkan pandangannya dari laki-laki, dan tidak menundukkan kepalanya ...". (Syarhun Nawawy ala Shohih Muslim, 17/191, dengan meringkas).
Laki-laki Wajib Menjaga Keluarganya dari Neraka
Keluarga laki-laki yang wajib dijaga dari neraka itu termasuk ayah-ibu, adik-kakak, dan anak-istri. Pokus kita adalah istrinya wajib dijaga jangan sampai masuk neraka.
Perhatikan baik-baik firman Alloh SWT terkait kewajiban atas laki-laki beriman agar menjaga diri dan keluarganya dari neraka :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS at-Tahrîm [66] : 6).
Menjaga keluarga perempuan, ibu, istri, anak perempuan dll yang berada di dalam kekuasaannya dari neraka, diantaranya adalah dengan memerintahkan kepada mereka agar menurup aurat dan berkerudung (QS Annûr [24] : 31), dan berjilbab (QS Al Ahzâb [33] : 59), ketika mereka berada di kehidupan umum, yaitu kehidupan di luar rumahnya.
Laki-laki yang membiarkan keluarga wanitanya membuka aurat dan berpakaian tidak syar'iy itu tergolong dayuts yang diharamkan masuk surga.
Sekarang perhatikan sabda Rasulullah SAW terkait dayyûts;
1. Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
ثلاثة قد حرم الله تبارك وتعالى عليهم الجنة: مدمن الخمر، والعاق، والديوث الذي يقر في أهله الخبث
"Ada tiga kelompok orang yang Allah tabâroka wata'âlaa benar-benar mengharamkan surga atas mereka; orang yang selalu minum khomer (miras), orang yang menyakiti orang tuanya, dan dayyûts, yaitu laki-laki yang membiarkan keburukan (terkait aurat wanita) terjadi pada keluarganya".
2. Dan Imam Thobroni meriwayatkan hadits dari Amar bin Yasar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدًا: الديوث، والرجُلَة من النساء، والمدمن الخمر، قالوا: يا رسول الله: أما المدمن الخمر فقد عرفناه، فما الديوث؟ قال: الذي لا يبالي من دخل على أهله، قلنا: فما الرجُلَة؟ قال: التي تتشبه بالرجال
"Ada tiga kelompok manusia yang tidak masuk surga selamanya; dayyûts, lelaki dari wanita, dan orang yang selalu minum khomer". Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, adapun orang yang selalu minum khomer maka kami benar-benar mengerti, lalu siapakah dayyûts itu?", Arrosûl bersabda, "Laki-laki yang tidak peduli terhadap orang yang masuk kepada keluarga perempuannya". Kami berkata, "Lalu siapkah lelaki dari wanita itu?", Arrosûl bersabda, "Perempuan yang menyerupai laki-laki".
Pada hadits Imam Ahmad, dayyûts mencakup setiap laki-laki yang membiarkan keburukan terjadi pada keluarga perempuan yang berada dalam kekuasaannya, seperti istri, anak perempuan, saudara perempuan dan lainnya. Sama saja keburukan itu berupa zina atau sarana menuju zina, seperti membuka aurat di depan lelaki asing, berkhalwat dengannya, memakai wewangian ketika keluar rumah dan sesamanya, dari perkara yang membangkitkan fitnah dan merangsang perzinaan.
Sedang kekhususan hadits Imam Thobroni itu bisa masuk kepada keumuman hadits Imam Ahmad.
Tetakhir
Istri-istri solehah yang mencintai suaminya dan bercita-cita membangun hubungan keluarga sukses dunia akherat, mereka akan selalu menutup auratnya, berkerudung dan berjilbab, ketika mereka berada di dalam kehidupan umum, yaitu kehidupan di luar rumahnya, agar auratnya tidak terlihat oleh laki-laki asing atau bukan mahrom baginya. Auratnya adalah seluruh tubuhnya selain muka dan kedua telapak tangannya. Bagi mereka, terbukanya aurat kepala di depan laki-laki asing, itu sama dengan terbukanya aurat sekitar pantatnya, sama dosa dan menjadi penyebab ahli nerakanya.
Begitu pula dengan suami soleh yang mencintai keluarganya dan bercita-cita membangun keluarga besar dari dunia sampai akhirat. Ia akan selalu menjaga Keluarganya dari hal-hal yang menyebabkan mereka masuk neraka, terutama terkait aurat mereka. Dan ia tidak akan mau tertarik ke neraka lantaran membiarkan keluarganya berpakaian ala kadarnya sebatas menutup aurat vitalnya.
Kemudian bagi suami yang tidak mampu atau kesulitan menjaga dan membina Keluarganya agar berpakaian syar'iy, menutup aurat, berkerudung dan berjilbab, maka wajib menyuruh atau melibatkan mereka agar bergabung dengan muslimat yang benar-benar paham dan mampu berpakaian syar'iy. Dan muslimat HTI dimanapun siap dan mampu mendidik dan membinanya, tanpa minta bayaran sepeser pun.
Inilah anugerah dunia akherat yang tidak ternilai yang tidak sedikit muslim-muslim munafiq tidak menyadarinya, bahkan menolak, mengingkari dan memitnahnya.
Wallohu a'lam bish showaab