Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
'Ibâdulloh (hamba-hamba Alloh) atau 'Ibâdurrohmân (hamba-hamba Arrohman) adalah nama lain dari Ahlussunnah Waljama’ah yang asli dan hakiki. Sebagaimana Ahlussunnah Waljama’ah juga memiliki nama Firqah Najiyah, Firqah Zhahirah dan Firqah Qawwamah.
Nama-nama lain bagi Ahlussunnah Waljama’ah tersebut harus diketahui oleh setiap kelompok yang merasa atau mengklaim bahwa merekalah yang termasuk Ahlussunnah Waljama’ah, bukan kelompok lainnya. Karena pengetahuan terkait nama-nama tersebut sangat membantu untuk mengetahui mana Ahlussunnah Waljama’ah yang asli dan yang hakiki, dan mana kelompok Ahlussunnah Waljama’ah yang palsu dan menipu.
Terkait Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Ibâdulloh, Alloh SWT berfirman :
والذين احتنبوا الطاغوت ٱن يعبدوها وأنابوا إلى الله لهم البشرى فبشر عباد ، الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه ، أولئك الذين هداهم الله وأولئك هم أولوا الألباب .
Wal ladziinajtanabut thâghûta an ya'budûhâ wa anâbû ilallôhi lahumul busyrô fa basysyir 'ibâdi, al ladzîna yastami'ûnal qaula fa yattabi'ûna ahsanahû, ulãikal ladzîna hadâhumullâhu wa ulãika hum ulul albâbi.
"Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang lebih baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Alloh petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal". (QS Azzumar [39]: 17-18).
Pada dua ayat di atas Alloh SWT menjelaskan dua karakter hamba-hamba-Nya, yaitu (1) menjauhi thaghut serta kembali kepada Alloh SWT, dan (2) mengikuti perkataan yang paling baik.
Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain Alloh SWT.
Di dalam Hâsyiyah Ashshôwi 'alâ Tafsîr Aljalâlain diterangkan begini:
"Terkait firman Alloh ; "yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang lebih baik diantaranya", ada sejumlah tafsir :
1. Mereka mendengarkan perkataan yang baik (alhasan) dan perkataan yang buruk (alqobīh) lalu mereka berbicara dengan yang baik dan menahan diri dari yang buruk.
2. Mereka mendengarkan Alqur'an dan yang lainnya lalu mengikuti Alqur'an.
3. Mereka mendengarkan Alqur'an dan perkataan Rasulullah SAW lalu mengikuti yang muhkam dan mengamalkannya, dan meninggalkan yang mutasyâbih serta menyerahkan ilmunya kepada Alloh SWT.
4. Mereka mendengarkan 'azîmah (perkara yang disyariatkan pertama kali dan tidak terkait dengan hajat) dan rukhshah (perkara yang disyariatkan karena adanya hajat) lalu meninggalkan rukhshah.
Contoh mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang lebih baik itu juga seperti ;
● Mereka mendengar tiga ideologi dunia; komunisme, kapitalisme dan Islam, lalu mengikuti dan menerapkan ideologi Islam.
● Mereka mendengar sistem pemerintahan komunis, demokrasi, monarki dan Islam (khilafah), lalu mereka mengikuti dan menerapkan sistem pemerintahan Islam.
● Mereka mendengar perkataan bhw berdzikir dan berdoa, atau apa saja amalan yang mengandung dzikir dan doa, baik dilakukan di luar masjid atau di dalam masjid (seperti pujian, istighatsah, tahlilan, rotiban, yasinan, sholawatan dll) itu boleh dengan suara keras dan pakai sepeaker yang berlebihan, dan perkataan bhw hal tersebut tidak boleh dikeraskan dan pakai sepeaker yang berlebihan, lalu mengikuti dan menerapkan perkataan yang tidak membolehkannya, karena dalilnya adalah Alqur'an dan Assunnah terkait berdzikir dan berdoa (lihat Alqur'an surah Al A'roof ayat ke 55-56 dan 205).
● Mereka mendengar bahwa Liwa dan Royah adalah bendera Rasulullah saw, dan bahwa selain Liwa dan Royah adalah bendera-bendera ashobiyyah dan nasionalisme, lalu mereka lebih memilih dan mengangkat Liwa dan Royah.
KARENA ITU ,
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih mendekat dan menyembah thaghut.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih suka mengikuti dan berbicara dengan sesuatu yang buruk.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih tidak suka mengikuti dan mengamalkan Alqur'an.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih suka mengikuti dan mengamalkan yang mutasyabihat dari Alqur'an dan Assunnah.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih suka mengikuti dan mengamalkan rukhshah dari pada 'aziimah.
● Jangan mengaku hamba Allloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih mengikuti dan menerapkan ideologi komunisme atau ideologi kapitalisme.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih mengikuti dan menerapkan sistem komunis, demokrasi atau monarki.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika masih suka berdzikir dan berdoa dengan suara keras dan pakai sepeaker yang berlebihan.
● Jangan mengaku hamba Alloh dan Ahlussunnah Waljama’ah ketika lebih memilih dan mengangkat bendera-bendera ashobiyyah dan nasionalisme serta membenci dan membakar bendera Rasulullah saw.
Wallohu A’lamu Bishshawâb