TIGA MACAM ULAMA

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Berikut adalah pembagian fakta ulama di dalam kehidupan, masyarakat dan negara:
Al'ulamaa' ...
العلماء ثلاثة أقسام : عالم ملة وعالم دولة وعالم أمة.
أما عالم الملة : فهو الذي ينشر دين الإسلام ويفتي بدين الإسلام عن علم وﻻ يبالي بما دل عليه الشرع أوافق أهواء الناس أم لم يوافق.
وأما عالم الدولة : فهو الذي ينظر ماذا تريد الدولة فيفي بما تريد الدولة ولو كان في ذلك تحريف كتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم.
وأما عالم الأمة : فهو الذي ينظر ماذا يرضى الناس إذا رأى الناس على شيء أفتى بما يرضيهم ثم يحاول أن يحرف نصوص الكتاب و السنة من أجل موافقة أهواء الناس. نسأل الله أن يجعلنا من علماء الملة العاملين بها.
( شرح رياض الصالحين،  4 / 307-308 ).
"Ulama itu ada tiga bagian; ulama agama, ulama negara (pemerintah) dan ulama umat (masyarakat);

Pertama: Ulama agama ialah ulama yang menyebarkan agama Islam dan berfatwa dengan agama Islam. Dia tidak peduli dengan apa yang telah ditunjukkan oleh syara', apakah sesuai dengan hawa nafsu manusia atau tidak sesuai.

Kedua: Ulama negara ialah ulama yang memperhatikan apa yang dikehendaki oleh negara. Lalu ia berfatwa sesuai kehendak negara. Meskipun pada fatwanya itu merubah Kitabulloh dan Sunnah Rasulullah SAW.

Ketiga: Ulama umat ialah ulama yang memperhatikan apa yang menyenangkan umat, dimana ketika umat melihat sesuatu, maka ia berfatwa dengan sesuatu yang menyenangkan umat. Kemudian ia berusaha merubah nash-nash Alkitab dan Assunnah agar sesuai hawa nafsu manusia.

Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita dari golongan ulama agama yang mengamalkan agama". (Aamiin).

( Syaikh 'Utsaimin rh, Syarah Riyaadhush Shoolihiin, 4 / 307 - 308 ).

Ulama bagian pertama adalah ulama akhirat. Sedang ulama bagian kedua dan ketiga adalah ulama suu', ulama salathin atau ulama dunia.

Mungkin ada yang berkata, "Abulwafa Romli kok suka menukil dari perkataan atau kitab ulama Wahhabi". Saya telah belajar dan berhasil, untuk mengambil dan menerima haq dari siapapun datangnya, karena hakekatnya haq itu kan punya Alloh SWT. Dan untuk menolak bathil dari siapapun datangnya. Saya telah berhasil menghilangkan 'ashobiyyah dari dalam dadaku, dan melemparkannya dari kepalaku.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.