STANDAR HALAL-HARAM DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Standar halal-haram dalam kehidupan adalah kewajiban final bagi kaum Muslim Ahlussunnah Waljama’ah sebagai Firqah Najiyah yang Sawad A'zham ... terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat menentukan nasib ratusan juta masyarakat warga negara.

Standar halal-haram wajib diterapkan untuk menentukan bentuk sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, sistem pendidikan, sistem persanksian, politik luar negeri,  asas negara, UUD dan undang-undang yang lainnya.

Terkait halal-haram, Rasulullah SAW bersabda :
عن سلمان الفارسي قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن السمن والجبن والفراء قال الحلال ما أحل الله في كتابه والحرام ما حرم الله في كتابه وما سكت عنه فهو مما عفا عنه . رواه ابن ماجه
Dari Salman Al Farisy, ia berkata : "Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai minyak samin, keju dan himar liar, beliau bersabda : "Halal ialah sesuatu yang telah dihalalkan oleh Alloh di dalam kitab-Nya, haram ialah sesuatu yang telah diharamkan oleh Alloh di dalam kitab-Nya, sedang sesuatu yang Allah diam darinya maka termasuk perkara yang Allah memaafkannya". HR Ibnu Majah.

Oleh karenanya, memalsukan halal-haram, yakni menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, termasuk dosa besar, karena mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Allah SWT berfirman :
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُون
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang - orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung". QS An Nahl [16]: 116.

Contoh menerapkan standar halal - haram dan berbangsa dan bernegara ialah dengan menerapkan sistem pemerintahan Islam / khilafah, sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan Islam, sistem persanksian Islam, politik luar negeri Islam / dakwah dan jihad,  asas negara Islam / akidah Islamiyah, UUD Islam dan undang-undang yang lainnya yang islami.

MEREKA BUKAN AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH

Siapa saja dan kelompok / organisasi apa saja yang telah memalsukan halal - haram maka mereka telah keluar dari golongan Ahlussunnah Waljama’ah. Perhatikan sabda-sabda berikut :َ

'an 'auf bin maalik ...
عن عوف بن مالك - رضي الله عنه - ، قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وآله وسلم - : " ستفترق أمتي على بضع وسبعين فرقة ، أعظمها فرقة قوم يقيسون الأمور برأيهم فيحرمون الحلال ويحللون الحرام ". رواه الحاكم وقال : " هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ، ولم يخرجاه .
Dari 'Auf bin Maalik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Umatku akan terpecah menjadi lebih 70 kelompok,  dimana yang paling besar kelompoknya adalah kaum yang menganalogkan perkara agama dengan pendapatnya. Akibatnya mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram". HR Hakim. Dalam riwayat lain:

'an 'auf bin maalik ...
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأَشْجَعِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " تَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى بِضْعٍ وَسَبْعِينَ ، أَعْظَمُهَا فِتْنَةً عَلَى أُمَّتِي , قَوْمٌ يَقِيسُونَ الأُمُورَ بِرَأْيِهِمْ فَيُحِلُّونَ الْحَرَامَ وَيُحَرِّمُونَ الْحَلالَ " . رواه البيهقي في المدخل إلى السنن الكبرى
Dari 'Auf bin Maalik Al Asyja'iy RA, ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda : "Umatku akan terpecah menjadi lebih 70 kelompok,  dimana yang paling besar fitnahnya atas umatku adalah kaum yang menganalogkan perkara agama dengan pendapatnya. Akibatnya mereka menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal". HR Baihaqi.

Ternyata pada dua hadits diatas golongan yang paling besar dan yang paling jago menebar fitnah terhadap Umat Islam adalah kaum yang menganalogkan perkara agama dengan pendapat (hawa nafsu) nya dan yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Jadi merekalah pemalsu halal - haram.

Contoh memalsukan halal - haram ialah dengan menolak sistem pemerintahan Islam / khilafah, sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan Islam, sistem persanksian Islam, politik luar negeri Islam / dakwah dan jihad,  asas negara Islam / akidah Islamiyah, UUD Islam dan undang-undang yang lainnya yang islami. Lebih dari itu mereka mengatakan PANCASILA FINAL, UUD '45 FINAL, NKRI FINAL, BHINEKA TUNGGAL IKA FINAL, DEMOKRASI ISLAM, PLURALISME - SINKRETISME ISLAM, FINAL, FINAL DAN FINAL ... YANG ISLAM DITOLAK, YANG KUFUR DAN SYIRIK DIFINAL-FINALKAN ... Bukan salah Pancasila ... ...nya, tapi FINAL, FINAL, FINAL-nya itu yang salah FATAL ...

STANDAR HALAL - HARAM ITU WAJIB DAN PERLU

Meskipun amal ibadah mahdhah kita minim, ketika dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara kita menerapkan standar halal - haram, maka kita dijamin masuk surga. Perhatikan baik-baik Rasulullah SAW bersabda :
عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما أن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : أرأيت إذا صليت المكتوبات ، وصمت رمضان ، وأحللت الحلال ، وحرمت الحرام ، ولم أزد على ذلك شيئا ، أأدخل الجنة ؟ قال : نعم رواه مسلم .
Dari Jabir bin Abdullah RA (berkata), Bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW, ia berkata : "Apa pendapat tuan, ketika aku telah mengerjakan shalat maktubat, telah berpuasa Ramadhan, telah menghalalkan yang halal, dan telah mengharamkan yang haram, dimana saya tidak menambahkan atasnya sesuatu, apakah saya akan masuk surga?". Rasul berkata : "Ya". (HR Muslim, Arba'iin Nawawy).

Pada hadits tersebut seorang lelaki hanya memiliki dua amalan ibadah mahdhah, yaitu shalat fardhu dan puasa fardhu tidak lebih, tapi ia menerapkan standar halal - haram, yaitu menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram di dalam kehidupannya. Rasulullah SAW menjaminnya masuk surga ...

Wallahu a'lam ...

Anda setuju, tinggalkan jejak dan sebarluaskan!

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.