Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
(HARAKATUNA) , "Beliu (Hadhratusysyaikh KH Hasyim Asy'ari) membela negara dengan menggunakan agama. Tapi tidak melawan negara menggunakan agama". (KH Hasyim Muzadi).
Lalu seorang pembebek oknum Aswaja Sekular berkata : "HTI melawan negara dengan menggunakan (dalih) agama".
Komentar saya :
Pertama : "KH Hasyim Asy'ari membela negara dengan menggunakan agama".
Ini adalah benar. Karena KH Hasyim Asy'ari adalah sosok yang tidak diragukan ke-ulama-annya. Beliau termasuk ulama akhirat, ulama shalihiin, pewaris para nabi dan cahaya dunia. Sedang antara agama dan negara tidak bisa dipisahkan. Negara butuh agama juga agama butuh negara.
Kedua : "KH Hasyim Asy'ari tidak melawan negara dengan menggunakan agama".
Berarti beliau pernah melawan negara dengan tidak menggunakan agama. Ini adalah salah dan termasuk dua tuduhan bohong terhadap KH Hasyim Asy'ari;
(1) Menuduh beliau melawan negara. Padahal yang dilawannya adalah penjajah dan negara penjajah. Karena itu beliau ditetapkan sebagai pahlawan.
(2) Menuduh beliau tidak menggunakan agama dalam sebagian aktifitas politik dan amar makruf - nahi munkarnya. Ini adalah tuduhan konyol dan penghinaan besar terhadap beliau. Menuduh beliau sosok sekular pemeluk akidah sekularisme. Padahal dengan memeluk akidah sekularisme seorang ulama akhirat berubah 180 derajat menjadi ulama dunia, ulama suu' atau ulama salathin, yakni ulama maling (lushshun).
KH Hasyim Asy'ari juga sosok ulama Ahlussunnnah Waljamaah yang diantara keyakinannya adalah bahwa setiap perkataan dan perbuatan, setiap pendengaran dan penglihatan, dan hati yang telah menimbulkan aktifitas, semuanya dicatat oleh malaikat Roqib atau Atid, dan semuanya akan diminta pertanggungan jawabnya. Sedang aktifitas politik itu tidak diam seperti patung dan batu, tapi mendengar dengan telinga, melihat dengan mata, berjalan dengan kaki, memegang dan menulis dengan tangan, berkata dengan lisan, dan meneliti - menganalisa - menduga dengan hati (dan akal).
Allah SWT berfirman :
ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر الفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا.
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya". (TQS Al Israa' [17]: 36).
Dan Allah SWT berfirman :
ما يلفظ من قول إلا لديه رقيب عتيد.
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada I dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (TQS Qaaf [50]: 18).
Ketiga : "HTI melawan negara dengan menggunakan (dalih) agama".
Ini adalah tuduhan palsu dan fitnah terhadap HTI. HTI tidak pernah melawan negara. Aktifitas HTI hanyalah dakwah kepada Islam kaaffah dan amar makruf - nahi munkar termasuk terhadap penguasa dalam negara. Aktifitas HTI adalah mencari dan mengajukan solusi untuk negara yang masih terjajah agar bisa benar-benar merdeka dengan kemerdekaan yang sesungguhnya.
DENGAN KHILAFAH NEGERI - NEGERI KAUM MUSLIM BISA MERDEKA DENGAN KEMERDEKAAN YANG SESUNGGUHNYA.
Dalam berdakwah dan amar makruf - nahi munkar tentu harus menggunakan dalil-dalil agama karena tugas tersebut adalah tugas kewajiban agama. Adalah pelanggaran, menunaikan tugas agama tanpa menggunakan dalil-dalil agama.
HTI ITU BUKAN PARTAI / JAMA'AH SEKULAR.
WASPADA TERHADAP POLITIK BELAH BAMBU PKI!