HIZBUT TAHRIR QODARIYYAH? (03)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Di bawah adalah pernyataan Syakh Taqiyyuddien Annabhani rh yang sering dijadikan dalih oleh Salafi-Wahhabi pro sistem bid'ah kerajaan Arab Saudi (AS) dan Aswaja-Sekular (AS) pro sistem kufur demokrasi untuk menuduh dan memitnah bahwa HT adalah Muktazilah Qadariyyah karena menafikan atau mengingkari Qadar, yaitu;

"Wa haadzihil af'aalu laa dakhla lahaa bilqadlaai walaa dakhla lilqadlaai bihaa, liannal insaana huwalladzii qaama bihaa bi iraadatihi wakhtiyaarihi, wa 'alaa dzaalika fainnal af'aalal ikhtiyaariyyata laa tadkhulu tahtal qadla'

"Perbuatan-perbuatan ini tidak ada hubungan dengan qadho' dan qadho' tidak ada hubunangan dengannya, karena manusia lah yang talah mengerjakannya dengan kehendak dan pilihannya. Dan atas dasar itu, perbuatan-perbuatan ikhtiar (pilihan) tidak masuk di bawah (pembahasan) qadho'". (Asysyakhshiyyah, 1/91, Syamilah 2).

Mereka sama sekali tidak memahami pernyataan di atas, dan tidak pula bisa memposisikannya dengan tepat, sehingga mereka terjatuh kedalam kesalahan dan fitnah tanpa disadari, karena hanya mengutip saja dari pendahulunya yang salah dan memitnah HT. Padahal kepanjangan dari salah adalah salah, dan kepanjangan dari fitnah adalah fitnah.

INI KESALAHAN MEREKA

Kesalahan mereka itu setidaknya terletak pada :

Pertama, mereka tdk memahami pernyataan, "haadzihil af'aal/ perbuatan-oerbuatan ini", yang terdiri dari dua isim ma'rifah, yaitu suatu kata yang memiliki arti khusus atau terbatas, yaitu 1) kata/isim isyarah haadzihii/ini, dan 2) kata al-af'aal/ perbuatan-perbuatan.
Dengan demikian, kalimat "haadzihil af'aal/ perbuatan-perbuatan ini" memiliki dua arti khusus atau terbatas; 1) af'aal/perbuatan yang masuk kedalam problem qadho' yang datang dari peradaban Yunani, bukan yang datang dari Islam, dan 2) af'aal/perbuatan yang tergolong pada wilayah yang dikuasai manusia. Karena definisi qadho' yang datang dari peradaban Yunani ialah "perbuatan-perbuatan yang terjadi pada wilayah yg menguasai manusia (seperti kita lahir ke dunia sebagai laki-laki atau perempuan, kita punya tangan dan kaki, dst, kita tidak punya pilihan untuk menjadi wanita, atau punya tangan dan kaki yang keras seperti baja), karena hanya Alloh-lah Yang telah meng-qadla'nya". (Nizhamul Islam, hal. 21, Syamilah 2).

Kedua, mereka salah dalam berdalih, karena menuduh HT Qadariyyah dengan dalih berupa pernyataan Syakh Taqiyyuddien di atas yang hanya terkait dengan pembahasan qadho'. Padahal Qadariyyah adalah firqah yang menafikan atau mengangkari Qadar, bukan menafikan atau mengingkari Qadho.

Ketiga, mereka salah mendatangkan dalil untuk mendukung kesalahan dan fitnah mereka terhadap HT, dan untuk menyalahkan HT. Karena mereka banyak mendatangkan dalil-dalil dari Alqur'an dan Assunnah yang terkait qadho dan qadar yang datang dari Islam, yaitu qadla' dan qadar yang dibawa oleh Alqur'an dan Assunnah, untuk menyalahkan HT yang sedang membicarakan problem qadho' dan qadar yang datang dari Yunani. Seperti menyalahkan HT yang makan nasi di siang hari bulan Syawal, dengan memakai dalil haramnya makan nasi di siang hari bulan Romadlan, atau seperti menyalahkan HT yang makan daging kambing dengan dalil haramnya babi. Gak koneks blas.

Keempat, mereka salah, karena dengan tuduhan dan fitnah mereka, bahwa HT itu Qadariyyah, akan menjauhkan umat dari HT, lalu dari penegakkan khilafah, lalu dari ber-Islam Kaffah, lalu dari meraih rahmat dan ridla Allah, karena ber-Islam kaffah itu menjadi bukti akan amal shaleh yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman. (lihat, Albaqaroh ayat 108). Dan beriman dan beramal shaleh adalah cara untuk meraih surga 'Aden dan ridla' Alloh. (lihat Albayyinat ayat 7 dan 8 ).

Kelima, mereka membodohi, menipu dan menyesatkan umat Islam yang Salafush Shalihien dan yang Ahlussunnah Waljama'ah, sehingga umat digiring menjadi Salafi-Wahhabi pro sistem bid'ah kerajaan Arab Saudi (AS) dan Aswaja-Sekular (AS) pro sistem kufur demokrasi, di mana keduanya pro ideologi kapitalisme milik Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya.

(bersambung).

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.